<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Merah Putih Bersatu &#187; Artikel Sahabat</title>
	<atom:link href="http://budipraptono.wordpress.com/category/artikel-sahabat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budipraptono.wordpress.com</link>
	<description>Menuju Indonesia Menjadi Mercusuar Dunia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Dec 2009 07:07:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='budipraptono.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3ac43a03ba90685289b55a9217ca2f9f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Merah Putih Bersatu &#187; Artikel Sahabat</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://budipraptono.wordpress.com/osd.xml" title="Merah Putih Bersatu" />
		<item>
		<title>Suaramerdeka.com: Menumbuhkan Percaya Diri Menuju INP2BD</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/12/suaramerdeka-com-menumbuhkan-percaya-diri-menuju-inp2bd/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/12/suaramerdeka-com-menumbuhkan-percaya-diri-menuju-inp2bd/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 15:40:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[

Inferioritas ini dikarenakan bangsa Indonesia telah kehilangan nilai-nilai luhurnya.

Demikian yang terungkap dalam dalam diskusi dan bedah buku bertema “Menumbuhkan Percaya diri Menuju Indonesia (Nusantara) Menjadi Pemimpin Peradaban Baru Dunia (INP2BD)” karya Budi Praptono di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jawa Barat Jabar Jl. Soekarno-Hatta 629 Bandung, Sabtu (4/7/09) Hasil kerjasama Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK) Jawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=290&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="../files/2009/07/logo-inp2bd-nurdin.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="../files/2009/07/logo-inp2bd-nurdin.jpg"><img title="Logo INP2BD " src="../files/2009/07/logo-inp2bd-nurdin.jpg?w=259" alt="Logo INP2BD " width="259" height="300" /></a></p>
<p><strong>Inferioritas ini dikarenakan bangsa Indonesia telah kehilangan nilai-nilai luhurnya.<br />
</strong><br />
Demikian yang terungkap dalam dalam diskusi dan bedah buku bertema “Menumbuhkan Percaya diri Menuju Indonesia (Nusantara) Menjadi Pemimpin Peradaban Baru Dunia (INP2BD)” karya Budi Praptono di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jawa Barat Jabar Jl. Soekarno-Hatta 629 Bandung, Sabtu (4/7/09) Hasil kerjasama Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK) Jawa Barat,Padajaya Publishing dan BAPUSIPDA Jabar.</p>
<p>Hadir sebagai nara sumber dalam acara tersebut yaitu Budi Praptono, Moivator Penggagas INP2BD, sekaligus penulis buku Indonesia (Nusantara) Pemimpin Peradaban Baru Dunia-Membangun Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang, Agus Hanafi (Ketua DPP Sahaya Yoga Indonesia dan Ketua LSM Kekar Merah Putih, Dipandu Moderator Asep Rohmandar Sekretaris APDK Provinsi Jabar, acara juga dimeriahkan oleh suguhan Musik “Akustik Kebangsaan” Alvabet Band.<br />
<strong><br />
Semangat Revolusi Jiwa</strong><br />
Pada kesempatan tersebut, Budi Praptono, mengingatkan<span id="more-290"></span> pesan Bung Karno “Revolusi Belum Selesai”. Ia menjelaskan setelah revolusi fisik tahun 1945 sebenarnya bangsa Indonesia masih mempunyai perjuangan yang besar yaitu Revolusi Jiwa. Kita diajak untuk menjadi jiwa-jiwa yang merdeka yaitu jiwa yang mandiri yang tidak bergantung kepada kekuatan asing tetapi lebih bergantung kepada kemampuan sendiri dan tentu kepada Tuhan YME.</p>
<p>Menurutnya, ironis memang kalau menyaksikan bangsa Indonesia yang hanya menjadi bangsa yang inferior, bangsa yang minder yang tidak percaya pada kemampuan sendiri sehingga mudah dipengaruhi orang lain. Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia telah kehilangan nilai-nilai luhurnya. Ajaran tentang kejujuran, hidup apa adanya, toleransi dan lain-lain telah menjadi barang langka bagi bangsa ini. Yang ada, marak terjadi keserakahan, kerakusan ditandai dengan perilaku korupsi dengan segala macam bentuknya, demikian papar Budi Prap.</p>
<p>Masih menurut Budi, kata ikhlas pun agaknya sangat jarang kita temui di negeri ini. Kita masih menghitung untung rugi seperti pada teori orang dagang. Ketika melihat keberhasilan orang lain kita sering tidak ikhlas untuk memberikan apresiasi yang ada adalah kompromi dari pada dibilang orang yang tidak toleransi.</p>
<p>Menyinggung masalah sosialisme, Budi kembali menegaskan bahwa ada pandangan keliru ketika orang bicara sosialisme. Sosialisme sering disamakan dengan komunisme. Padahal kalau kita jujur sosialisme adalah mutiara dari setiap ajaran agama. Artinya omong kosong orang beragama dengan baik bila tidak mempunyai jiwa sosial. Sedangkan ketika membahas kata Adil, Budi menerangkan dari pendekatan ilmu statistik. Menurutnya adil bisa tercapai apabila variansi antara orang kaya dengan orang miskin kecil. Ia menjelaskan maksud dan tujuan diterbitkannya buku Indonesia (Nusantara) Pemimpin Peradaban Baru Dunia adalah dalam rangka membangun bangsa yang mandiri dan mempunyai kebernian berekspresi.</p>
<p>Diakhir paparanya Budi mengajak masyarakat untuk kembali kepada nilai dan ruh jati diri bangsa yang menjungjung tinggi semangat spiritual Ilahiah (Ketuhanan), semangat kemandirian, kejujuran dan keadilan”.<strong> </strong></p>
<p><strong>Saatnya Bangkit</strong><br />
Agus Hanafi, narasumber diskusi, mengapresiasi buku karya Budi praptono ini, &#8220;Pertama, kita sudah melihat bahwa idealisme berbangsa dan bertanah air yang satu Indonesia, sudah dikalahkan berhala “pembangunan Nasional” yang justru tidak mampu membentuk konstruksi masyarakat yang mempribumi dlam keluarganya sendiri.</p>
<p>Kedua, tatar dan tatanan budaya nusantara mengalami degradasi yang sangat besar dan tidak dapat lagi disejajarkan  sebagai bangsa Nusantara sejati.</p>
<p>Oleh karena itu saya merasa terhormat dapat berbicara diforum ini Forum intetelktual yang memiliki cakupan besar dalam sejarah nusantara di dalam era globalisasi serta jaman krisis ekonomi yang berkepanjangan dengan menampilkan tradisi pemikiran yang begitu kuat tapi sederhana, lugas tapi tidak pragmatis, baik dalam pemikiran nasionalisme maupun pemikiran sosial kemasyarakatan.</p>
<p>Sejalan dengan semangat Budi Praptono yang tertuang dalam bukunya, memang benar bahwa diperlukan adanya transformasi  aktif dalam menuju Masyarakat Baru Nusantara yang sangat kuat, karena, masyarakat adalah mahluk yang sangat sosial sesuai dengan habitatnya yang seharusnya mempunyai kandungan makna kesatuan antara kebhinekaan (diversity) dan kekhasan (uniqueness).</p>
<p style="text-align:center;">http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=904</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=290&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/12/suaramerdeka-com-menumbuhkan-percaya-diri-menuju-inp2bd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/07/logo-inp2bd-nurdin.jpg?w=259" medium="image">
			<media:title type="html">Logo INP2BD </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budi Praptono Luncurkan INP2BD</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/05/budi-praptono-luncurkan-inp2bd/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/05/budi-praptono-luncurkan-inp2bd/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 14:02:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Budi Praptono (Kanan) Agus Hanafi (Tengah) dipandu Moderator Rohmandar (Kiri) Dalam diskusi dan Bedah Buku Menumbuhkan Percaya Diri Menuju Indonesia Nusantara Pemimpin Peradaban Baru Dunia (INP2BD), Sabtu 3 Juli 2009 di Gedung Perpustakaan Daerah Jawa Barat Jl. soekarbo-Hatta no. 629 Bandung.
