<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Merah Putih Bersatu &#187; Seni &amp; Budaya</title>
	<atom:link href="http://budipraptono.wordpress.com/category/seni-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budipraptono.wordpress.com</link>
	<description>Menuju Indonesia Menjadi Mercusuar Dunia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Dec 2009 07:07:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='budipraptono.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3ac43a03ba90685289b55a9217ca2f9f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Merah Putih Bersatu &#187; Seni &amp; Budaya</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://budipraptono.wordpress.com/osd.xml" title="Merah Putih Bersatu" />
		<item>
		<title>Suaramerdeka.com: Menumbuhkan Percaya Diri Menuju INP2BD</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/12/suaramerdeka-com-menumbuhkan-percaya-diri-menuju-inp2bd/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/12/suaramerdeka-com-menumbuhkan-percaya-diri-menuju-inp2bd/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 15:40:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[

Inferioritas ini dikarenakan bangsa Indonesia telah kehilangan nilai-nilai luhurnya.

Demikian yang terungkap dalam dalam diskusi dan bedah buku bertema “Menumbuhkan Percaya diri Menuju Indonesia (Nusantara) Menjadi Pemimpin Peradaban Baru Dunia (INP2BD)” karya Budi Praptono di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jawa Barat Jabar Jl. Soekarno-Hatta 629 Bandung, Sabtu (4/7/09) Hasil kerjasama Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK) Jawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=290&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="../files/2009/07/logo-inp2bd-nurdin.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="../files/2009/07/logo-inp2bd-nurdin.jpg"><img title="Logo INP2BD " src="../files/2009/07/logo-inp2bd-nurdin.jpg?w=259" alt="Logo INP2BD " width="259" height="300" /></a></p>
<p><strong>Inferioritas ini dikarenakan bangsa Indonesia telah kehilangan nilai-nilai luhurnya.<br />
</strong><br />
Demikian yang terungkap dalam dalam diskusi dan bedah buku bertema “Menumbuhkan Percaya diri Menuju Indonesia (Nusantara) Menjadi Pemimpin Peradaban Baru Dunia (INP2BD)” karya Budi Praptono di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jawa Barat Jabar Jl. Soekarno-Hatta 629 Bandung, Sabtu (4/7/09) Hasil kerjasama Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK) Jawa Barat,Padajaya Publishing dan BAPUSIPDA Jabar.</p>
<p>Hadir sebagai nara sumber dalam acara tersebut yaitu Budi Praptono, Moivator Penggagas INP2BD, sekaligus penulis buku Indonesia (Nusantara) Pemimpin Peradaban Baru Dunia-Membangun Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang, Agus Hanafi (Ketua DPP Sahaya Yoga Indonesia dan Ketua LSM Kekar Merah Putih, Dipandu Moderator Asep Rohmandar Sekretaris APDK Provinsi Jabar, acara juga dimeriahkan oleh suguhan Musik “Akustik Kebangsaan” Alvabet Band.<br />
<strong><br />
Semangat Revolusi Jiwa</strong><br />
Pada kesempatan tersebut, Budi Praptono, mengingatkan<span id="more-290"></span> pesan Bung Karno “Revolusi Belum Selesai”. Ia menjelaskan setelah revolusi fisik tahun 1945 sebenarnya bangsa Indonesia masih mempunyai perjuangan yang besar yaitu Revolusi Jiwa. Kita diajak untuk menjadi jiwa-jiwa yang merdeka yaitu jiwa yang mandiri yang tidak bergantung kepada kekuatan asing tetapi lebih bergantung kepada kemampuan sendiri dan tentu kepada Tuhan YME.</p>
<p>Menurutnya, ironis memang kalau menyaksikan bangsa Indonesia yang hanya menjadi bangsa yang inferior, bangsa yang minder yang tidak percaya pada kemampuan sendiri sehingga mudah dipengaruhi orang lain. Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia telah kehilangan nilai-nilai luhurnya. Ajaran tentang kejujuran, hidup apa adanya, toleransi dan lain-lain telah menjadi barang langka bagi bangsa ini. Yang ada, marak terjadi keserakahan, kerakusan ditandai dengan perilaku korupsi dengan segala macam bentuknya, demikian papar Budi Prap.</p>
<p>Masih menurut Budi, kata ikhlas pun agaknya sangat jarang kita temui di negeri ini. Kita masih menghitung untung rugi seperti pada teori orang dagang. Ketika melihat keberhasilan orang lain kita sering tidak ikhlas untuk memberikan apresiasi yang ada adalah kompromi dari pada dibilang orang yang tidak toleransi.</p>
<p>Menyinggung masalah sosialisme, Budi kembali menegaskan bahwa ada pandangan keliru ketika orang bicara sosialisme. Sosialisme sering disamakan dengan komunisme. Padahal kalau kita jujur sosialisme adalah mutiara dari setiap ajaran agama. Artinya omong kosong orang beragama dengan baik bila tidak mempunyai jiwa sosial. Sedangkan ketika membahas kata Adil, Budi menerangkan dari pendekatan ilmu statistik. Menurutnya adil bisa tercapai apabila variansi antara orang kaya dengan orang miskin kecil. Ia menjelaskan maksud dan tujuan diterbitkannya buku Indonesia (Nusantara) Pemimpin Peradaban Baru Dunia adalah dalam rangka membangun bangsa yang mandiri dan mempunyai kebernian berekspresi.</p>
<p>Diakhir paparanya Budi mengajak masyarakat untuk kembali kepada nilai dan ruh jati diri bangsa yang menjungjung tinggi semangat spiritual Ilahiah (Ketuhanan), semangat kemandirian, kejujuran dan keadilan”.<strong> </strong></p>
<p><strong>Saatnya Bangkit</strong><br />
Agus Hanafi, narasumber diskusi, mengapresiasi buku karya Budi praptono ini, &#8220;Pertama, kita sudah melihat bahwa idealisme berbangsa dan bertanah air yang satu Indonesia, sudah dikalahkan berhala “pembangunan Nasional” yang justru tidak mampu membentuk konstruksi masyarakat yang mempribumi dlam keluarganya sendiri.</p>
