<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Merah Putih Bersatu &#187; Artikel Opini</title>
	<atom:link href="http://budipraptono.wordpress.com/category/artikel-opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budipraptono.wordpress.com</link>
	<description>Menuju Indonesia Menjadi Mercusuar Dunia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Dec 2009 07:07:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='budipraptono.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3ac43a03ba90685289b55a9217ca2f9f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Merah Putih Bersatu &#187; Artikel Opini</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://budipraptono.wordpress.com/osd.xml" title="Merah Putih Bersatu" />
		<item>
		<title>WORLD CLASS UNIVERSITIES (WCU) SEBUAH TANTANGAN DAN PERINGATAN</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/12/09/world-class-universities-wcu-sebuah-tantangan-dan-peringatan/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/12/09/world-class-universities-wcu-sebuah-tantangan-dan-peringatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 07:07:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/12/09/world-class-universities-wcu-sebuah-tantangan-dan-peringatan/</guid>
		<description><![CDATA[Tantangan :
Pada dasarnya bahwa perguruan tinggi harus bermutu, yang pada akhirnya diperhitungkan pada tingkat dunia. Sehingga dalam niatan ini, semua pihak tidak ada perbedaan pendapatan, semua pasti setuju, tetapi pada tataran yang lebih operasional dalam merealisasikan hal tersebut, masing-masing perguruan tinggi terjadi variansi-variansi yang pas, yang disesuaikan dengan kekhasannya masing-masing, terlebih kalau kita berbicara perguruan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=306&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tantangan :</p>
<p>Pada dasarnya bahwa perguruan tinggi harus bermutu, yang pada akhirnya diperhitungkan pada tingkat dunia. Sehingga dalam niatan ini, semua pihak tidak ada perbedaan pendapatan, semua pasti setuju, tetapi pada tataran yang lebih operasional dalam merealisasikan hal tersebut, masing-masing perguruan tinggi terjadi variansi-variansi yang pas, yang disesuaikan dengan kekhasannya masing-masing, terlebih kalau kita berbicara perguruan tinggi dalam kaitan dengan tujuan sebuah Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>
<p>Hal ini sangat penting untuk kita renungkan bersama, jangan sampai dalam mengembangkan perguruan tinggi mengikuti pola pihak lain yang kelihatannya sangat ideal tetapi belum tentu sesuai dengan tantangan perguruan tinggi tersebut, terlebih <span id="more-306"></span>tantangan perguruan tinggi dalam sebuah tantangan bangsa dan Negara. Sehingga pola atau kriteria WCU yang dikembangkan pihak lain, baik lembaga-lembaga dan ahli-ahli dunia yang kredibel sekalipun dan strategi-strategi perguruan tinggi yang kita anggab kelas dunia sekalipun, adalah hanya sebuah referensi saja, selebihnya harus dirumuskan secara pas, berdasarkan ke khasan masing-masing perguruan tinggi dan yang tidak boleh lupa adalah keberadaan perguruan tinggi dalam kaitannya dengan tantangan dengan Negara NKRI.</p>
<p>Sebenarnya di lingkungan perguruan tinggi (kementrian pendidikan) sudah lama telah menetapkan kriteria umum sebagai sebuah perguruan tinggi yang baik, yakni terkenal dengan istilah Tri Dharma Perguruan tinggi :</p>
<p>   1. Terbaik dalam peengajaran<br />
   2. Terbaik dalam Riset, Pengembangan dan diseminasi Pengetahuan<br />
   3. Terbaik dalam aktivitas yang memberikan kontribusi pada masyarakat dalam hal budaya, ilmiah, dan kewarganegaraan.</p>
<p>Kalau kita renungkan secara arif, bahwa rumusan tersebut sebagai misi dasar perguruan tinggi adalah sudah ideal, hanya bagaimana caranya dan prioritasnya dalam merealisasikannya yang harus disesuaikan dengan kekhasan masing-masing dan dilakukan pentahapan-pentahapan yang harus dilakukan secara konsisten. Karena kalau tidak, kalau kita hanya mengikuti pola pihak lain atau kriteria-kriteria WCU yang dikembangkan pihak-pihak tertentu yang kredibel sekalipun, adalah belum tentu cocok 100% dengan tantangan perguruan tinggi tersebut, bisa jadi kita akan kesulitan dalam merealisasikannya, dan seandainya bisapun, pertanyaan selanjutnya manfaat apa yang bisa diberikan  bagi Negara dan bangsa kita? Terakhir inilah yang jauh lebih penting untuk kita pertanyakan bersama, dalam mengembangkan arah perguruan tinggi kita.</p>
<p>Banyak kriteria atau cirri-ciri WCU yang telah dikembangkan untuk mendorong perguruan tinggi agar menjadi bermutu pada skala dunia, yang sebenarnya harus diusahakan baik dari sisi input, proses, maupun dikembangkan target-target output yang lebih terukur :</p>