(Media Center APDK Jabar)
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=283&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://budipraptono.files.wordpress.com/2009/07/bedah-buku-budi-praptonokanan-agus-hanafitengah-asep-rohmandar-kiri-dalam-bedah-buku.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-282" title="Bedah Buku Budi Praptono" src="http://budipraptono.files.wordpress.com/2009/07/bedah-buku-budi-praptonokanan-agus-hanafitengah-asep-rohmandar-kiri-dalam-bedah-buku.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bedah Buku Budi Praptono" width="300" height="225" /></a>Budi Praptono (Kanan) Agus Hanafi (Tengah) dipandu Moderator Rohmandar (Kiri) Dalam diskusi dan Bedah Buku Menumbuhkan Percaya Diri Menuju <strong>Indonesia Nusantara Pemimpin Peradaban Baru Dunia (INP2BD)</strong>, Sabtu 3 Juli 2009 di Gedung Perpustakaan Daerah Jawa Barat Jl. soekarbo-Hatta no. 629 Bandung.</p>
<p style="text-align:center;">(Media Center APDK Jabar)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=283&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/05/budi-praptono-luncurkan-inp2bd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budipraptono.files.wordpress.com/2009/07/bedah-buku-budi-praptonokanan-agus-hanafitengah-asep-rohmandar-kiri-dalam-bedah-buku.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bedah Buku Budi Praptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengurus APDK  Indonesia DPD Jawa Barat Dikukuhkan.</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/04/pengurus-apdk-indonesia-dpd-jawa-barat-dikukuhkan/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/04/pengurus-apdk-indonesia-dpd-jawa-barat-dikukuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 14:07:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Bandung- Dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat dan meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui pengenalan jati diri serta kompetensi diri, yang disertai ahlak mulia,  sejumlah masyarakat Jawa Barat yang tergabung dalam Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK) Indonesia, Kamis (2/7/09) telah mengukuhkan kepengurusan APDK Jabar Periode Tahun 2008-2013, bertempat di Aula BAPUSIPDA Jabar Jl. Kawaluyaan Kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=285&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Bandung</strong>- Dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat dan meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui pengenalan jati diri serta<span> </span>kompetensi diri, yang disertai ahlak mulia, <span> </span>sejumlah masyarakat Jawa Barat yang tergabung dalam<span> </span>Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK) Indonesia, Kamis (2/7/09) telah<span> </span>mengukuhkan kepengurusan APDK Jabar Periode Tahun 2008-2013, bertempat di Aula BAPUSIPDA Jabar Jl. Kawaluyaan Kota Bandung.</p>
<p class="MsoNormal">Acara pengukuhan dilaksanakan oleh Kepala BAPUSIPDA (Badan Perpustakaan Dan Arsip Daerah) Provinsi Jawa Barat, Drs<strong>. Dedi Junaedi,MSi</strong>, disaksikan Dewan Penasehat APDK Indonesia <strong>Ir. Budi Praptono,MM</strong>., Kepala Bidang PPPBB BAPUSIPDA Jabar, <strong>Dra. Oom Nurrohmah,MSi</strong>, dan sejumlah tokoh masyarakat Jawa Barat.</p>
<p>Susunan Pengurus APDK Jabar yang dikukuhkan diantaranya <span> </span>Gubernur Jawa Barat (Pelindung), Kepala BAPUSIPDA Jabar (Pembina), <span> </span>Budi Praptono,Ir.,MM, Drs. Ano Sutrisno ( Dewan Penasehat), <strong>Asep Solichin</strong> (Ketua), <strong>Sumpena</strong> (Wakil Ketua I), <strong>Dedi J</strong> <span id="more-285"></span>(Wakil Ketua II), <strong>Didi</strong> (Wakil Ketua III), <span> </span><strong>Asep Rohmandar</strong> (Sekretaris I), <strong>Nurdin S Drajat</strong> ( Sekretaris II) dan <strong>Elis Lisnawati</strong><span> </span>(Bendahara).</p>
<p class="MsoNormal">Kepala BAPUSIPDA Jabar<span> </span>Drs. Dedi Junaedi,MSi, mengatakan bahwa<span> </span>APDK Jabar<span> </span>merupakan mitra kerja BAPUSIPDA Jabar. Dedi sangat mengapresiasi gagasan pembentukan APDK yang merupakan pertama kali di Indonesia dan dimulai oleh Jawa Barat. Dengan adanya kehadiran organisasi ini Dedi berharap masyarakat Jawa Barat dan meningkat budaya bacanya, yang berujung pada meningkatnya IPM Jawa Barat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sementara itu Ir. Budi Praptono.,MM,Dewan Penasehat APDK Indonesia, yang juga Dosen Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) Bandung <span> </span>disela-sela pengukuhan mengatakan, bahwa kehadiran APDK dan seluruh elemen Perpustakaan Desa Dan Kelurahan, selain menumbuhkan budaya baca, diharapkan juga<span> </span>dapat meningkatkan visi masyarakat dan pengenalan jati diri bangsa.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“ Tiap-tiap daerah memiliki potensi dan karakter yang berbeda, disinilah peran APDK untuk mengantarkan masyarakat agar menyadari dan<span> </span>percaya diri<span> </span>terhadap jati diri bangsa, selain itu APDK harus mengembangkan potensi diri masyarakat <span> </span>dan potensi daerah dengan semangat kemandirian Buku-buku yang tersedia juga tentunya harus diutamakan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter potensi masyarakat di tiap-tiap daerah” Kata Budi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“ Membaca saja tidak cukup, kalau tidak dibarengi dengan pengenalan dan<span> </span>pengembangan<span> </span>nilai dan ruh jati diri bangsa yang menjungjung tinggi semangat spiritual Ilahiah (Ketuhanan), semangat kemandirian, kejujuran dan keadilan” Tambah Budi.</p>
<p class="MsoNormal">Ketua APDK Jabar Asep Solichin mengatakan APDK Jabar dibentuk oleh insan-insan<span> </span>penggerak perpustakaan dan taman bacaan masyarakat (TBM) pada Tahun 2008 lalu. Sampai saat ini menurut Asep telah terdaftar sekitar 529 lebih anggota APDK Jabar, dari 16 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bandung,<span> </span>2 Juli 2009</p>
<p class="MsoNormal">Media Center APDK Jabar</p>
<p class="MsoNormal">Telp. 022-91310695, 022- <span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;">Telp. 022-70734991 </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;">Email : ndrajat@gmail.com</span></p>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=285&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/04/pengurus-apdk-indonesia-dpd-jawa-barat-dikukuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi &amp; Bedah Buku di Tobucil &amp; Klabs Bandung</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/27/diskusi-bedah-buku-di-tobucil-klabs-bandung/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/27/diskusi-bedah-buku-di-tobucil-klabs-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 13:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Menyedot Teh di Dalam Botol 
“Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro”  -tagline iklan Teh Botol-