<p>Kedua, tatar dan tatanan budaya nusantara mengalami degradasi yang sangat besar dan tidak dapat lagi disejajarkan  sebagai bangsa Nusantara sejati.</p>
<p>Oleh karena itu saya merasa terhormat dapat berbicara diforum ini Forum intetelktual yang memiliki cakupan besar dalam sejarah nusantara di dalam era globalisasi serta jaman krisis ekonomi yang berkepanjangan dengan menampilkan tradisi pemikiran yang begitu kuat tapi sederhana, lugas tapi tidak pragmatis, baik dalam pemikiran nasionalisme maupun pemikiran sosial kemasyarakatan.</p>
<p>Sejalan dengan semangat Budi Praptono yang tertuang dalam bukunya, memang benar bahwa diperlukan adanya transformasi  aktif dalam menuju Masyarakat Baru Nusantara yang sangat kuat, karena, masyarakat adalah mahluk yang sangat sosial sesuai dengan habitatnya yang seharusnya mempunyai kandungan makna kesatuan antara kebhinekaan (diversity) dan kekhasan (uniqueness).</p>
<p style="text-align:center;">http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=904</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=290&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/12/suaramerdeka-com-menumbuhkan-percaya-diri-menuju-inp2bd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/07/logo-inp2bd-nurdin.jpg?w=259" medium="image">
			<media:title type="html">Logo INP2BD </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengurus APDK  Indonesia DPD Jawa Barat Dikukuhkan.</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/04/pengurus-apdk-indonesia-dpd-jawa-barat-dikukuhkan/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/04/pengurus-apdk-indonesia-dpd-jawa-barat-dikukuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 14:07:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Bandung- Dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat dan meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui pengenalan jati diri serta kompetensi diri, yang disertai ahlak mulia,  sejumlah masyarakat Jawa Barat yang tergabung dalam Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK) Indonesia, Kamis (2/7/09) telah mengukuhkan kepengurusan APDK Jabar Periode Tahun 2008-2013, bertempat di Aula BAPUSIPDA Jabar Jl. Kawaluyaan Kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=285&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Bandung</strong>- Dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat dan meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui pengenalan jati diri serta<span> </span>kompetensi diri, yang disertai ahlak mulia, <span> </span>sejumlah masyarakat Jawa Barat yang tergabung dalam<span> </span>Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK) Indonesia, Kamis (2/7/09) telah<span> </span>mengukuhkan kepengurusan APDK Jabar Periode Tahun 2008-2013, bertempat di Aula BAPUSIPDA Jabar Jl. Kawaluyaan Kota Bandung.</p>
<p class="MsoNormal">Acara pengukuhan dilaksanakan oleh Kepala BAPUSIPDA (Badan Perpustakaan Dan Arsip Daerah) Provinsi Jawa Barat, Drs<strong>. Dedi Junaedi,MSi</strong>, disaksikan Dewan Penasehat APDK Indonesia <strong>Ir. Budi Praptono,MM</strong>., Kepala Bidang PPPBB BAPUSIPDA Jabar, <strong>Dra. Oom Nurrohmah,MSi</strong>, dan sejumlah tokoh masyarakat Jawa Barat.</p>
<p>Susunan Pengurus APDK Jabar yang dikukuhkan diantaranya <span> </span>Gubernur Jawa Barat (Pelindung), Kepala BAPUSIPDA Jabar (Pembina), <span> </span>Budi Praptono,Ir.,MM, Drs. Ano Sutrisno ( Dewan Penasehat), <strong>Asep Solichin</strong> (Ketua), <strong>Sumpena</strong> (Wakil Ketua I), <strong>Dedi J</strong> <span id="more-285"></span>(Wakil Ketua II), <strong>Didi</strong> (Wakil Ketua III), <span> </span><strong>Asep Rohmandar</strong> (Sekretaris I), <strong>Nurdin S Drajat</strong> ( Sekretaris II) dan <strong>Elis Lisnawati</strong><span> </span>(Bendahara).</p>
<p class="MsoNormal">Kepala BAPUSIPDA Jabar<span> </span>Drs. Dedi Junaedi,MSi, mengatakan bahwa<span> </span>APDK Jabar<span> </span>merupakan mitra kerja BAPUSIPDA Jabar. Dedi sangat mengapresiasi gagasan pembentukan APDK yang merupakan pertama kali di Indonesia dan dimulai oleh Jawa Barat. Dengan adanya kehadiran organisasi ini Dedi berharap masyarakat Jawa Barat dan meningkat budaya bacanya, yang berujung pada meningkatnya IPM Jawa Barat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sementara itu Ir. Budi Praptono.,MM,Dewan Penasehat APDK Indonesia, yang juga Dosen Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) Bandung <span> </span>disela-sela pengukuhan mengatakan, bahwa kehadiran APDK dan seluruh elemen Perpustakaan Desa Dan Kelurahan, selain menumbuhkan budaya baca, diharapkan juga<span> </span>dapat meningkatkan visi masyarakat dan pengenalan jati diri bangsa.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“ Tiap-tiap daerah memiliki potensi dan karakter yang berbeda, disinilah peran APDK untuk mengantarkan masyarakat agar menyadari dan<span> </span>percaya diri<span> </span>terhadap jati diri bangsa, selain itu APDK harus mengembangkan potensi diri masyarakat <span> </span>dan potensi daerah dengan semangat kemandirian Buku-buku yang tersedia juga tentunya harus diutamakan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter potensi masyarakat di tiap-tiap daerah” Kata Budi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“ Membaca saja tidak cukup, kalau tidak dibarengi dengan pengenalan dan<span> </span>pengembangan<span> </span>nilai dan ruh jati diri bangsa yang menjungjung tinggi semangat spiritual Ilahiah (Ketuhanan), semangat kemandirian, kejujuran dan keadilan” Tambah Budi.</p>