<p>Kkategori INPUT :</p>
<p>   1. Mendapatkan dan mempertahankan staf terbaik<br />
   2. Merekrut staf dan mahasiswa dari pasar internasional<br />
   3. Mendapatkan mahasiswa dengan porsi yang besar dari luar negeri<br />
   4. Mendapatkan sumbangan modal dan income yang besar<br />
   5. Memiliki berbagai sumber pendapatan</p>
<p>Kategori Proses :</p>
<p>   1. Memiliki  standarisasi proses belajar mengajar yang diakreditasi baik oleh badan Nasional maupun badan internasional<br />
   2. Membentuk group-group riset  yang focus<br />
   3. Membentuk group-group yang membantu mendayagunakan potensi yang dapat dihasilkan perguruan tinggi untuk dapat dinikamati masyarakat (Pemerintah, swasta, masyarakat umum)<br />
   4. Membentuk  lembaga kewirausahaan untuk mendorong dan menfasilitasi mahasiswa untuk menjadi wirausaha<br />
   5. Mendorong dan menfasilitasi keterlibatan mahasiswa secara aktif dalam kegiatan baik akademik maupun kegiatan penunjang (UKM, Himpunan dan Senat mahasiswa, Laboratorium, Group Riset, dll)</p>
<p>Target OutPut adalah bahwa</p>
<p>   1. Perguruan tinggi harus mendapatkan akreditasi terbaik dalam berbagai badan akreditasi (BAN-Dikti, ABET, AUN-QA (Asean University Network Quality Asurance).<br />
   2. Tingkat kelulusan yang tinggi<br />
   3. Masa tunggu lulusan terserap di dunia kerja atau masrakat yang semakin cepat<br />
   4. Banyak penghargaan yang di dapat baik mahasiswa, staff pengajar, maupun lembaga dari lembaga-lembaga yang kredibel<br />
   5. Makin banyaknya lembaga-lembaga lain baik kuantitas maupun kualitas yang berjasama dengan perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharmanya.<br />
   6. dll</p>
<p>Semua yang telah menjadi ketetapan tersebut, baik dari sisi input, proses maupun target hasil dari outputnya , selain tidak gampang untuk direalisasikan, juga sangatlah sulit untuk dicapai secara bersamaan; sehingga perguruan tinggi haruslah mengembangkan tahapan-tahapan yang disesuaikan dengan tujuan khas dari perguruan tinggi masing-masing. Tahapan-tahapan tersebut selain harus mengacu dari analisis SWOT, juga diperlukan kepemimpinan dan manajerial yang tangguh, yang dijalankan secara istiqomah untuk merealisasikan target yang telah ditetapkan dalam tahapan tersebut.</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya yang perlu dijawab dengan arif adalah :</p>
<p>Pertama, Apakah semua criteria WCU harus direspon sama oleh semua perguruan tinggi, misalkan kriteria riset, kriteria yang ada kaitannya dengan luar negeri,  dll?</p>
<p>Kedua, Bagaimana hubungan dan kontribusi WCU perguruan tinggi terhadap NKRI?</p>
<p>Khusus yang kedua, kita sebagai bangsa di buat bangga tetapi sekaligus dipermalukan , ternyata banyak bangsa kita yang hebat, tetapi kehebatannya dengan berbagai alas an, tidak sedikit yang tidak termanfaatkan oleh  NKRI,  bahkan pada acara Kick Andy tanggal 4 Desember 2009, banyak warga Indonesia yang berprestasi kaliber dunia tetapi bekerja di luar negeri, artinya manfaat terbesar dari kebesaran warga Negara Indonesia tersebut, dinikmati oleh pihak lain.</p>
<p>Dengan demikian mendorong perguruan tinggi menjadi hebat adalah wajib, tetapi kalau kehebatanya tidak dinikmati sebesar-besar oleh Negara dan bangsa Indonesia, tentunya akan kurang manfaatnya bahkan sia-sia.</p>
<p>Sehingga yang perlu dibangun adalah :</p>
<p>Pertama, yang utama adalah merumuskan dalam tahapan-tahapan bagaimana membangun Negara dan bangsa Indonesia yang merata dan berkelanjutan. Merata adalah perlu dilakukan mapping pengembangan industri yang terpadu dengan dukungan stakeholder di tiap regional yang disesuaikan dengan keunggulan masing-masing.  </p>
<p>Kedua, selanjutnya perguruan tinggi yang merupakan salah satu stakeholder komponen dalam mengembangkan Negara dan bangsa, maka perguruan tinggi dalam pengembangannya haruslah diintegrasikan dalam arah pembangunan NKRI.</p>
<p>Dengan demikian, kasus warga Negara Indonesia yang mengais-ngais rejeki di luar negeri baik yang sebagai pembantu, buruh, dll, menjadi tidak ada, termasuk kasus yang ditayangkan Kick Andy 4 Desember 2009, beberapa tokoh kaliber dunia yang warga Negara Indonesia tetapi dimanfaatkan oleh Negara lain, menjadi tidak ada; bahkan kalau perlu orang luar negeri antri pingin mengais rejeki dinegara kita. </p>
<p>Bandung, 9 Desember 2009 </p>
<p>Budi Praptono</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=306&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/12/09/world-class-universities-wcu-sebuah-tantangan-dan-peringatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PROGRAM KADERISASI KEBANGSAAN  FORUM KOMUNIKASI SOSIAL  MERAH PUTIH BERSATU ( FKS MPB)</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/09/18/program-kaderisasi-kebangsaan-forum-komunikasi-sosial-merah-putih-bersatu-fks-mpb/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/09/18/program-kaderisasi-kebangsaan-forum-komunikasi-sosial-merah-putih-bersatu-fks-mpb/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 15:41:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan: 