Sebuah buku dengan judul yang sangat panjang : (Membangun Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang ‘Revolusi Belum Selesai’, Indonesia [Nusantara] Pemimpin Peradaban Baru Dunia) didiskusikan di Tobucil. “Sebetulnya judul ini ada kata-kata kuncinya,” ujar Pak Budi Praptono, sang penulis. “Kuncinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=274&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Menyedot Teh di Dalam Botol </strong></p>
<p>“Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro”  -tagline iklan Teh Botol-</p>
<p><img src="http://lh6.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8O0zI_eRI/AAAAAAAADio/Kx1mrmAgR7o/s1600/diskusinya4.jpg" border="0" alt="[diskusinya4.jpg]" /></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/ROOM10%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p>Sebuah buku dengan judul yang sangat panjang : (Membangun Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang ‘Revolusi Belum Selesai’, Indonesia [Nusantara] Pemimpin Peradaban Baru Dunia) didiskusikan di Tobucil. “Sebetulnya judul ini ada kata-kata kuncinya,” ujar Pak Budi Praptono, sang penulis. “Kuncinya ‘Revolusi Belum Selesai’ dan ‘Indonesia Pemimpin Peradaban Dunia’.” Mengacu pada Bung Karno, Pak Budi melihat bahwa kemerdakaan yang terjadi di Indonesia baru sebatas kemerdekaan fisik. “Jiwa (bangsa Indonesia) belum merdeka, kita kan masih inferior,” ungkapnya lagi.</p>
<p>Itu sebabnya melalui buku yang ia tulis, Pak Budi mengajak bangsa Indonesia untuk berani bermimpi menjadi<span id="more-274"></span> pemimpin peradaban dunia. “Bangsa Amerika, misalnya, bisa besar karena berani mimpi dulu,” begitu kata Pak Budi.  diskusinya  Diskusi yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tersebut berlangsung khidmat dan nasionalistik bak rapat-rapat di masa kebangkitan nasional. Pak Budi dan Pak Natsir (aktivis senior Salman ITB) yang menjadi pembicara hari itu memotivasi peserta diskusi untuk merasa bangga pada budaya sendiri. Sebagai cucu dalang, Pak Budi juga menyinggung-nyinggung kebudayaan Jawa dan dunia perwayangan.</p>
<p>Sebagai perwakilan dari AJI, tak ketinggalan Mas Argus Firmansah urun komentar, “Di dalam buku ini saya melihat pembahasan mengenai local wisdom. Orang-orang barat sekarang justru sedang membaca local wisdom kita.” Fenomena itulah yang membuat Mas Argus optimis bahwa Indonesia akan atau bahkan dapat dikatakan sudah memimpin peradaban dunia.</p>
<p>Hmmm … lalu apa hubungannya diskusi ini dengan kutipan iklan di awal artikel ?  Begini. Ketika Mas Deri, salah seorang peserta diskusi menanyakan upaya apa yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan mental mandiri bangsa, Pak Budi menjawab, “Ya … keberanian untuk keluar dari penjara inferioritas yang tidak kelihatan ini.”  Berbotol-botol Teh Botol yang dipenjara dalam bening dan sempit botol dihidangkan sebagai pelepas dahaga bagi peserta diskusi.  “Yang bikin Teh Botol Sosro ini namanya Sosro Jaya. Dalam bahasa Jawa, Sosro Jaya artinya seribu kejayaan,” ujar Pak Natsir.  Mereka yang terpenjara itu berani keluar lalu mengalir dalam diri manusia.  Menjadi seribu kejayaan.  Lebih dari sekedar teh yang menggenang diam-diam.</p>
<p>Sundea,Tobucil, Kamis 18 Juni 2009-</p>
<p>(tobucil.blogspot.com)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=274&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/27/diskusi-bedah-buku-di-tobucil-klabs-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh6.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8O0zI_eRI/AAAAAAAADio/Kx1mrmAgR7o/s1600/diskusinya4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">[diskusinya4.jpg]</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/ROOM10%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/23/270/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/23/270/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 14:17:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[






Judul buku : Membangung Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang (Revolusi Belum Selesai) 
Pengarang : Budi Praptono, dkk.
Penerbit : Padajaya Publishing
Harga buku : Rp. 25.000,00
Harga Tobucil : Rp. 22.500,00
Sebuah kegelisahan yang menarik untuk dibaca. Wayang adalah kisah pergumulan peran dalang dengan zamannya. Demikian ketika membaca tulisan Budi Praptono. Sebagai cucu dalang secara genealogis dan genetis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=270&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://lh4.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8PpToP4pI/AAAAAAAADjg/om7PDxiOR_A/s1600-h/coverbukuperadaban4.jpg"><img class="aligncenter" style="display:inline;margin-left:0;margin-right:0;border-width:0;" title="coverbukuperadaban" src="http://lh6.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8Pr6Tf3kI/AAAAAAAADjk/8Dt4IbzDLJU/coverbukuperadaban_thumb2.jpg?imgmax=800" border="0" alt="coverbukuperadaban" width="128" height="178" align="left" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p><strong>Judul buku : Membangung Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang (Revolusi Belum Selesai) </strong></p>
<p>Pengarang : Budi Praptono, dkk.</p>
<p>Penerbit : Padajaya Publishing</p>
<p>Harga buku : Rp. 25.000,00</p>
<p>Harga Tobucil : Rp. 22.500,00</p>
<p>Sebuah kegelisahan yang menarik untuk dibaca. Wayang adalah kisah pergumulan peran dalang dengan zamannya. Demikian ketika membaca tulisan Budi Praptono. Sebagai cucu dalang secara genealogis dan genetis tetntu ia paham bagaimana mendorong lahirnya sebanyak mungkin wayang berwatak utama. Tidak peduli apakah ia berwujud satriya, raksasa, brahmana maupun punakawan. Itulah yang diperlukan di masa depan.  -Achmad Natsir Budiman, Aktivis Senior Salman ITB-  &#8212;</p>
<p>&#8211;Tobucil.blogspot.com</p>
<p><strong>tobucil &amp; klabs jalan aceh 56  Bandung 40113 t/f. +62 22 4261548<br />
email: tobucil@yahoo.com</strong></p>
<p><strong>Buku tersedia di Tobucil dan Toko-Toko Buku Lainnya..<br />
</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=270&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/23/270/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh6.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8Pr6Tf3kI/AAAAAAAADjk/8Dt4IbzDLJU/coverbukuperadaban_thumb2.jpg?imgmax=800" medium="image">
			<media:title type="html">coverbukuperadaban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengurai Benang Kusut Nasib Pekerja dan Perburuhan Di Indonesia</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/01/05/mengurai-benang-kusut-nasib-pekerja-dan-perburuhan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/01/05/mengurai-benang-kusut-nasib-pekerja-dan-perburuhan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 09:13:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi Refleksi Awal Tahun 2009 dan  Kondisi Pekerja /Buruh dan Solusinya
 Tema: “Mengurai Benang Kusut Nasib Pekerja dan Perburuhan Di Indonesia”
Oleh : Team Merah Putih Bersatu dan Forum Diskusi Pekerja dan Buruh (Forsi PB)  Se Bandung Raya.