<p class="MsoNormal">Ketua APDK Jabar Asep Solichin mengatakan APDK Jabar dibentuk oleh insan-insan<span> </span>penggerak perpustakaan dan taman bacaan masyarakat (TBM) pada Tahun 2008 lalu. Sampai saat ini menurut Asep telah terdaftar sekitar 529 lebih anggota APDK Jabar, dari 16 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bandung,<span> </span>2 Juli 2009</p>
<p class="MsoNormal">Media Center APDK Jabar</p>
<p class="MsoNormal">Telp. 022-91310695, 022- <span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;">Telp. 022-70734991 </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;">Email : ndrajat@gmail.com</span></p>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=285&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/04/pengurus-apdk-indonesia-dpd-jawa-barat-dikukuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi &amp; Bedah Buku di Tobucil &amp; Klabs Bandung</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/27/diskusi-bedah-buku-di-tobucil-klabs-bandung/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/27/diskusi-bedah-buku-di-tobucil-klabs-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 13:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Menyedot Teh di Dalam Botol 
“Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro”  -tagline iklan Teh Botol-


Sebuah buku dengan judul yang sangat panjang : (Membangun Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang ‘Revolusi Belum Selesai’, Indonesia [Nusantara] Pemimpin Peradaban Baru Dunia) didiskusikan di Tobucil. “Sebetulnya judul ini ada kata-kata kuncinya,” ujar Pak Budi Praptono, sang penulis. “Kuncinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=274&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Menyedot Teh di Dalam Botol </strong></p>
<p>“Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro”  -tagline iklan Teh Botol-</p>
<p><img src="http://lh6.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8O0zI_eRI/AAAAAAAADio/Kx1mrmAgR7o/s1600/diskusinya4.jpg" border="0" alt="[diskusinya4.jpg]" /></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/ROOM10%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p>Sebuah buku dengan judul yang sangat panjang : (Membangun Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang ‘Revolusi Belum Selesai’, Indonesia [Nusantara] Pemimpin Peradaban Baru Dunia) didiskusikan di Tobucil. “Sebetulnya judul ini ada kata-kata kuncinya,” ujar Pak Budi Praptono, sang penulis. “Kuncinya ‘Revolusi Belum Selesai’ dan ‘Indonesia Pemimpin Peradaban Dunia’.” Mengacu pada Bung Karno, Pak Budi melihat bahwa kemerdakaan yang terjadi di Indonesia baru sebatas kemerdekaan fisik. “Jiwa (bangsa Indonesia) belum merdeka, kita kan masih inferior,” ungkapnya lagi.</p>
<p>Itu sebabnya melalui buku yang ia tulis, Pak Budi mengajak bangsa Indonesia untuk berani bermimpi menjadi<span id="more-274"></span> pemimpin peradaban dunia. “Bangsa Amerika, misalnya, bisa besar karena berani mimpi dulu,” begitu kata Pak Budi.  diskusinya  Diskusi yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tersebut berlangsung khidmat dan nasionalistik bak rapat-rapat di masa kebangkitan nasional. Pak Budi dan Pak Natsir (aktivis senior Salman ITB) yang menjadi pembicara hari itu memotivasi peserta diskusi untuk merasa bangga pada budaya sendiri. Sebagai cucu dalang, Pak Budi juga menyinggung-nyinggung kebudayaan Jawa dan dunia perwayangan.</p>
<p>Sebagai perwakilan dari AJI, tak ketinggalan Mas Argus Firmansah urun komentar, “Di dalam buku ini saya melihat pembahasan mengenai local wisdom. Orang-orang barat sekarang justru sedang membaca local wisdom kita.” Fenomena itulah yang membuat Mas Argus optimis bahwa Indonesia akan atau bahkan dapat dikatakan sudah memimpin peradaban dunia.</p>
<p>Hmmm … lalu apa hubungannya diskusi ini dengan kutipan iklan di awal artikel ?  Begini. Ketika Mas Deri, salah seorang peserta diskusi menanyakan upaya apa yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan mental mandiri bangsa, Pak Budi menjawab, “Ya … keberanian untuk keluar dari penjara inferioritas yang tidak kelihatan ini.”  Berbotol-botol Teh Botol yang dipenjara dalam bening dan sempit botol dihidangkan sebagai pelepas dahaga bagi peserta diskusi.  “Yang bikin Teh Botol Sosro ini namanya Sosro Jaya. Dalam bahasa Jawa, Sosro Jaya artinya seribu kejayaan,” ujar Pak Natsir.  Mereka yang terpenjara itu berani keluar lalu mengalir dalam diri manusia.  Menjadi seribu kejayaan.  Lebih dari sekedar teh yang menggenang diam-diam.</p>
<p>Sundea,Tobucil, Kamis 18 Juni 2009-</p>
<p>(tobucil.blogspot.com)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=274&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/27/diskusi-bedah-buku-di-tobucil-klabs-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh6.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8O0zI_eRI/AAAAAAAADio/Kx1mrmAgR7o/s1600/diskusinya4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">[diskusinya4.jpg]</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/ROOM10%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/23/270/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/23/270/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 14:17:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[






Judul buku : Membangung Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang (Revolusi Belum Selesai) 
Pengarang : Budi Praptono, dkk.