Runtuhnya Orde Baru lewat reformasi jilid satu pada tahun 1998 belum merupakan jawaban ‘Revolusi Belum Selesai’ karena pasca reformasi bangsa ini tidak segera berubah ke arah yang lebih baik. Para pemimpin bangsa yang mengemban amanat reformasi masih terlena dengan kebiasaan buruk yang menggerogoti cita-cita bangsa yaitu korupsi, kolusi dan nepotisme. Akankah lahir reformasi jilid [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=301&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Pendahuluan: </strong></p>
<p><strong>Runtuhnya Orde Baru</strong> lewat reformasi jilid satu pada tahun 1998 belum merupakan jawaban ‘Revolusi Belum Selesai’ karena pasca reformasi bangsa ini tidak segera berubah ke arah yang lebih baik. Para pemimpin bangsa yang mengemban amanat reformasi masih terlena dengan kebiasaan buruk yang menggerogoti cita-cita bangsa yaitu korupsi, kolusi dan nepotisme. Akankah lahir reformasi jilid kedua? Kalau reformasi jilid kedua lahir, maka seyogiyanya reformasi tersebut sekaligus menjadi jawaban ‘Revolusi Belum Selesai’ yakni reformasi bukan hanya pada tataran bentuk atau syariat tetapi harus lebih mendasar yakni pada tataran hakiki “seperti semangat pada syair lagu kebangsaan Indonesia Raya, bangunlah jiwanya dahulu, baru bangunlah badannya”, sehingga sekarang ini reformasi telah kehilangan nuansa arah, yang terasa sekedar hanya asal beda, terkesan tergopoh-gopoh, sehingga rakyat merasa kebingungan, mudah-mudahan belum sampai pada tahap frustasi atau apatis.</p>
<p>Kehadiran organisasi  para Aktivis , dalam<span id="more-301"></span> menggerakan  program pendidikan politik dan kebangsaan, salah satu diantaranya berupa  konvensi dan kampanye kepemimpinan kaum muda membuka harapan baru masyarakat Indonesia,untuk menuju perubahan yang lebih baik.  Program-program yang disusun para aktivis  telah sangat luar biasa, hanya sebagus apapun program yang dijalankan tanpa kemandirian dan kekuatan ruh “patriotisme” insan –insan  para aktivis, sangat sulit berdampak pada perubahan, atau yang terjadi para aktivis malah menjadi bagian dari “beban  masyarakat”. Ini adalah tantangan atau realita yang harus dihadapi kita semua .</p>
<p><strong>Mengutip Orasi  Radhar Tri Baskoro</strong> : Fajar baru telah menyingsing  untuk perubahan jaman. <em>Jaman baru membutuhkan pemimpin baru, jaman baru bukan jaman yang indah</em>.  Ini adalah jaman yang penuh dengan tantangan dan masalah-masalah sangat berat, <em>suatu jalan dengan batu –batu  besar yang menghadang di muka, lubang-lubang  dalam yang harus ditimbun, gunung penghalang yang harus didaki.</em></p>
<p>Ini adalah jaman yang sangat berat. Adalah anak-anak muda yang ulet, yang  sedia untuk kerja keras, mau berkorban, yang dapat membimbing bangsa kita keluar dari  kekerasan hidup seperti itu.</p>
<p>Hanya  pengorbanan dari putra putrti terbaik bangsa ini yang akan membuat bangsa kita tegak berdiri ditengah bangsa-bangsa di dunia! Disinilah perlunya niali-nilai perjuangan, nilai -nilia Patriotisme, kerja keras seluruh kaum muda Indonesia.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sasaran Program :</strong></p>
<p>Yang menjadi prioritas adalah pemurnian roh perjuangan, sehingga yang akan ditularkan ke pihak lain adalah roh /jiwa perjuangan, bukan hanya pada programnya! Bukan berarti program tidak kita tularkan, tetapi penularan program,sangat riskan, kalau tidak diberikan pondasi yang kokoh. Disamping itu, belum tentu pihak lain mempunyai kemampuan yang mumpuni dalam melaksanakan program yang sama.</p>
<p><strong>Isi Materi Program:</strong></p>
<ol>
<li>Hakekat Manusia.</li>
<li>Hakekat Berbangsa dan Bernegara.</li>
<li>Etika Berbangsa dan Bernegara.</li>
<li>Hakekat dan Konsep Kepemimpinan (leadership).</li>
<li>Konsep Berbangsa dan Bernegara.</li>
<li>Konsep dan Rencana Diri.</li>
<li>Hakekat Hukum dan Keadilan .</li>
<li><strong>8. </strong>Materi  Umum tentang kondisi Ekonomi, Sosial dan politik, <strong>dll. </strong></li>
</ol>
<p><strong>Bentuk :</strong></p>
<p>Pelatihan dan masing-masing membuat Rencana Kerja, 3 hari di inapkan</p>
<p>Suasana dibuat bersahaya (makan nasi bungkus/warteg)</p>
<p>Pendekatannya dengan andragogi, interaktif!</p>
<p><strong>Suasana :</strong></p>
<p>Pembukaan dengan nyanyian Indonesia Raya, di acara sering di nyanyikan lagu-lagu perjuangan.</p>
<p><strong>Manajemen :</strong></p>