1. Pendahuluan
Berbicara tentang masalah perburuhan di Indonesia, adalah sangat rumit dan tidak pernah kunjung menunjukan titik terang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=222&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Diskusi Refleksi Awal Tahun 2009 dan  Kondisi Pekerja /Buruh dan Solusinya</p>
<p><strong> Tema: “Mengurai Benang Kusut Nasib Pekerja dan Perburuhan Di Indonesia”<br />
Oleh : Team Merah Putih Bersatu dan Forum Diskusi Pekerja dan Buruh (Forsi PB)  Se Bandung Raya.</strong></p>
<p>1. Pendahuluan<br />
Berbicara tentang masalah perburuhan di Indonesia, adalah sangat rumit dan tidak pernah kunjung menunjukan titik terang. Hal ini disamping masalah perburuhan tersebut sangatlah multidimensional yang saling terkait, tetapi dalam mencari penyelesaiannya adalah sangat terkotak-kotak yang terbatas; bahkan tidak tertutup kemungkinan permasalahan perburuhan hanya dipandang sebagai problema amunisi politis, yang keberadaan masalahnya dimanfaatkan hanya untuk kepentingan politik sesaat, sehingga masalah tersebut dibiarkan selalu ada atau selalau tidak tuntas.</p>
<p>Beberapa hal diatas terjadi, tentu karena ketidak<span id="more-222"></span> cerdasan mayoritas masyarakat Indonesia yang tentu didalamnya adalah kaum pekerja dan buruh. Saat ini Bangsa kita nyaris sudah kehilangan jati diri.<br />
Berbicara jati diri bangsa tidak terlepas dari &gt;jati diri kita masing -masing. Mustahil kita akan menjadi Bangsa yang cerdas, kalau kita sedang dalam kehilangan jati diri. Pertanyaannya Kenapa jati diri kita tidak tumbuh? Karena model pembelajaran kita saat ini lebih indoktrinasi atau penyergaman sehingga tdk membuat ruang bagi kita untuk tumbuh, sehingga yang terjadi adalah jati diri tidak tumbuh atau jati diri bangsa hilang. Kalau jati diri tidak tumbuh berarti bangsa tidak cerdas.</p>
<p>Orang cerdas itu adalah orang yg tahu tentang kelebihan dan kekuarang masing-masing. Orang yang seperi itu yang akan bisa berkembang dan mengembangkan orang lain, karena tahu kelemahan diri dimana, kelebihan orang lain dimana. Dengn demikian kita akan tahu Negara ini mau dibawa kemana.</p>
<p>Kaum pekerja,buruh,  perlunya melankukan langkah-langkah sebagai berikut :<br />
• Membangun komunikasi, serta persatuan dan kesatuan kaum pekerja dan buruh se Bandung Raya khususnya se Indonesia umumnya menuju kaum pekerja, buruh, petani yang cerdas dan mempunyai semangat kerja keras..<br />
• Menyampaikan aspirasi atau tuntutan kepada Pemerintah dan mekanisme sosial untuk melakukan pemberdayaan kepada para mantan pekerja dan buruh yang telah mengalami pemutusan hubungan kerja.<br />
• Mendapatkan rumusan solusi bersama atas keterpurukan bangsa dalam mengurus kaum pekerja, Petani dan Buruh serta sektorlainnya seperti Ekonomi (pemerataan), sosial (pemerbadayaan masyarakat), hukum, dan lingkungan.</p>
<p>2. Kondisi Buruh Saat ini (Data &amp; Fakta Masalah Buruh).</p>
<p>Korban PHK<br />
Krisis kaum pekerja/buruh sudah berlangsung sejak Tahun 1992, disusul tahun 1997 perusahaan banyak yang gulung tikar. Diakui atau tidak globalisasi telah merenggut banyak korban terutama pekerja dan buruh akibat dari kalah bersaingnya industri di Tanah Air oleh produk-produk impor dari luar negeri, seperti Cina dan Amerika.</p>
<p>Keadaan ini diperparah pada penghujung Tahun 2008, akibat dari terjadinya Krisis Finansial Global, sehingga banyak kaum pekerja/buruh yang mengalami pemutusan hubungan Kerja (PHK) hal ini tentu menambah deretan pengangguran di tanah Air. Dapat kita bayangkan dengan banyaknya PHK-PHK susulan tentu ini menambah jumlah pengangguran semakin membengkak.<br />
Di Bandung Raya ( Kab. Bandung, Bandung Barat &amp; Cimahi)  saja saat ini kaum buruh yang terancam PHK sebanyak 14 ribu orang.</p>
<p>Pemberdayaan Mantan Pekerja /Buruh Yang terkena PHK Baru janji.</p>
<p>Untuk menangani masalah-masalah pemberdayaan mantan pekerja/buruh korban PHK, di Kab. Bandung (Disnaker) baru sebatas janji. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda realisasi pendirian balai –balai pelatihan kerja bagi korban PHK di tiap-tiap kecamatan. Sebelumnya, pemerintah Provinsi Jabar pernah menyampaikan bahwa menyiapkan dana 47 milyar untuk pendirian balai pelatihan Kerja, dan Pemerintah Kab. Bandung 485 Juta untuk kepentingan yang sama, yang juga sebagai jarring pengaman sosial.<br />
Hal ini tentu perlu penanganan pemerintah dan pihak –pihak terkait guna menanganinya.</p>
<p>3. Solusi  Mikro (Pekerja /Buruh dan Industri)<br />
a.	Peningkatan Nilai Tawar Pekerja/Buruh<br />
Hukum Mekanismen Pasar : Supply-demand. Dalam hal ini kaum buruh yang disamping secara kuantitas adalah besar, tetapi secara kualitas rata-rata kurang berkembang atau tidak dikembangkan; maka dengan demand yang terbatas, sudah otomatis nilai tawar buruh adalah dalam pihak yang kalah. Konsekuensi dari ini adalah penghargaan terhadap kaum buruh cenderung kurang dihargai atau dengan kata lain cenderung murah. Oleh karena itu profesionalisme buruh mutlak diperlukan, selain penghargaan (reward) dari perusahaan.</p>
<p>b.	Memangkas Biaya Produksi Industri Yang Tidak Resmi (Cost Production)<br />
Suka atau tidak suka, cara pandang terhadap buruh sekarang ini masih mengarah sejajar dengan Mesin, Material, Uang, dll, yang akibatnya, penanganan terhadap buruh lebih kepada sekedar bagian dari komponen biaya produksi. Konsekuensi dari cara pandang ini adalah bagi pengusaha adalah bagaimana menekan biaya produksi serendah mungkin, termasuk biaya buruh tersebut, dan lebih parah lagi nilai tawar buruh cenderung lemah, yang berakibat upah buruh cenderung murah.</p>
<p>Berbicara biaya produksi, selain adanya biaya-biaya yang secara proses produksi, memang harus terjadi, ada juga biaya-biaya karena pengaruh regulasi, misalnya perpajakan, yang keberadaannya selain diperlukan untuk kelangsungan sebuah system Negara salah satu peran utamanya sebagai penjaga mekanisme sosial, tetapi tidak boleh tumpang tindih dan tidak rasional. Tetapi yang tidak kalah penting, adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tetapi tidak resmi, yang bisa jadi cenderung besar, komponen inilah yang walaupun tidak resmi, tetapi bagi perusahaan tetap dijadikan sebagai komponen biaya, apakah merupakan bagian dari biaya produksi atau masuk dalam biaya pemasaran atau yang lainya. Kalau komponen ini tidak bisa dihindari oleh perusahaan, maka perusahaan akan menekan biaya yang lainnya, yang paling rendah nilai tawarnya, alternatifnya adalah biaya buruh.</p>
<p>Dengan demikian biaya-biaya yang tidak resmi, perlu didorong untuk dihilangkan, sehingga kesempatan buruh untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik, lebih terbuka.<br />
Kami sebagai buruh jelas-jelas mendukung perushaan untuk memangkas biaya –biaya yang tidak resmi seperti diatas.</p>
<p>c.	Mendorong kebijakan profit sharing ( motivator factor).<br />
Selama ini, perlakuan terhadap buruh hanya lebih sebatas pada permasalan hygiene factor, padahal factor inilah sekedar harus ada, yakni kalau tidak ada membuat buruh tidak puas, tetapi kalau adapun tidak membuat buruh itu puas, gaji, honor, dll.<br />