Penerbit : Padajaya Publishing
Harga buku : Rp. 25.000,00
Harga Tobucil : Rp. 22.500,00
Sebuah kegelisahan yang menarik untuk dibaca. Wayang adalah kisah pergumulan peran dalang dengan zamannya. Demikian ketika membaca tulisan Budi Praptono. Sebagai cucu dalang secara genealogis dan genetis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=270&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://lh4.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8PpToP4pI/AAAAAAAADjg/om7PDxiOR_A/s1600-h/coverbukuperadaban4.jpg"><img class="aligncenter" style="display:inline;margin-left:0;margin-right:0;border-width:0;" title="coverbukuperadaban" src="http://lh6.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8Pr6Tf3kI/AAAAAAAADjk/8Dt4IbzDLJU/coverbukuperadaban_thumb2.jpg?imgmax=800" border="0" alt="coverbukuperadaban" width="128" height="178" align="left" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p><strong>Judul buku : Membangung Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang (Revolusi Belum Selesai) </strong></p>
<p>Pengarang : Budi Praptono, dkk.</p>
<p>Penerbit : Padajaya Publishing</p>
<p>Harga buku : Rp. 25.000,00</p>
<p>Harga Tobucil : Rp. 22.500,00</p>
<p>Sebuah kegelisahan yang menarik untuk dibaca. Wayang adalah kisah pergumulan peran dalang dengan zamannya. Demikian ketika membaca tulisan Budi Praptono. Sebagai cucu dalang secara genealogis dan genetis tetntu ia paham bagaimana mendorong lahirnya sebanyak mungkin wayang berwatak utama. Tidak peduli apakah ia berwujud satriya, raksasa, brahmana maupun punakawan. Itulah yang diperlukan di masa depan.  -Achmad Natsir Budiman, Aktivis Senior Salman ITB-  &#8212;</p>
<p>&#8211;Tobucil.blogspot.com</p>
<p><strong>tobucil &amp; klabs jalan aceh 56  Bandung 40113 t/f. +62 22 4261548<br />
email: tobucil@yahoo.com</strong></p>
<p><strong>Buku tersedia di Tobucil dan Toko-Toko Buku Lainnya..<br />
</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=270&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/23/270/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh6.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8Pr6Tf3kI/AAAAAAAADjk/8Dt4IbzDLJU/coverbukuperadaban_thumb2.jpg?imgmax=800" medium="image">
			<media:title type="html">coverbukuperadaban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudah Saatnya Indonesia Dipimpin Oleh Orang Yang Mendapat dan Mengamalkan Wahyu Makutoromo + Plus</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/01/05/sudah-saatnya-indonesia-dipimpin-oleh-orang-yang-mendapat-dan-mengamalkan-wahyu-makutoromo-plus/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/01/05/sudah-saatnya-indonesia-dipimpin-oleh-orang-yang-mendapat-dan-mengamalkan-wahyu-makutoromo-plus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 09:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Budi Praptono
Apa itu Wahyu Makutoromo?
Sebelum membahas tentang wahyu Makutoromo, baiklah diulas sekilas tentang latar belakang turunnya wahyu tersebut.
Wahyu Makutoromo adalah Wahyu yang akan diturunkan dari langit (Tuhan) untuk bekal raja dalam mengatasi kondisi negara yang lagi Goro-goro, banyak bencana atau malapetaka, segala tata kehidupan lagi semrawut, yang akhirnya tercipta perdamaian “dunia” (Memayu hayuning [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=220&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh : Budi Praptono</strong></p>
<p>Apa itu Wahyu Makutoromo?<br />
Sebelum membahas tentang wahyu Makutoromo, baiklah diulas sekilas tentang latar belakang turunnya wahyu tersebut.<br />
Wahyu Makutoromo adalah Wahyu yang akan diturunkan dari langit (Tuhan) untuk bekal raja dalam mengatasi kondisi negara yang lagi Goro-goro, banyak bencana atau malapetaka, segala <span id="more-220"></span>tata kehidupan lagi semrawut, yang akhirnya tercipta perdamaian “dunia” (Memayu hayuning bawono).</p>
<p>Kenapa Indonesia perlu pemimpin-pemimpin yang harus menerima dan menjalani wahyu makutoromo? Bukankan kita sudah pada tahapan Goro-goro, bahkan sudah berkembang kea rah perang tanding?</p>
<p>Wahyu Makutoromo atau yang terkenal dalam ajaran Hindu, dengan istilah Hasta Brata, karena berisi delapan laku seorang pemimpin yang baik, yakni mengikuti sifat alam semesta :</p>
<p>1. Sifat Bumi : Sebagaimana sifat bumi, selalu memberi yang tidak pilih kasih dan tidak mau berhutang. Ditanam jagung berbuah jagung, padi berbuah padi, dan seterusnya.<br />
2.	Sifat Matahari : Memberikan penerangan dan daya motivasi/semangat hidup<br />
3.	Sifat Bulan : Memberikan penerangan yang menyejukkan hati/romantis<br />
4. Sifat Angin : Tidak perlu nampak, tetapi kehadirannya lewat kebijakannya dapat menyejukkan hati rakyatnya, yang dirasakan oleh semua lapisan rakyat.<br />
5. Sifat Samudra : Mampu menampung segala permasalahan problema Negara/rakyat, sebagaimana sifat samudra limbah yang bau, ditampung menjadi tidak bau.<br />
6.	Sifat Air :Mampu membersihkan segala permasalahan dan merendah<br />
7.	Sifat Api : Mampu memusnahkan rintangan yang ada yang mengganggu tujuan Negara, sehingga harus tegas.<br />
8.	Sifat Bintang : Sebagai panutan dan dapat berdampak indah terhadap Negara dan bangsa.</p>