<p>Perlu di “menej” pasca pelatihan untuk mengintegrasikan program-program yang mereka buat!</p>
<p><strong>Peserta :</strong></p>
<p>Di cari anak muda yang sedang aktif  dalam dunia “aktivis” dan  punya bakat aktivis!</p>
<p><strong>Target :</strong> Adalah skala nasional!</p>
<p><strong>Panitia/Organizing Comitee :</strong></p>
<p><strong>Penanggung Jawab :</strong></p>
<p><strong>Susunan Panitia/Team Pendukung :</strong> FKS Merah Putih Bersatu   &amp; Forum Aktivis Bandung, dan organisasi lainnya.</p>
<p><strong>Nara</strong><strong> Sumber/Trainer</strong> :</p>
<ol>
<li>Tokoh-Tokoh Bangsa Yang Mempunyai Integritas dan Bersih.</li>
<li>Para Aktivis Senior</li>
<li>Pakar Hukum Tata Negara</li>
<li>Sejarawan</li>
<li>Pakar  Ilmu Sosial,  Ilmu Politik, Ilmu Ekonomi</li>
<li>Ahli Pilsafat, Ahli Ilmu Perbandingan Agama</li>
<li>Tokoh Masyarakat (Adat, Lingkungan Hidup,Pelaku Sejarah dll)</li>
<li>Para politisi senior yang  bersih</li>
<li>dll</li>
</ol>
<p>Bandung,   1  September   2009</p>
<p>Pembuat Gagasan</p>
<p><strong>Budi Praptono,Ir.,MM</strong><em> </em></p>
<p>Ketua FKS  MPB &amp; Pendiri (Anggota Badan Musyawarah)Forum Aktivis Bandung</p>
<p><strong>Telp. 022-70058797 Hp. 08122-049898</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=301&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/09/18/program-kaderisasi-kebangsaan-forum-komunikasi-sosial-merah-putih-bersatu-fks-mpb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI DI INDONESIA</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/09/18/strategi-pengembangan-industri-di-indonesia/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/09/18/strategi-pengembangan-industri-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 14:40:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Budi Praptono *)
Pokok-Pokok Pikiran :
1.     Pemerataan pembangunan, dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur, sebagaimana yang diamanahkan dalam UUD ’45;  hal ini bisa dilakukan dengan dua cara, pertama : dari proses yang didesain untuk merata/adil, atau kedua : hasil dari proses tersebut, baru dibuat merata/adil. Langkah kedua, dalam praktik mengalami banyak hambatan dalam memeratakannya; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=299&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong>Oleh Budi Praptono *)</strong></p>
<p>Pokok-Pokok Pikiran :</p>
<p><strong>1.     Pemerataan pembangunan,</strong> dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur, sebagaimana yang diamanahkan dalam UUD ’45;  hal ini bisa dilakukan dengan dua cara, <strong><em>pertama</em></strong> : dari proses yang didesain untuk merata/adil, atau<strong><em> kedua</em></strong> : hasil dari proses tersebut, baru dibuat merata/adil. Langkah kedua, dalam praktik mengalami banyak hambatan dalam memeratakannya; sehingga langkah pertama harus menjadi prioritas.</p>
<p><strong> 2.        Berbasis kewilayahan/regional (Daerah Tingkat I/II), </strong>sehingga masing-  masing daerah harus mempunyai industri-industri unggulan yang dikembangkan secara konsisten, yang diwujudkan dalam program jangka panjang, menengah dan pendek.</p>
<p><strong> 3.      Yang utama adalah Strategi Keunggulan</strong> <strong><em>Komparatif</em></strong> yang didukung dengan strategi keunggulan <strong><em>Kompetitif</em></strong>, sehingga dalam arah pengembangannya harus mengadopsi teknologi, agar bisa kompetitif.</p>
<p>Tentu  perlu sarana dan prasarana (stake holder), perlu dikembangkan SDMnya (sehingga kurikulum pendidikan harus dikembangkan berbasis industri yang dikembangkan.</p>
<p><em>Catatan : </em></p>
<ul>
<li>lebih pada strategi pendidikan mendukung Industri, bukan Industri yang mengikuti pendidikan.</li>
<li>Infrastruktur perlu dikembangkan secara terpadu : Jalan, listrik, air, dll.</li>
</ul>
<p><strong> 4.         Industri yang didukung penuh oleh Pemerintah adalah :</strong></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li><strong>Strategis</strong> : Ketahanan Nasional &amp; Daya Saing bangsa, Penanggung jawab adalah Tingkat Nasional (d/h semacam Industri BPIS)</li>
<li><strong>Industri Utama</strong> (berbasis Agro dan Hasil Sumber Daya Alam, termasuk di dalamnya adalah sandang, pangan dan papan), pengembangannya tidak sekedar industri primer, tetapi dikembangkan lebih pada industri sekunder (maunafktur/proses)</li>
<li><strong>Industri Penunjang</strong>, adalah industri yang dikembangkan untuk mendukung industri strategis  dan industri utama, baik industri manufaktur dan industri  jasa (termasuk pendidikan).</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><em>Catatan :</em></p>
<ul>
<li>Industri-industri lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan hukum yang ada, dibiarkan mengikuti mekanisme pasar</li>