Kami menginginkan perusahaan, selain menyelesaikan permasalahan hygiene factor, juga yang tidak kalah penting untuk meningkatkan peranan motivator factor, yakni Sesuatu yang membuat buruh menjadi puas, yakni rasa memiliki terhadap keberhasilan perusahaan, keberadaannya dianggap penting dalam prestasi perusahaan, dll.<br />
Misalkan kebijakan perusahaan, untuk membuat buruh tidak sekedar komponen produksi, tetapi buruh dimasukan dalam kebijakan profit sharing, sehingga pada saat perusahaan mendapatkan keuntungan, buruh mendapatkan bagiannya; demikian hubungan buruh tidak sebagai pihak yang berhadap-hadapan, tetapi merupakan sebuah mitra dalam perusahaan.</p>
<p>d.	Kecerdasan dalam Peran Pribadi dan Peran Pekerja/Buruh.<br />
Dalam hal ini, kami menyerukan bahwa seorang buruh selain berperan sebagai pekerja, yang tentu harus professional dengan segala hak dan kewajibannya, kaum buruh juga merupakan berperan sebagai pribadi dalam keluarga dan masyarakat. Sebagai pribadi, kaum pekerja/buruh harus cerdas dalam mensikapi hidupnya, orang bijak mengatakan hidup adalah sebuah mimpi, maka secara pribadi mereka harus mempunyai sebuah mimpi yang harus dicapai “visioner”, dengan demikian langkah demi langkah dalam hidupnya selalu terprogram sesuai yang dikehendaki, agar hidup kita selalu bermakna “berkah”.</p>
<p>Kenapa ini hal yang paling penting, banyak orang yang dari sisi pendapatannya besar, tetapi hidupnya tidak berkah, misalkan saja setting hidupnya dibuat diatas pendapatannya, bahkan tidak jarang orang yang pendapatannya tidaklah besar, tetapi karena kebutuhannya hidupnya terprogram dengan baik, maka hasilnya menjadi berkah.<br />
Dalam hal ini, adalah bagaimana kaum buruh/pekerja menyiasati kekurangan dari satu sisi, misalkan gaji dari seorang buruh itu kecil, dan kalau memang benar-benar kurang, bagaimana mencari tambahan yang tidak mengganggu pekerjaannya, atau kalau perlu mencari alternatif pekerjaan yang lain yang lebih baik dengan meningkatkan keahlian tambahan, dan sebagainya.</p>
<p>4. Solusi  Makro (Bangsa Indonesia) :<br />
a.     Professionalitas, akuntabilitas, efektif &amp; efesien peran-peran Mekanisme Sosial.<br />
Melihat permasalahan buruh yang seperti dijelaskan diatas, pihak yang dari sisi pendapatannya yang boleh dibilang terbatas, maka perlu ada campur tangan mekanisme sosial, agar kehidupan buruh menjadi layak untuk memenuhi kebutuhan sosialnya. Disinilah perlu dirumuskan, apa saja yang menjadi kebutuhan dasar seorang manusia, khususnya keluarga buruh, yang pasti sandang, pangan, papan, dan pendidikan, kesehatan, jaminan social lainnya, misalnya hari tua, dll.<br />
Pertanyaannya siapa yang harus melakukan, yang pasti adalah pemerintah, lembaga-lembaga sosial, misalnya lembaga Zakat, yayasan-yayasan sosial, dll.<br />
Dengan demikian, perlu didorong pelaku-pelaku yang menjalankan mekanismen sosial tersebut untuk lebih efektif dan efisien dalam menjalankan perannya, termasuk akuntabilitasnya, sehingga tidak hanya pemerintah saja yang dituntut professional, lembaga-lembaga lain juga harus professional. Kenapa, karena keberadaan mereka ada memang untuk mengatasnamakan masyarakat kecil, jadi para donasi mau menitipkan dananya untuk disalurkan kepada masyarakat kecil, bukan untuk yang lainnya.<br />
Campur tangan pemerintah dalam mekanisme sosial adalah hukumnya wajib. Mekanisme sosial jangan sampai diserahkan begitu saja kepada pihak-pihak swasta tanpa konsep dan regulasi yang jelas dari pemerintah.</p>
<p>Mengingat kondisi kaum pekerja dan buruh yang saat ini sedang terancam gelombang “tsunami” PHK, kami pekerja dan buruh menghimbau kepada lembaga-lembaga sosial seperti lembaga zakat, LSM, Ormas dan organisasi profesi lainnya untuk terjun langsung melakukan pemberdayaan atau pelatihan keterampilan/wirausaha kepada para pekerja/buruh dan terutama kepada mantan pekerja/buruh, dengan tidak membawa embel-embel kepentingan partai politik tertentu, agar kemurnian dari nilai-nilai sosial yang berkelanjutan betul-betul terjaga.</p>
<p>b. Terciptanya Stabilitas Ekonomi (pemerataan), sosial (pemerbadayaan masyarakat), Penegakan hukum,Lingkungan Sehat dan Pemerintahan yang bersih dan professional.</p>
<p>Membengkaknya kesenjangan “Kemiskinan” secara struktural maupun kultural diakibatkan oleh bokbroknya kinerja Pemerintah, banyaknya Korupsi, Kolusi, Nepotisme dan perilaku masyarakat yang semakin hedon, sehingga distribusi kekayaan negara yang berlimpah tidak pernah sampai dan merata kepada masyarakat kelas bawah adalah tugas berat utama yang harus diselesaikan para pemimpin bangsa saat ini. Kekayaan negara berlomba-lomba dikuasai oleh kalangan elit tertentu, pemerintah, aparat birokrat, dan sebagaian orang kalangan menengah keatas saja adalah pemicu utama penyebab utama kesenjangan. Mereka telah jauh dari prinsip-prinsip keadilan. Akibatnya Kaum bawah dan kaum termarjinalkan seperti pekerja, buruh, petani dan bruruh tani sangat miskin dan susah hidupnya.</p>
<p>Oleh karena itu pemerintah diharapkan lebih fokuskan pada penanganan atau pembangunan ekonomi kepada sektor ril, dari pada sektor moneter (tidak ril). Selain sektro ril , pemerintah wajib sesegera mungkin memenuhi hak-hak dasar masyarakat sesuai dengan amanat UUD 1945. Pemerintah saat ini cenderung mengedepankan pertumbuhan ekonomi dari pada kesetaraan sosial atau pengentasan masalah-masalah kesenjangan. Pemerintah wajib membangun kesetaraan ekonomi, sosial, politik dan hukum yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat miskin atau marjinal.</p>
<p>Pelaksanaan system mekanisme pasar yang merupakan “anak kandung” globalisme sudah terbukti hanya membawa malapetaka bagi gonjang-ganjingnya pekerja/buruh dan masyarakat miskin. Perlu ada sebuah mekanisme sosial sebagai penyeimbang untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat supaya terjadi keseimbangan sosial.</p>
<p>Penutup<br />
Sudah barang tentu permasalahan buruh tidak hanya sampai disini, yang masih perlu kita kembangkan lebih lanjut untuk mencari akar permasalahan yang lebih tuntas, sehingga jalan keluar yang dirumuskan akan menjadi lebih tepat, tidak parsial dan tidak tuntas.</p>
<p>Diskusi Tanggal : 1 Januari 2009.<br />
Tempat : Kantor Forum Sosial Masyarakat Merah Putih Bersatu<br />
Jalan Mekarsari Depan Inteldam Baleendah Bandung.<br />
Team Perumus :<br />
Ketua : Budi Praptono,Ir.,MM (MPB/Pembina Forsi PB)<br />
Wakil Ketua : Afiril Juhana,SH (Forsi PB)<br />
Sekretaris : Asep Rohmandar (Ketua DPD MPB Kab. Bandung )<br />
Anggota :<br />
Ari Mulyana (Forsi PB)<br />
Dadang Sobarnas (Forsi PB)<br />
Aan (MPB)<br />
Ajid Muslim (Forsi PB)<br />
Iyon Suharsa (Forsi PB)<br />
Nurdin S Drajat (MPB/ AJI Bandung Raya)<br />
Untuk informasi dan konfirmasi, dapat menghubungi:<br />
Asep Rohmandar :022-91310695 dan 022-76430236, Ari Mulyana ; 081220081708<br />
DPD  Merah Putih Bersatu (MPB) Kab. Bandung<br />