<p>Kalau kita renungkan, kedelapannya adalah makhluq Tuhan yang patuh 100 persen kepada Tuhan, makanya disebut Hukum Alam “Sunatullah”, dengan demikian makhluq yang patuh dapat dijadikan tauladan oleh Manusia untuk menjadi Pemimpin yang baik. Maka kalau kita renungkan lebih dalam makhluq yang patuh akan tersaluri bagian-bagian Nur Tuhan. Dengan demikian yang kita tangkap atau diteladani adalah bagian dari Nur Tuhan itu sendiri.</p>
<p>Kalau sudah seperti ini, kenapa kita tidak mencari dari sumbernya saja, yang untuk diteladani, ya Tuhan itu sendiri. Caranya adalah mengikuti semangat alam semesta tersebut yang patuh 100 persen terhadap Maunya Tuhan. Otomatis, manusia yang seperti ini, sudah pasti tersaluri oleh Nur Tuhan, dengan demikian :<br />
•	Kalau Tuhan Maha Adil, kita harus adil<br />
•	Kalau Tuhan Maha Cinta Kasih Sayang, kita harus cinta kasih sayang<br />
•	Kalau Tuhan Maha Pemberi, kita harus pemberi, dan lain-lain.</p>
<p>Tentunya Tuhan memperlakukannya kepada seluruh alam semesta, tidak mengenal SARA, maka manusiapun harus begitu. Seaindainya Tuhan membedakan, sebenarnya karena ulah manusia sendiri, yakni kadar kepatuhannya/iman, mau 0 persen, 10 persen, 50 persen atau sempurna 100 persen, semua terserah kita.</p>
<p>Tetapi Indonesia dengan kondisi yang seperti saat ini, hanya butuh yang kepatuhannya 100 persen atau kalau mau diberi nama Calon Pemimpin yang menerima dan menjalankan Wahyu Makutoromo+plus, untuk bekal menjadikan Indonesia menjadi “Mercusuarnya Dunia”.</p>
<p>Sehingga pemimpin tersebut, karena sudah bertemu fitrahnya, maka mereka akan berusaha mengantarkan rakyatnya kepada fitrahnya, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi yang jauh lebih penting adalah tujuan akhirat; dengan semangat mengantarkan rakyatnya kepada semangat kemandirian jiwa, yang tidak tergantung oleh apapun termasuk kepada pemimpin, tetapi hanya semata-mata kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Siapa? Mari kita cari sama-sama, dan yang terpenting adalah  kita  menanyakan kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui, siapa orangnya?</p>
<p>Penulis, Budayawan &amp; Pemerhati Sosial</p>
<p>(Berpolitik.com)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=220&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/01/05/sudah-saatnya-indonesia-dipimpin-oleh-orang-yang-mendapat-dan-mengamalkan-wahyu-makutoromo-plus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Ungakapan Terimakasih Untuk Alm. Kyai Hammam Ja’far</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/01/05/sebuah-ungakapan-terimakasih-untuk-alm-kyai-hammam-ja%e2%80%99far/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/01/05/sebuah-ungakapan-terimakasih-untuk-alm-kyai-hammam-ja%e2%80%99far/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 09:09:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/01/05/sebuah-ungakapan-terimakasih-untuk-alm-kyai-hammam-ja%e2%80%99far/</guid>
		<description><![CDATA[“Cerita dari seseorang yang  kagum terhadap kearifan seorang gurunya”
Oleh : Budi Praptono
Palgunadi nekad berguru kepada Durna, dengan cara membuat patung Durna, supaya seolah-olah berlatih panah di depan gurunya, sehingga sangat sungguh-sungguh.
Ini adalah cerita seorang sahabat yang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah dipertemukan dengan Pak Kyai Hammam Ja’far, Pemimpin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=219&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>“Cerita dari seseorang yang  kagum terhadap kearifan seorang gurunya”</strong></p>
<p><strong>Oleh : Budi Praptono</strong></p>
<p><em>Palgunadi nekad berguru kepada Durna, dengan cara membuat patung Durna, supaya seolah-olah berlatih panah di depan gurunya, sehingga sangat sungguh-sungguh.</em></p>
<p>Ini adalah cerita seorang sahabat yang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah dipertemukan dengan Pak Kyai Hammam Ja’far, Pemimpin Pondok Pesantren Pabelan Magelang, pada tahun 1991. Saya sebut disini namanya Sahabat. Sahabat tersebut merasa terkesan dan merasakan hikmah yang mendalam <span id="more-219"></span>dari pertemuan dengan Kyai Hammam. Menurutnya, dari pertemuan yang sebenarnya singkat, ternyata telah menorehkan sesuatu yang sangat luar biasa dan dirasa sangat menentukan perjalanan hidup Sang Sahabat.</p>
<p>Sang Sahabat, waktu itu memenuhi tugas dinas dari kantor untuk studi banding Asrama ke Pondok Pesantren Pabelan, selain itu studi banding juga dilaksanakan ke Asrama Akabri Magelang. Ibarat tugas militer, dia hanyalah seorang “prajurit lapangan”, untuk mengamankan persiapan sebelum para “jendral” dan “perwira-perwira” datang ke lokasi.</p>
<p>Cerita studi bandingnya tidak perlu, dibahas, karena merupakan hal biasa dari sebuah tugas, seperti tugas-tugas lainnya, tetapi yang akan diceritakan disini adalah peristiwa khusus antara Sahabat tersebut dengan Pak Kyai, ibarat anak yang hilang bertemu kembali dengan bapaknya.</p>
<p>Secara jujur, Sahabat tersebut tidak mengenal sedikitpun sebelumnya latar belakang pak Kyai, kehebatannya, termasuk pondok pesantrennya, sehingga perasaan dia ya, biasa-biasa saja waktu ada tugas ke Pondok Pesantren Pabelan. Sang Sahabat mulai penasaran tentang kehebatan Pak Kyai adalah pada saat Pak Soesilo Sudarman (Menteri Parpostel waktu itu) dan Pak Cacuk S. (Dirut Telkom saat itu) bertemu Pak Kyai. Timbul pertanyaan, kenapa dua Pejabat ini sangat menghormati beliau? Wah pasti ada apa-apanya pak Kyai ini, tapi saat itu sebatas penasaran saja!.</p>