<li>Dalam pengembangan yang dilakukan pemerintah juga tidak boleh melanggar prinsip-prinsip kemandirian/profesionalisme</li>
</ul>
<p><strong> 5.       Langkah-langkah Manajemen</strong></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Buat Tim Kecil, untuk<span id="more-299"></span> merumuskan Draft Awal</li>
<li>Tim diperluas dengan melibatkan berbagai kalangan (Bappenas, departemen terkait), termasuk dari para Pakar (dari Perguruan Tinggi), lembaga-lembaga riset Pemerintah, untukmenyempurnakan Draft Awal</li>
<li>Dilaksanakan workshop mengundang wakil dari propinsi, Kadin, Organisasi <em>Corporate Social Responsibility</em> <strong>(CSR)</strong> Perusahaan, Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dll, untuk menyempurnakan hasil di atas.</li>
<li>Hasil dari workshop dikaji Tim Ahli, untuk selanjutnya ditindaklanjuti untuk menjadi kebijakan hukum.</li>
<li>Sosialisi dan pendampingan kebijakan hukum di lapangan.</li>
<li>Implementasi</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><em>Catatan</em> : untuk langkah selanjutnya dati I menindaklanjuti ke tingkat dati II.</p>
<p><strong>6.       Permodalan, jenis-jenis sumber permodalan, harus mempertimbangkan karakteristik industrinya; </strong>misalkan pabrik semen, sangat disayangkan kepemilikannya dijual ke asing, hal ini disebabkan hampir semua elemen industri tersebut ada di dalam negeri, kecuali teknologi produksinya. Tetapi, apa tidak mungkin teknologi produksi  tersebut dikembangkan oleh anak bangsa Indonesia!. Dengan demikian perlu dipetakan karakteristik Industri terhadap permodalan, pola pembinaan, instansi terkait, dll.</p>
<p><strong> 7.      Khusus untuk produk pertanian dan perkebunan (agro), bibit menjadi salah satu kunci keberhasilan</strong>, apalagi tanaman yang berjangka panjang, sehingga usaha untuk menyediakan bibit yang unggul menjadi mutlak diusahakan untuk mandiri. Sebaiknya juga perlu diberikan bibit tanaman buah-buahan yang unggul untuk dibagikan kepada masyarakat, selain berfungsi penghijuan juga untuk memenuhi unsur gizi masyarakat, dan sisanya dapat dijual ke pasar, bahkan sampai ekspor, karena memang kualitasnya yang bagus. Program ini bisa menggandeng perusahaan dengan program CSRnya (seperti yang telah dilakukan Pabrik Rokok  Djarum, sebagai contoh saja)</p>
<p><strong>8.       Perlu mengintegrasikan berbagai pihak</strong> yang <strong>mempunyai program kepedulian terhadap pembinaan kemandirian ekonomi masyarakat</strong>(Perindustrian, Perdagangan,Koperasi,  LIPI, BPPT, Lembaga Pendidikan, CSR Perusahaan, LSM, dll)</p>
<p><strong>9.       Pendekatan  Implementasi kebijakan, </strong>harus semaksimal mungkin melibatkan peran aktif dari pelaku, dan pola hubungan dari berbagai pihak adalah pola kemitraan, bukan pola bantuan; hal ini diharapkan agar mereka punya jiwa wirausaha yang handal sejak dini. Pendekatan yang bersifat bantuan, berakibat para  pengusaha menjadi manja, sehingga rentan dalam menghadapi persaingan yang semakin berat.</p>
<p><strong>10. Perlu dilakukan pemberian bea siswa yang berbasis program</strong> untuk memacu percepatan program, yakni mahasiswa/siswa yang mendapat bea siswa harus berdasarkan daerah dan mereka harus mengintegrasikan proses belajar nya dengan program industri yang dikembangkan untuk masing-masing daerah. (mirip seperti beasiswa untuk mahasiswa STPDN tetapi diperuntukan untuk pengembangan industri daerah)</p>
<p>Bandung, 9 september 2009</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Budi Praptono,Ir.,MM</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Telp. 022-70058797 Hp. 08122-049898</strong></p>
<ul>
<li> Staff Pengajar IT Telkom.</li>
<li>Ketua Forum Komunikasi Sosial Merah Putih Bersatu (FKS MPB)</li>
<li>Dewan penasehat Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK)</li>
<li>Anggota Pendiri Forum Aktivis Bandung (FAB)</li>
<li>Mantan Ketua Bidang dan <strong>Ketua Umum</strong> Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa Bandung <strong>(KKMB)</strong> tahun 1985 sd 1989.</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=299&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/09/18/strategi-pengembangan-industri-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suaramerdeka.com: Menumbuhkan Percaya Diri Menuju INP2BD</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/12/suaramerdeka-com-menumbuhkan-percaya-diri-menuju-inp2bd/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/12/suaramerdeka-com-menumbuhkan-percaya-diri-menuju-inp2bd/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 15:40:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[

Inferioritas ini dikarenakan bangsa Indonesia telah kehilangan nilai-nilai luhurnya.