Alamat   ; Jln. Sukapura  RT 05 RW 01 Terusan Buah Batu  Kec. Dayeuhkolot Kab. Bandung  40257.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=222&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/01/05/mengurai-benang-kusut-nasib-pekerja-dan-perburuhan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PILIH PEMIMPIN MUDA:UNTUK MENJADI BANGSA “HIGH TRUST SOCIETY”</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2008/10/16/pilih-pemimpin-mudauntuk-menjadi-bangsa-%e2%80%9chigh-trust-society%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2008/10/16/pilih-pemimpin-mudauntuk-menjadi-bangsa-%e2%80%9chigh-trust-society%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 05:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Asep Rohmandar 
Setelah krisis ekonomi menimpa Indonesia tahun 1998, sampai saat ini rakyat Indonesia serba sulit yang masih belum bisa bangkit dari keterpurukan dalam segala bidang. Kasus yang kasat mata adalah kenaikan harga BBM, penganguran dan kemiskinan yang terus bertambah. Karena Bangsa Indonesia telah membiasakan diri hidup dalam sebuah system dan struktruk masyarakat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=147&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:&quot;"><strong>Oleh : Asep Rohmandar</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Setelah krisis ekonomi menimpa </span><span style="font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-family:&quot;"> tahun 1998, sampai saat ini rakyat </span><span style="font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-family:&quot;"> serba sulit yang masih belum bisa bangkit dari keterpurukan dalam segala bidang. Kasus yang kasat mata adalah kenaikan harga BBM, penganguran dan kemiskinan yang terus bertambah. Karena </span><span id="more-147"></span><span style="font-family:&quot;">Bangsa </span><span style="font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-family:&quot;"> telah membiasakan diri<span> </span>hidup dalam sebuah system dan struktruk masyarakat yang tertindas dan dimiskinkan secara etis moral dan material, terjajah<span> </span>oleh sesamanya, dilevel tertentu masih takut<span> </span>untuk berbeda pendapat, melepaskan tangung jawab terhadap diri. Pegawai pemerintah lebih mengedepankan APS (asal pimpinan senang) dan MDS (Mempekaya Diri Sendiri), suka “menghambakan” diri daripada menjungjung tinggi intregritas, amanah, transparansi, ankuntabel dan kontitusional, takut merdeka dan takut berdaulat diri dari keterjajahan lahir atau bathin. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Menurut Hidayat Nataatmaja (1994) dalam krisis manusia modern<span> </span>secara tegas dan cermat menyatakan bahwa <strong><em>“ Manusia yang belum merdeka dalam arti subjektif kalau diberi hak kemerdekaan dalam arti objektif akan menyalah gunakan kemerdekaan itu untuk memperbudak orang lain, dan karena itu mustahil mereka menyadari hakikat perbudakan yang mereka jalankan terhadap orang lain, sehingga lahirlah Ilmu maling teriak maling”.</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Akibatnya sampai hari ini Indonesia sebagai <span> </span>bangsa,<span> </span>kurang manusiawi dalam pendidikan, kesehatan dan daya beli, keadilan, <span> </span>lingkungan yang porak poranda dengan illegal logging nya, termasuk dalam kebebasan beragama seperti yang terjadi akhir-akhir ini terjadi bentrokan bahkan pembakaaran tempat ibadah antara salah satu golongan terhadap golongan lain yang mengakibatkan terjadi pengebirian serta kecurigaaan antara sesama anak bangsa . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Apapun sebabnya segala bentuk pemerkosaan keyakinan dan penyempitan, pemberangusan, pembredelan,<span> </span>pembodohan dan pembusukan yang dilakukan secara structural maupun cultural telah berhasil membuat bangsa ini melupakan panggilan tangung jawabnya terhadap prikemanusian dan perikeadilan yang beradab. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Francis Fukuyama (1995) menyadarkan kita bahwa basis ekonomi yang kuat dan tahan lama maka sebuah bangsa<span> </span>tidak bisa hanya menyadarkan pada kekayaan alamnya dan modal uang pemerintah melainkan tak kalah vitalnya<span> </span>apa yang disebut Social Capital atau modal social yang dimilikinya. Disamping asset SDM yang berkualitas, elemen pokok dari modal social<span> </span>adalah kuatnya sifat dan sikap untuk saling percaya dan bisa diberi amanat secara baik dalam bentuk relasi vertical maupun horinzontal.<span> </span>Dengan demikian, Trust atau sikap amanah merupakan salah satu modal utama yang penting<span> </span>untuk menciptakan kehidupan politik<span> </span>dan ekomomi yang kokoh dan tahan lama. Yang mana sikap hal tersebut perlu di miliki oleh pemimpin kaum muda dan para aktivis<span> </span>yang peduli terhadap perubahan kemajuan bangsa </span><span style="font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-family:&quot;">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Lebih lanjut <span> </span>Francis Fukuyama berdasarkan analisis komfaratif/perbandingan karakter social masyarakatnya dapat digolongkan terdiri dari tiga ciri yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Pertama, High Trust Society beberapa Negara yang tergolong maju seperti Inggris, Jerman, Jepang, Itali, Korsel<span> </span>karena semuanya mengalami loncatan kemajuan dalam bidang industri untuk kesejahtraan warganya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Kedua, Low trust society yaitu Negara seperti </span><span style="font-family:&quot;">India</span><span style="font-family:&quot;"> , singapura dan cina . khususnya cina sangat kuat pada ikatan keluarga<span> </span>dan faham<span> </span>paternalistic<span> </span>dan kental diwarnai oleh “ Family oriented association” dalam pengertian sulit percaya pada orang lain untuk menjalin bisnis besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Ketiga,<span> </span>Zero trust society<span> </span>yaitu suatu bangsa yang tidak memiliki kepercayaan <span> </span>terhadap sesama anak bangsa dalam berpolitik maupun dalam ekonomi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Pertanyaan yang mucul kemudian: Bagaimana kita menilai prilaku<span> </span>social bangsa </span><span style="font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-family:&quot;"><span> </span>dalam bidang politik dan ekonomi ? Jangan-jangan Indonesia masuk dalam kategori “ zero trus Society “ sehinga pembangunan ekonomi dan politik yang kita lakukan menelan ongkos materi dan social yang amat mahal, sementara hasil agenda<span> </span>reformasi 1998 yang sudah berjalan 10 tahun bisa dikatakan gagal dan mengecewakan rakyat.