<p>Ternyata lambat laun, Sahabat tersebut tahu bahwa Pak Kyai memang hebat, visioner, merakyat, mudah bergaul, nasionalis, dll, termasuk membawa keberhasilan pesantrennya sampai mendapatkan penghargaan Internasional Aga Khan Award, dan tidak sedikit tokoh-tokoh nasional yang “lahir” sekarang atas jasa beliau juga. Masih menurut Sahabat, masih banyak lagi kehebatan baliau, yang terlalu banyak untuk disampaikan.</p>
<p>Banyak kejadian, yang membuat dia terkesan terhadap Kyai Hammam, yang utama adalah dengan tanpa basa basi beliau mengaku atau mengatakan bahwa Sahabat tersebut adalah muridnya, waktu itu pakai bahasa jawa kurang lebih begini “eh, muridku teko”.</p>
<p>Kembali ke pokok cerita, pada pengakuan murid oleh pak Kyai, kenapa aneh :</p>
<p>Pertama, Sahabat tersebut mengaku, bahwa dipandang dari sisi syariat, ya, pengetahuan agamanya, ibadahnya, pakaiannya, dalam segala hal sangat jauh dari kepantasan menjadi murid seorang kyai sekaliber Kyai Hammam. Disamping itu, orang tersebut tidak niat untuk menjadi murid., wong kedatangannya hanya untuk studi banding asrama.</p>
<p>Kedua, setalah dianggap jadi muridnya, selama bertemu beberapa hari tidak pernah diwejang, disuruh ini itu, baca kitab ini itu, cuma selama ketemu dalam pertemuan resmi, beliau ngobrol ke Pak Menteri atau Pak Dirut, setelah itu diselingi ngelirik Sahabat tersebut sambil senyum, tidak lebih dari itu. Namun, hari terakhir waktu Sahabat tersebut, mau pamitan, Kyai Hammam ngobrol kesana kemari dengan guyonan khasnya, dan tidak pernah lupa dengan rokoknya yang gak pernah berhenti, memberi kenang-kenangan ke orang tersebut sebuah fotocopy dokumen.</p>
<p>Dokumen ini, membuat penasaran salah satu pimpinan rombongan Sahabat tersebut, malah sempat diminta, tetapi akhirnya dikembalikan ke Sahabat tersebut, mungkin tidak terlalu menarik baginya. Setelah dibaca, dokumen tersebut menceritakan perjalanan sarjana teknik, dari sejak kuliah, lulus dan berkarir sukses secara materi, foya-foya, hidupnya berantakan, akhirnya sakit parah, sadar, dan akhirnya happy ending.</p>
<p>Dari kejadian-kejadian yang menurutnya aneh dan mempunyai makna dalam tersebut, terjadi pergulatan batin Sang Sahabat yang luar biasa. Dia bertanya-tanya kepada diri sendiri, kenapa, mengapa, dan seterusnya, yang pada akhirnya Sahabat tersebut merasa punya guru Kyai Hammam. Ya punya guru, walaupun setelah itu tidak pernah bertemu lagi secara fisik sampai pak Kyai meninggal dunia. Saking kagumnya terhadap kyai Hammam, salah satu anak Sahabat tersebut diberi nama Hammamarif Prayoga.<br />
Sahabat tersebut, sering mampir ke pesantrennya, hanya sekedar nostalgia, sekalian ziarah ke makam Kyai Hammam.</p>
<p>Singkat ceritanya, dimata Sahabat tersebut, Kyai Hammam sangat berjasa membuka kunci hidayah yang luar biasa, dengan hanya sekedar diaku murid. Bahkan menurutnya sampai sekarang pun Kyai Hammam dirasa masih membimbing secara batiniah perjalanan Sahabat tersebut.</p>
<p>Cerita diatas, menurut saya, sebenarnya mirip cerita wayang antara Palgunadi dengan gurunya Resi Durna, yang tidak mau menerima sebagai muridnya. Yang membedakan adalah semangat Kyai Hammam berbeda dengan Durna dan Kyai Hammam bukan Resi Durna, Kyai Hammam adalah Kyai Hammam. Kembali ke cerita Palgunadi; Palgunadi nekad berguru kepada Durna, dengan cara membuat patung Durna, supaya seolah-olah berlatih panah di depan gurunya, sehingga sangat sungguh-sungguh. Dan dalam kisah tersebut hasilnya Palgunadi sangat hebat, bahkan lebih hebat dari pada Arjuna yang diasuh beneran oleh Durna.</p>
<p>Bandung, 19 Desember 2008<br />
<em>Penulis, Ketua Forum Komunikasi Sosial Masyarakat Merah Putih Bersatu dan Anggota Badan Musyawarah (Pendiri) Forum Aktivis Bandung.</em></p>
<p><em>(Opinimasyarakat.com)<br />
</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=219&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/01/05/sebuah-ungakapan-terimakasih-untuk-alm-kyai-hammam-ja%e2%80%99far/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Bandung Selatan Desak Pemerintah Tetapkan Moch.Toha Sebagai Pahlawan Nasional</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2008/09/11/masyarakat-bandung-selatan-desak-pemerintah-tetapkan-mochtoha-sebagai-pahlawan-nasional/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2008/09/11/masyarakat-bandung-selatan-desak-pemerintah-tetapkan-mochtoha-sebagai-pahlawan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 09:42:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Pengurus DPD MPB Kab.Bandung Dikukuhkan

Bandung- Bandung Selatan adalah daerah yang penuh sejarah perjuangan para pahlawan, di kawasan ini dahulu para pejuang mengorbankan harta dan nyawa demi terwujudnya kemerdekaan Republik Indonesia salah satu diantaranya Mochamad Toha. Tapi Sayang, sampai saat ini Pemerintah Indonesia belum juga memberikan status pahlawan nasional bagi Mochamad Toha, sesungguhnya bangsa yang besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=83&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Pengurus DPD MPB Kab.Bandung Dikukuhkan<br />
</strong></p>