Demikian yang terungkap dalam dalam diskusi dan bedah buku bertema “Menumbuhkan Percaya diri Menuju Indonesia (Nusantara) Menjadi Pemimpin Peradaban Baru Dunia (INP2BD)” karya Budi Praptono di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jawa Barat Jabar Jl. Soekarno-Hatta 629 Bandung, Sabtu (4/7/09) Hasil kerjasama Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK) Jawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=290&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="../files/2009/07/logo-inp2bd-nurdin.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="../files/2009/07/logo-inp2bd-nurdin.jpg"><img title="Logo INP2BD " src="../files/2009/07/logo-inp2bd-nurdin.jpg?w=259" alt="Logo INP2BD " width="259" height="300" /></a></p>
<p><strong>Inferioritas ini dikarenakan bangsa Indonesia telah kehilangan nilai-nilai luhurnya.<br />
</strong><br />
Demikian yang terungkap dalam dalam diskusi dan bedah buku bertema “Menumbuhkan Percaya diri Menuju Indonesia (Nusantara) Menjadi Pemimpin Peradaban Baru Dunia (INP2BD)” karya Budi Praptono di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jawa Barat Jabar Jl. Soekarno-Hatta 629 Bandung, Sabtu (4/7/09) Hasil kerjasama Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK) Jawa Barat,Padajaya Publishing dan BAPUSIPDA Jabar.</p>
<p>Hadir sebagai nara sumber dalam acara tersebut yaitu Budi Praptono, Moivator Penggagas INP2BD, sekaligus penulis buku Indonesia (Nusantara) Pemimpin Peradaban Baru Dunia-Membangun Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang, Agus Hanafi (Ketua DPP Sahaya Yoga Indonesia dan Ketua LSM Kekar Merah Putih, Dipandu Moderator Asep Rohmandar Sekretaris APDK Provinsi Jabar, acara juga dimeriahkan oleh suguhan Musik “Akustik Kebangsaan” Alvabet Band.<br />
<strong><br />
Semangat Revolusi Jiwa</strong><br />
Pada kesempatan tersebut, Budi Praptono, mengingatkan<span id="more-290"></span> pesan Bung Karno “Revolusi Belum Selesai”. Ia menjelaskan setelah revolusi fisik tahun 1945 sebenarnya bangsa Indonesia masih mempunyai perjuangan yang besar yaitu Revolusi Jiwa. Kita diajak untuk menjadi jiwa-jiwa yang merdeka yaitu jiwa yang mandiri yang tidak bergantung kepada kekuatan asing tetapi lebih bergantung kepada kemampuan sendiri dan tentu kepada Tuhan YME.</p>
<p>Menurutnya, ironis memang kalau menyaksikan bangsa Indonesia yang hanya menjadi bangsa yang inferior, bangsa yang minder yang tidak percaya pada kemampuan sendiri sehingga mudah dipengaruhi orang lain. Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia telah kehilangan nilai-nilai luhurnya. Ajaran tentang kejujuran, hidup apa adanya, toleransi dan lain-lain telah menjadi barang langka bagi bangsa ini. Yang ada, marak terjadi keserakahan, kerakusan ditandai dengan perilaku korupsi dengan segala macam bentuknya, demikian papar Budi Prap.</p>
<p>Masih menurut Budi, kata ikhlas pun agaknya sangat jarang kita temui di negeri ini. Kita masih menghitung untung rugi seperti pada teori orang dagang. Ketika melihat keberhasilan orang lain kita sering tidak ikhlas untuk memberikan apresiasi yang ada adalah kompromi dari pada dibilang orang yang tidak toleransi.</p>
<p>Menyinggung masalah sosialisme, Budi kembali menegaskan bahwa ada pandangan keliru ketika orang bicara sosialisme. Sosialisme sering disamakan dengan komunisme. Padahal kalau kita jujur sosialisme adalah mutiara dari setiap ajaran agama. Artinya omong kosong orang beragama dengan baik bila tidak mempunyai jiwa sosial. Sedangkan ketika membahas kata Adil, Budi menerangkan dari pendekatan ilmu statistik. Menurutnya adil bisa tercapai apabila variansi antara orang kaya dengan orang miskin kecil. Ia menjelaskan maksud dan tujuan diterbitkannya buku Indonesia (Nusantara) Pemimpin Peradaban Baru Dunia adalah dalam rangka membangun bangsa yang mandiri dan mempunyai kebernian berekspresi.</p>
<p>Diakhir paparanya Budi mengajak masyarakat untuk kembali kepada nilai dan ruh jati diri bangsa yang menjungjung tinggi semangat spiritual Ilahiah (Ketuhanan), semangat kemandirian, kejujuran dan keadilan”.<strong> </strong></p>
<p><strong>Saatnya Bangkit</strong><br />
Agus Hanafi, narasumber diskusi, mengapresiasi buku karya Budi praptono ini, &#8220;Pertama, kita sudah melihat bahwa idealisme berbangsa dan bertanah air yang satu Indonesia, sudah dikalahkan berhala “pembangunan Nasional” yang justru tidak mampu membentuk konstruksi masyarakat yang mempribumi dlam keluarganya sendiri.</p>
<p>Kedua, tatar dan tatanan budaya nusantara mengalami degradasi yang sangat besar dan tidak dapat lagi disejajarkan  sebagai bangsa Nusantara sejati.</p>
<p>Oleh karena itu saya merasa terhormat dapat berbicara diforum ini Forum intetelktual yang memiliki cakupan besar dalam sejarah nusantara di dalam era globalisasi serta jaman krisis ekonomi yang berkepanjangan dengan menampilkan tradisi pemikiran yang begitu kuat tapi sederhana, lugas tapi tidak pragmatis, baik dalam pemikiran nasionalisme maupun pemikiran sosial kemasyarakatan.</p>
<p>Sejalan dengan semangat Budi Praptono yang tertuang dalam bukunya, memang benar bahwa diperlukan adanya transformasi  aktif dalam menuju Masyarakat Baru Nusantara yang sangat kuat, karena, masyarakat adalah mahluk yang sangat sosial sesuai dengan habitatnya yang seharusnya mempunyai kandungan makna kesatuan antara kebhinekaan (diversity) dan kekhasan (uniqueness).</p>
<p style="text-align:center;">http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=904</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=290&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/12/suaramerdeka-com-menumbuhkan-percaya-diri-menuju-inp2bd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/07/logo-inp2bd-nurdin.jpg?w=259" medium="image">
			<media:title type="html">Logo INP2BD </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budi Praptono Luncurkan INP2BD</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/05/budi-praptono-luncurkan-inp2bd/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/05/budi-praptono-luncurkan-inp2bd/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 14:02:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Budi Praptono (Kanan) Agus Hanafi (Tengah) dipandu Moderator Rohmandar (Kiri) Dalam diskusi dan Bedah Buku Menumbuhkan Percaya Diri Menuju Indonesia Nusantara Pemimpin Peradaban Baru Dunia (INP2BD), Sabtu 3 Juli 2009 di Gedung Perpustakaan Daerah Jawa Barat Jl. soekarbo-Hatta no. 629 Bandung.