<span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Mengamati perkembangan social, ekonomi, dan politik di Indonesia, apakah kita masuk katergori high Trust society, low trust society, zero trust society atau bahkan masuk distrust society? Jawabannya bisa masuk kejadian akhir-akhir ini atau bisa juga dengan menarik garis panjang dari perjalanan sejarah yaitu rangkaian pemberontakan dan konflik social yang tak pernah padam dibumi nusantara ini cukup menyimpulkan bahwa kita memang mengidap penyakit yang akut seperti penyakit saling tidak percaya, saling curiga dan ingin jegal menjegal satu<span> </span>terhadap yang lainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sebuah bangsa atau masyarakat yang tidak memiliki sifat dan sikap percaya satu dengan yang lainya akan sulit mengembangkan jaringan ekonomi dan birokrasi politik yang sehat, efisien (berdaya saing), dan tahan lama karena tidak ada kekuatan yang saling menghubungkan<span> </span>dan menyangganya, melainkan yang terjadi sebaliknya yaitu setiap orang atau kelompok berusaha saling motong dan menjarah hak orang lain untuk memenuhi ego dan kepentingan dirinya. Kenyataan ini memang menyakitkan dan secara emosional sulit diterima <span> </span>karena selama ini disket memori batin kita sudah tersita oleh anggapan dan keyakinan bahwa masyarakat Indonesia adalah religius, sopan santun,<span> </span>budi pekerti luhur, pancasialis, gotong royong, ketimuran dan sekian predikat moral lain yang kesemuanya itu sekarang sering dianggap sebagai mitos belaka karena tak pernah kunjung tiba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Kalau memang penilaian negative atas diri kita itu memang benar adanya adakah alasan untuk optimis membangun masa depan yang ditandai dengan high trust society? Kalau tidak, lalu adakah arti peran agama yang dibela mati-matian sampai mengorbankan ribuan nyawa ternyata gagal memerankan misinya ? Apa keungulan keungulan pancasila dan warisan nenek moyang yang sering dipuji-puji dalam penataran dan pidato pejabat selama ini? Untuk apa dan menguap kemana uang Negara yang dikeluarkan untuk pendididkan betrilyun-triliyun<span> </span>kalau ternyata kualitas<span> </span>moralnya masih amburadul? kenapa<span> </span>kaum elit partai hanya mementingkan golongannya bukan rakyat? Kenapa Kaum tua<span> </span>yang pro staus quo masih ingin mengamankan kekayaan hasil menjarah uang Negara masih berkuasa?<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Untuk menjawab pertanyaan tersebut<span> </span>diatas saya meminjam sajak Muhamad Iqbal untuk membangun kesadaran kita dalam melakukan perubahan social dari segala penindasan yang tak kenal malu ketika beliau mendorong kaum petani Punjab untuk mematahkan rantai yang membelenggu mereka dan menjujung tinggi harkat dan martabat mereka sendiri seperti sajak berikut dibawah ini ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Selama puluhan abad kau telah bermain dengan Lumpur</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Yang menutup percikan api kehidupan</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sekarang bangunlah! Muazzin telah memanggil</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Fajar sudah menyingsing, bangkitlah!</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dalam abumu tak kau temukan sumber kehidupan</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Permata kehidupanmu palsu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kilaunya bukan sinar harga diri</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sadari dirimu sendiri</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Hancurkan berhala-berhala suku dan kelas</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tanamkan iman dalam dirimu pada sang pencipta: Al-khaiq</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Iman hakiki inilah yang membuka pandangan kehidupan</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Taburkan benih kesadaran diri dalam lahanmu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Benih inilah yang memberikan buah sepanjang waktu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sajak ini merupakan langkah penyadaran dalam membangun keberanian kaum muda dalam memimpin secara inovasi, berkualitas dan amanah untuk <span> </span>mengikat hati<span> </span>dan berkomitmen<span> </span>sebagai modal social, dalam membangun Indonesia baru yang adil dan makmur secara lahir maupun bathin. Hal ini sejalan dengan syarat pokok yang harus dimiliki bagi pemimpin muda yang memperoleh kepercaayan masyarakat, yaitu <em>visioner jauh kedepan, mempunyai kopentensi yang berkualitas, kuat dan unggul , inovasi dalam segala bidang ,<span> </span>mempunyai integritas yang tinggi<span> </span>dan amanah.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Tanpa kopentensi maka seseorang tidak mungkin berbuat prestasi dalam tugas yang dibebankan. Terjatuh pada tindakan yang merendahkan martabat dirinya sendiri dan bisa ditinggalkan pemilihnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sejak awal para pendiri bangsa ini tidak mengharapkan diantara anak-anak bangsa bertindak demikian, justru kita harus menjaga<span> </span>dan memahami sebagai bangsa yang pruralis, berbudaya, mandiri dan unggul <span> </span>sebagai modal social ( Social Capital )<span> </span>yang berguna sebagai alat pemersatu bangsa dalam menghadapi tantangan globalisme secara berbineka tunggal ika dalam memelihara lokalisme ( keindonesian) yang lebih positif dan partisipatif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Oleh sebab itu Rumah Indonesia yang tercinta ini patut kita isi dengan nilai-nilai perjuangan dalam melanjutkan revolusi yang belum selesai untuk dijadikan <span> </span>sebagai wahana/tempat yang damai, tentram dan bahagia bagi penghuninya yaitu rakyat Indonesia yang adil , makmur dan sejahtra yang mandiri dan unggul dari bangsa-bangsa lain. berdasarkan UUD 45 dan Pancasila. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -9pt .0001pt 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span> </span>*) Penulis Adalah Aktivis FAB, Ketua DPD FKSM “ <strong>Merah Putih Bersatu</strong> “ Kab. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Bandung</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-9pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=147&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2008/10/16/pilih-pemimpin-mudauntuk-menjadi-bangsa-%e2%80%9chigh-trust-society%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Hilarry</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2008/09/24/belajar-dari-hilarry/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2008/09/24/belajar-dari-hilarry/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 02:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[FKSM MPB]]></category>
		<category><![CDATA[hillary clinton]]></category>
		<category><![CDATA[safari indra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Safari Indra, SE
Pemilihan Umum untuk memilih presiden Amerika Serikat sebentar lagi akan dilaksanakan. Pemilu yang akan mempertemukan dua kandidat dari dua partai besar yaitu Barrack Obama dari Partai Demokrat dan John Mc Cain dari Partai Republik ini telah menyita perhatian dunia. Berbeda dengan konvensi yang dilakukan partai Republik yang kemudian memilih John Mc [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=102&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh : Safari Indra, SE</strong></p>