<p><strong>Bandung</strong>- Bandung Selatan adalah daerah yang penuh sejarah perjuangan para pahlawan, di kawasan ini dahulu para pejuang mengorbankan harta dan nyawa demi terwujudnya kemerdekaan Republik Indonesia salah satu diantaranya Mochamad Toha. Tapi Sayang, sampai saat ini Pemerintah Indonesia belum juga memberikan status pahlawan nasional bagi Mochamad Toha, sesungguhnya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Oleh sebab itu sudah sewajarnya masyarakat Bandung Selatan mendesak pemerintah agar segera menetapkan Mochamad Toha sebagai Pahlawan Nasional.</p>
<p>Demikian diungkapkan <strong>Asep Rohmandar </strong>(Ketua DPD Merah Putih Bersatu(MPB) Kab. Bandung) dalam siaran persnya, disela-sela pengukuhan Pengurus DPD MPB Kab. Bandung oleh Ketua Umum Forum Komunikasi Sosial Masyarakat (FKSM) Merah Putih Bersatu(MPB) <strong>Budi Praptono, Ir.,MM,</strong> Rabu (10/9/08) di Mekarsari Baleendah. Hadir dalam kesempatan tersebut  beberapa aktivis Jawa Barat seperti <strong>Mintoro Hadi</strong> (Bendahara Forum Aktivis Bandung –FAB)<strong>, Zeni </strong>(Koordinator Media Center FAB),<strong> Nurdin S Drajat </strong>(Sekretaris Umum FKSM MPB), <strong>Ayi Furqon, Dadang Jamhur </strong>(BKM Daya Mekar –Baleendah), <strong>Ujang </strong>(Kader PAN  Sukapura), <strong>Sumarwata, Dadang Sobanas</strong> (SPSI Komisariat Kab. Bandung) dan<span id="more-83"></span> para pengurus DPD MPB Kab. Bandung.</p>
<p>Lebih lanjut Asep mengatakan, nama besar Bandung Selatan terukir dengan lahirnya lagu Halo-Halo Bandung yang terkenal keseluruh dunia. Selain Halo-Halo Bandung ciptaan para pejuang Bandung Selatan dari berbagai suku bangsa, Bandung Selatan juga diabadikan oleh Ismail Marzuki dalam lagu Bandung Selatan Diwaktu Malam.</p>
<p>“ Kami mohon kepada pemerintah agar segera menetapkan status pahlawan nasional untuk Mochamad Toha” Kata Asep.</p>
<p>Mengenai agenda MPB sendiri,  Asep dan jajarannya   bertekad untuk mendukung sikap sebuah organisasi yang baru-baru ini meresmikan keberadaanya, yaitu Forum Aktivis Bandung, dalam mensosialisasikan pentingnya memilih pemimpin kaum muda.</p>
<p>“ Kami mendukung sikap FAB dalam sosialisasi pentingnya memilih pemimpin pilihan kaum muda.Pemimpin muda adalah pemimpin yang dipilih oleh kaum muda. Rencananya MPB akan bersatu dengan FAB dan organisasi lainnya untuk melakukan deklarasi bersama masyrakat Jabar ” Kata Asep.</p>
<p>“Organisasi kami non partisan, bebas bertanggungjawab,lintas agama, lintas suku dan lintas organisasi.Kegiatan utma MPB adalah wadah forum silautrahmi dan bertukar pikiran masyarakat luas” kata Asep.</p>
<p><strong>Mewarnai Masyarakat Dengan Kemandirian dan Kejujuran</strong></p>
<p>Sementara itu Budi Praptono dalam arahannya menyampaikan bahwa perubahan kearah yang lebih baik harus dimulai diri sendiri.</p>
<p>“ MPB harus mendorong dan memberikan roh atau mewarnai terciptanya masyarakat yang adil &amp; makmur, dengan dilandasi dasar kejujuran dan kemandirian. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri” Kata Budi yang juga salah seorang anggota Badan Musyawarah FAB (pendiri FAB).</p>
<p>Menurut Budi, secara tekstual adil adalah berusaha menekan kesenjangan antara kaum atas dengan kaum bawah agar tidak terlalu lebar, secara kontekstual adil adalah mendorong orang untuk mandiri, merasa cukup dan peduli sosial.</p>
<p>Lebih lanjut menurut Budi kemakmuran berarti sampainya penyaluran kekayaan Negara kepada semua lapisan masyarakat, baik secara struktural maupun kultural. Menurut Budi, substansinya adalah perasaan dimana kita merasa cukup dan qonaah(berpuas diri).</p>
<p>Pengurus DPD MPB Kab. Bandung yang dikukuhkan adalah<strong> Budi Praptono</strong> (Pembina, Ketua Umum MPB), <strong>Asep Rohmandar </strong>(Ketua DPD), <strong>Wawa Wikusna,ST</strong>(Sekretaris),<strong> Safari Indra, SE</strong> (Bendahara), <strong>Ari Mulyana</strong> ( Koordinator Antar Lembaga), <strong>Suryana</strong> (Koordinator Bandung Selatan I Dayeh Kolot, Bojong Soang), <strong>Jajang Djarot </strong>(Koordinator Bandung Selatan II Bale Endah, Ciparay dan Majalaya), <strong>Dadang Syariefudin </strong>( Koordinator Bandung Selatan III Banjaran, Pameungpeuk dan Arjasari).</p>
<p><em>(ND/Opinimasyarakat.com)</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/budipraptono.wordpress.com/83/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/budipraptono.wordpress.com/83/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=83&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2008/09/11/masyarakat-bandung-selatan-desak-pemerintah-tetapkan-mochtoha-sebagai-pahlawan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lebih Baik Orang Miskin Sabar atau Orang Kaya Bersyukur</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2008/08/27/lebih-baik-orang-miskin-sabar-atau-orang-kaya-bersyukur/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2008/08/27/lebih-baik-orang-miskin-sabar-atau-orang-kaya-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 10:44:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Budi Praptono
Amat : Ki, ternyata tadi pagi ada acara kuliah subuh di TV, pak Ustad bilang, bahwa bahwa ternyata orang kaya bersyukur itu lebih baik orang miskin bersabar!
Ki Sentul : Ustadnya sapa, namanya?
Amat : Anu,…., aduh lupa Ki, pokoknya pakai profesor gitu!