(Media Center APDK Jabar)
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=283&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://budipraptono.files.wordpress.com/2009/07/bedah-buku-budi-praptonokanan-agus-hanafitengah-asep-rohmandar-kiri-dalam-bedah-buku.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-282" title="Bedah Buku Budi Praptono" src="http://budipraptono.files.wordpress.com/2009/07/bedah-buku-budi-praptonokanan-agus-hanafitengah-asep-rohmandar-kiri-dalam-bedah-buku.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bedah Buku Budi Praptono" width="300" height="225" /></a>Budi Praptono (Kanan) Agus Hanafi (Tengah) dipandu Moderator Rohmandar (Kiri) Dalam diskusi dan Bedah Buku Menumbuhkan Percaya Diri Menuju <strong>Indonesia Nusantara Pemimpin Peradaban Baru Dunia (INP2BD)</strong>, Sabtu 3 Juli 2009 di Gedung Perpustakaan Daerah Jawa Barat Jl. soekarbo-Hatta no. 629 Bandung.</p>
<p style="text-align:center;">(Media Center APDK Jabar)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=283&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/05/budi-praptono-luncurkan-inp2bd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budipraptono.files.wordpress.com/2009/07/bedah-buku-budi-praptonokanan-agus-hanafitengah-asep-rohmandar-kiri-dalam-bedah-buku.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bedah Buku Budi Praptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengurus APDK  Indonesia DPD Jawa Barat Dikukuhkan.</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/04/pengurus-apdk-indonesia-dpd-jawa-barat-dikukuhkan/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/04/pengurus-apdk-indonesia-dpd-jawa-barat-dikukuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 14:07:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Bandung- Dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat dan meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui pengenalan jati diri serta kompetensi diri, yang disertai ahlak mulia,  sejumlah masyarakat Jawa Barat yang tergabung dalam Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK) Indonesia, Kamis (2/7/09) telah mengukuhkan kepengurusan APDK Jabar Periode Tahun 2008-2013, bertempat di Aula BAPUSIPDA Jabar Jl. Kawaluyaan Kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=285&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Bandung</strong>- Dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat dan meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui pengenalan jati diri serta<span> </span>kompetensi diri, yang disertai ahlak mulia, <span> </span>sejumlah masyarakat Jawa Barat yang tergabung dalam<span> </span>Asosiasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan (APDK) Indonesia, Kamis (2/7/09) telah<span> </span>mengukuhkan kepengurusan APDK Jabar Periode Tahun 2008-2013, bertempat di Aula BAPUSIPDA Jabar Jl. Kawaluyaan Kota Bandung.</p>
<p class="MsoNormal">Acara pengukuhan dilaksanakan oleh Kepala BAPUSIPDA (Badan Perpustakaan Dan Arsip Daerah) Provinsi Jawa Barat, Drs<strong>. Dedi Junaedi,MSi</strong>, disaksikan Dewan Penasehat APDK Indonesia <strong>Ir. Budi Praptono,MM</strong>., Kepala Bidang PPPBB BAPUSIPDA Jabar, <strong>Dra. Oom Nurrohmah,MSi</strong>, dan sejumlah tokoh masyarakat Jawa Barat.</p>
<p>Susunan Pengurus APDK Jabar yang dikukuhkan diantaranya <span> </span>Gubernur Jawa Barat (Pelindung), Kepala BAPUSIPDA Jabar (Pembina), <span> </span>Budi Praptono,Ir.,MM, Drs. Ano Sutrisno ( Dewan Penasehat), <strong>Asep Solichin</strong> (Ketua), <strong>Sumpena</strong> (Wakil Ketua I), <strong>Dedi J</strong> <span id="more-285"></span>(Wakil Ketua II), <strong>Didi</strong> (Wakil Ketua III), <span> </span><strong>Asep Rohmandar</strong> (Sekretaris I), <strong>Nurdin S Drajat</strong> ( Sekretaris II) dan <strong>Elis Lisnawati</strong><span> </span>(Bendahara).</p>
<p class="MsoNormal">Kepala BAPUSIPDA Jabar<span> </span>Drs. Dedi Junaedi,MSi, mengatakan bahwa<span> </span>APDK Jabar<span> </span>merupakan mitra kerja BAPUSIPDA Jabar. Dedi sangat mengapresiasi gagasan pembentukan APDK yang merupakan pertama kali di Indonesia dan dimulai oleh Jawa Barat. Dengan adanya kehadiran organisasi ini Dedi berharap masyarakat Jawa Barat dan meningkat budaya bacanya, yang berujung pada meningkatnya IPM Jawa Barat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sementara itu Ir. Budi Praptono.,MM,Dewan Penasehat APDK Indonesia, yang juga Dosen Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) Bandung <span> </span>disela-sela pengukuhan mengatakan, bahwa kehadiran APDK dan seluruh elemen Perpustakaan Desa Dan Kelurahan, selain menumbuhkan budaya baca, diharapkan juga<span> </span>dapat meningkatkan visi masyarakat dan pengenalan jati diri bangsa.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“ Tiap-tiap daerah memiliki potensi dan karakter yang berbeda, disinilah peran APDK untuk mengantarkan masyarakat agar menyadari dan<span> </span>percaya diri<span> </span>terhadap jati diri bangsa, selain itu APDK harus mengembangkan potensi diri masyarakat <span> </span>dan potensi daerah dengan semangat kemandirian Buku-buku yang tersedia juga tentunya harus diutamakan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter potensi masyarakat di tiap-tiap daerah” Kata Budi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“ Membaca saja tidak cukup, kalau tidak dibarengi dengan pengenalan dan<span> </span>pengembangan<span> </span>nilai dan ruh jati diri bangsa yang menjungjung tinggi semangat spiritual Ilahiah (Ketuhanan), semangat kemandirian, kejujuran dan keadilan” Tambah Budi.</p>