<p>Pemilihan Umum untuk memilih presiden Amerika Serikat sebentar lagi akan dilaksanakan. Pemilu yang akan mempertemukan dua kandidat dari dua partai besar yaitu Barrack Obama dari Partai Demokrat dan John Mc Cain dari Partai Republik ini telah menyita perhatian dunia. Berbeda dengan konvensi yang dilakukan partai Republik yang kemudian memilih John Mc Cain sebagai calon presiden, konvensi partai demokrat lebih menyita perhatian publik dunia. Hampir seluruh surat kabar di dunia termasuk Indonesia selalu mengikuti perkembangan konvensi di partai tersebut dari mulai pemilihan awal di seluruh negara bagian hingga hasil akhirnya.</p>
<p>Konvensi ini sangat menarik karena <span id="more-102"></span> mempertemukan dua tokoh partai yaitu Barrack Obama yang berkulit hitam dan Hillary Clinton yang merupakan istri mantan presiden AS, Bill Clinton. Pada pemilihan awal untuk memperolah dukungan dari negara-negara bagian, kedua tokoh telah memperlihatkan persaingan yang sangat ketat. Adu argumentasi, saling kritik bahkan sampai isu rasial pun muncul hingga menghasilkan perolehan suara yang tipis perbedaannya. Kedua kubu berlomba untuk saling mengungguli satu sama lain. Barrack Obama unggul di beberapa negara bagian begitu pula dengan Hillary. Namun hingga akhir penghitungan ternyata rakyat Amerika lebih memilih Barrack Obama sebagai kandidat presiden dari partai demokrat.</p>
<p>Melihat kekalahan ini sikap kenegarawanan pun muncul dari Hillary Clinton. Ia mengakui kekalahannya sebagai realita politik dan tidak hanya itu ia pun mengajak pendukungnya untuk bersama mendukung Barrack Obama. Sesuatu yang menurut hemat saya luar biasa!</p>
<p><strong>Pembelajaran Yang Baik</strong></p>
<p>Peristiwa yang terjadi di Amerika Serikat terutama yang ditunjukkan oleh Hilary Clinton merupakan pembelajaran yang baik bagi kehidupan demokrasi di Indonesia yang sedang berkembang. Sebuah langkah sportif dan legowo tidak hanya terucap dalam ikrar damai siap kalah menang tetapi langsung dibuktikan dalam tindakan nyata. Sikap legowo tanpa dendam menerima apapun hasilnya setelah berjuang mati-matian untuk memperoleh kemenangan menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik. Kalau kita perhatikan sejatinya itulah sikap yang ideal dalam berpolitik.</p>
<p>Di tanah air kita masih melihat banyak hal yang bertentangan dengan semangat tersebut. Di beberapa daerah yang sedang melaksanakan pemilihan kepala daerah secara langsung misalnya banyak terjadi persengketaan hingga terjadi kerusuhan yang berkepanjangan karena ketidakdewasaan para elit dalam berpolitik. Ikrar damai siap kalah menang agaknya hanya sebagai simbol tertulis saja belum merasuk ke dalam semangatnya alias hanya siap menang namun belum siap kalah.</p>
<p>Hal ini dapat dipahami karena sebagian para elit politik kita dalam memperoleh kekuasaannya masih menggunakan kekuatan materi daripada kinerja dan visinya, sehingga ketika mengalami kekalahan ia pun menderita kerugian yang sangat besar layaknya pebisnis yang melihat bisnisnya hancur. Hal ini dapat terlihat pada salah seorang calon kepala daerah yang tidak mampu menerima kekalahannya ia pun mendadak mengalami gangguan jiwa. Di Maluku Utara misalnya, karena ketidakdewasaan berpolitik para elitnya telah menimbulkan persengketaan yang berkepanjangan. Tidak hanya proses hukum yang tidak kunjung selesai, kedua kubu pun tidak bisa menahan diri untuk saling serang secara fisik hingga rakyatlah yang menjadi korban. Sama halnya yang terjadi di Tuban, Jawa Timur beberapa tahun lalu. Akibat tidak dapat menerima kekalahan telah membuat kerusuhan yang besar hingga membakar kantor bupati di kota tersebut. Terakhir yang terjadi di Sumatera Selatan kita masih bisa melihat kejadiannya.</p>
<p>Sebuah sikap politik yang tidak santun telah ditunjukkan oleh para elit bangsa yang disebut bangsa timur yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, bangsa yang berbudaya yang selalu mengembangkan sikap silih asah, silih asih dan silih asuh. Namun tidak semua elit politik di negeri ini bersikap seperti itu. Di Depok Jawa Barat misalnya, setelah terjadi sengketa pilkada akhirnya kedua kubu bisa menyelesaikannya secara damai.</p>
<p>Hillary Clinton, seorang istri mantan presiden Amerika Serikat dan tokoh politik telah menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang demokrat sejati. Tidak hanya kali ini ia menunjukkan sikap kebesarannya. Sikap legowo pun pernah ditunjukkannya ketika terkuak kasus perselingkuhan suaminya Bill Clinton dengan Monica Lewinsky beberapa tahun silam. Ia mampu memaafkan suaminya dan tetap setia mendampinginya meskipun harus berjuang keras mengalahkan perasaannya sebagai seorang wanita biasa. Tapi sekali lagi itulah kebesaran Hillary Clinton.</p>
<p>Kemampuannya menerima realita dan ketepatannya bersikap telah mengundang simpati dari banyak penduduk dunia bahkan di Indonesia telah menempatkannya sebagai salah satu dari 10 tokoh dunia yang paling dikagumi menurut survei salah satu stasiun TV swasta di negeri ini. Sudah sepatutnya kita memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Hillary dan selayaknyalah ini menjadi pembelajaran berpolitik yang baik.</p>
<p>Jangan-jangan “iblis” juga bisa berbuat baik?</p>
<p>Apa yang terjadi di negara Amerika Serikat sana patut kita renungkan kembali. Di saat ada beberapa kalangan di negeri ini yang berpikiran sempit dengan menganggap Amerika sebagai “negara kafir tempat berkumpulnya iblis” ternyata masih kita dapatkan hal-hal yang sangat positip. Sedangkan di negeri ini yang dikatakan sebagai negeri yang beradab, yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur masih banyak terdapat kasus yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai tersebut (meskipun kita tidak bisa me- generalisasinya). Kasus persengketaan pilkada, perbedaan paham, perbedaan keyakinan tidak sedikit yang harus diselesaikan dengan cara kekerasan yang tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi.</p>
<p>Apalagi kalau sudah menggunakan atribut agama untuk menjustifikasi kekerasan. Terus dimanakah sikap kebesaran kita sebagai bangsa yang beragam untuk menerima setiap perbedaan?</p>
<p>Hillary Clinton seorang warga Amerika Serikat telah dengan cantik memainkan peranannya sebagai politisi. Ia mampu mengesampingkan ambisinya untuk meraih kekuasaan karena melihat kepentingan bangsa yang lebih besar yang harus diperjuangkan. Atau jangan-jangan iblis juga bisa berbuat baik? Lalu bagaimana dengan manusia? Begitu kata Mas Slamet. Kita harus belajar dari Hillary.</p>
<p><em>Penulis,Pengurus FKSM Merah Putih Bersatu Kab. Bandung</em></p>
<p>(www.opinimasyarakat.com)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=102&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2008/09/24/belajar-dari-hilarry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>