Ki Sentul : Tapi profesor bener khan!; gini lho Orang miskin sabar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=72&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span lang="IN">Oleh : Budi Praptono</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Amat :<span> </span>Ki, ternyata tadi pagi ada acara kuliah subuh di TV, pak Ustad bilang, bahwa bahwa ternyata orang kaya bersyukur itu lebih baik orang miskin bersabar!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ki Sentul : Ustadnya sapa, namanya?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Amat : Anu,…., aduh lupa Ki, pokoknya pakai profesor gitu!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ki Sentul : Tapi profesor bener khan!; gini lho </span><span lang="IN">Orang miskin sabar dan orang kaya bersyukur itu rumus yang harus dilakukan oleh </span><span id="more-72"></span><span lang="IN">orang miskin dan orang kaya.</p>
<p>Amat : Maksudnya apa tho, Ki, koq malah bingung, aku!</p>
<p>Ki Sentul : Ya, bingung, wong ngajimu masih pakai utek, tok;<span> </span>ngak pakai qolbu!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Amat : to the point saja, Ki!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ki Sentul : Gini, Kalau semua kaya kira-kira, jalan nggak!? Atau lebih-lebih kalau semuanya miskin, jalan ngak?! Karena, kaya, miskin itu sudah ketetapan Alloh; yang sederhana saja, kalau semuanya kaya dan sama; bagaimana bisa sodaqoh?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Amat : Ya, kalau saya ya lebih baik kaya bersyukur, Ki!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ki Sentul : Dasar wong mlarat, ngelihat orang kaya selalu enak!; lha kamu miskin saja tidak sabar; pasti kalau kaya pasti tidak bersyukur!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Amat : Ya, belum tentu, Ki!, khan belum dibuktikan?!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ki Sentul : Terserah!; pokoknya manusia itu dinilai Tekad, Ucap, dan Lampah semua hanya karena Alloh, asal ini sudah dikerjakan dengan sungguh-sungguh, nilai 100; Selanjutnya, hasil itu yang menentukan Alloh; makanya manusia dinilai dari tawakalnya; yang sesuai dengan harapan bersyukur kepada Alloh dan belum sesuai dengan Sabar dan Sholat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Amat : Kepanjangan, Ki; Sing penting Kaya bersyukur lebih baik dari pada Miskin bersyabar!</span></p>
<p><span lang="IN">Ki Sentul : Bocah, koq ngeyel; berarti kamu protes ke Gusti Alloh; dikasih miskin saja nggak sabar; apalagi dikasih kaya, ngrusak tatanan!</span></p>
<p><strong>****</strong></p>
<p><em>(Opinimasyarakat.com)</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/budipraptono.wordpress.com/72/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/budipraptono.wordpress.com/72/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=72&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2008/08/27/lebih-baik-orang-miskin-sabar-atau-orang-kaya-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trotoar Bukan Untuk Jalan Kaki?</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2008/08/12/trotoar-bukan-untuk-jalan-kaki/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2008/08/12/trotoar-bukan-untuk-jalan-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 12:18:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Budi Praptono
Pagi-pagi Ki Sentul, seperti biasanya ngedumel sendirian sambil geleng-geleng, ini pasti pertanda ada yang mengusik hatinya terhadap masa depan bangsa Indonesia yang tercinta ini “biar keren, masa hanya orang-orang gedean yang boleh pakai istilah ini”.
Tiba-tiba datang Nurdin, langsung negur: “Ki, ngapain pagi-pagi koq kelihatan susah mikirin apa, tho Ki, kayak orang penting [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=52&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span lang="IN">Oleh : Budi Praptono</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pagi-pagi <strong>Ki Sentul</strong>, seperti biasanya ngedumel sendirian sambil geleng-geleng, ini pasti pertanda ada yang mengusik hatinya terhadap masa depan bangsa Indonesia yang tercinta ini “biar keren, masa hanya orang-orang gedean yang boleh pakai istilah ini”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tiba-tiba datang <strong>Nurdin</strong>, langsung negur: “Ki, ngapain pagi-pagi koq kelihatan susah mikirin apa, tho Ki, kayak orang penting saja?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Ki Sentul</span></strong><span lang="IN"> : Hus, urusan mikir ya, harus semua orang; menungso kenopo dikasih utek ya, untuk mikir!</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Nurdin</span></strong><span lang="IN"> : mikir ya mikir Ki, tapi ya sesuai ukurannya saja, nanti panas lho Ki, bisa-bisa mbledos uteke!</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Ki Sentul</span></strong><span lang="IN"> : Hus, bocah edan!</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Nurdin</span></strong><span lang="IN"> : Ki, gak usah mikiran yang tinggi-tinggi, toh disamping</span><span id="more-52"></span><span lang="IN"> nggak</span><span lang="IN"> nyampai, toh nggak ada yang dengerin!</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Ki Sentul</span></strong><span lang="IN"> : Sopo, sing mikir tinggi-tinggi, wong aku mikirin urusan trotoar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Nurdin </span></strong><span lang="IN">: lha wong trotoar koq dipikirin, kan udah jelas, yang namanya trotoar, ya dipakai orang jalan kaki agar tidak ketabrak kendaraan, gitu Ki. Lha ini bukan ketinggian, tapi terlalu sepele, Ki, namanya!</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Ki Sentul</span></strong><span lang="IN">: Gundulmu, itu; kalau Cuma itu cucuku, anak kelas 1 SD, juga sudah tahu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Nurdin</span></strong><span lang="IN"> : Lho, masalahnya apa, malah bikin mumet Ki, mendingan kalau udah sarapan, mumet tapi nggak lemes!</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Ki Sentul</span></strong><span lang="IN"> : Weleh-weleh, minta sarapan, aja koq muter-muter! Urusan sarapan gampang asal kamu udah waras pikiranmu dulu. Gini lho, Trotoar khan fungsinya seperti omongan kamu, untuk orang jalan; tapi kamu lihat, trotoar sekarang sudah pada penuh para pedagang; yang lebih gila, tadi sepede motor pada lewat trotoar, karena nggak sabaran pingin cepet saja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Nurdin : </span></strong><span lang="IN">Lho itu udah biasa Ki, motor lewat trotoar!</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Ki Sentul</span></strong><span lang="IN"> : Dasar Semprol, Biasa bukan berarti bener!; Yang aneh pemakai sepeda motor tadi marah-marah, sambil melotot ke pejalan kaki, gara-gara motornya mau lewat kehalangan. Ya, inilah yang dinamakan jaman edan, sudah salah, mengambil haknya orang, eh malah marah-marah orang ke yang berhak. Awas, jangan ngomong yang ini biasa juga, tak kampleng kamu!.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Nurdin : </span></strong><span lang="IN">Politikus, koq gampang marah; mbok kayak di TV-TV itu Ki,…</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Ki Sentul</span></strong><span lang="IN"> : Kalau dia bukan sabar, tapi ngempet, biar…..; udah-udah,<span> </span>malah ngelantur kemana-kemana. Udahlah sarapan saja kita.<span> </span></span></p>
<p><span lang="IN">****</span></p>
<h2><a title="Trotoar Bukan Untuk Jalan Kaki?" rel="bookmark" href="http://www.opinimasyarakat.com/2008/07/08/trotoar-bukan-untuk-jalan-kaki-dialog-budaya/">Trotoar Bukan Untuk Jalan Kaki?</a></h2>
<p>dari : Opini Masyarakat</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/budipraptono.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/budipraptono.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=52&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2008/08/12/trotoar-bukan-untuk-jalan-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>