<p class="MsoNormal">Ketua APDK Jabar Asep Solichin mengatakan APDK Jabar dibentuk oleh insan-insan<span> </span>penggerak perpustakaan dan taman bacaan masyarakat (TBM) pada Tahun 2008 lalu. Sampai saat ini menurut Asep telah terdaftar sekitar 529 lebih anggota APDK Jabar, dari 16 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bandung,<span> </span>2 Juli 2009</p>
<p class="MsoNormal">Media Center APDK Jabar</p>
<p class="MsoNormal">Telp. 022-91310695, 022- <span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;">Telp. 022-70734991 </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;">Email : ndrajat@gmail.com</span></p>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=285&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/07/04/pengurus-apdk-indonesia-dpd-jawa-barat-dikukuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi &amp; Bedah Buku di Tobucil &amp; Klabs Bandung</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/27/diskusi-bedah-buku-di-tobucil-klabs-bandung/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/27/diskusi-bedah-buku-di-tobucil-klabs-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 13:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Menyedot Teh di Dalam Botol 
“Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro”  -tagline iklan Teh Botol-


Sebuah buku dengan judul yang sangat panjang : (Membangun Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang ‘Revolusi Belum Selesai’, Indonesia [Nusantara] Pemimpin Peradaban Baru Dunia) didiskusikan di Tobucil. “Sebetulnya judul ini ada kata-kata kuncinya,” ujar Pak Budi Praptono, sang penulis. “Kuncinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=274&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Menyedot Teh di Dalam Botol </strong></p>
<p>“Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro”  -tagline iklan Teh Botol-</p>
<p><img src="http://lh6.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8O0zI_eRI/AAAAAAAADio/Kx1mrmAgR7o/s1600/diskusinya4.jpg" border="0" alt="[diskusinya4.jpg]" /></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/ROOM10%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p>Sebuah buku dengan judul yang sangat panjang : (Membangun Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang ‘Revolusi Belum Selesai’, Indonesia [Nusantara] Pemimpin Peradaban Baru Dunia) didiskusikan di Tobucil. “Sebetulnya judul ini ada kata-kata kuncinya,” ujar Pak Budi Praptono, sang penulis. “Kuncinya ‘Revolusi Belum Selesai’ dan ‘Indonesia Pemimpin Peradaban Dunia’.” Mengacu pada Bung Karno, Pak Budi melihat bahwa kemerdakaan yang terjadi di Indonesia baru sebatas kemerdekaan fisik. “Jiwa (bangsa Indonesia) belum merdeka, kita kan masih inferior,” ungkapnya lagi.</p>
<p>Itu sebabnya melalui buku yang ia tulis, Pak Budi mengajak bangsa Indonesia untuk berani bermimpi menjadi<span id="more-274"></span> pemimpin peradaban dunia. “Bangsa Amerika, misalnya, bisa besar karena berani mimpi dulu,” begitu kata Pak Budi.  diskusinya  Diskusi yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tersebut berlangsung khidmat dan nasionalistik bak rapat-rapat di masa kebangkitan nasional. Pak Budi dan Pak Natsir (aktivis senior Salman ITB) yang menjadi pembicara hari itu memotivasi peserta diskusi untuk merasa bangga pada budaya sendiri. Sebagai cucu dalang, Pak Budi juga menyinggung-nyinggung kebudayaan Jawa dan dunia perwayangan.</p>
<p>Sebagai perwakilan dari AJI, tak ketinggalan Mas Argus Firmansah urun komentar, “Di dalam buku ini saya melihat pembahasan mengenai local wisdom. Orang-orang barat sekarang justru sedang membaca local wisdom kita.” Fenomena itulah yang membuat Mas Argus optimis bahwa Indonesia akan atau bahkan dapat dikatakan sudah memimpin peradaban dunia.</p>
<p>Hmmm … lalu apa hubungannya diskusi ini dengan kutipan iklan di awal artikel ?  Begini. Ketika Mas Deri, salah seorang peserta diskusi menanyakan upaya apa yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan mental mandiri bangsa, Pak Budi menjawab, “Ya … keberanian untuk keluar dari penjara inferioritas yang tidak kelihatan ini.”  Berbotol-botol Teh Botol yang dipenjara dalam bening dan sempit botol dihidangkan sebagai pelepas dahaga bagi peserta diskusi.  “Yang bikin Teh Botol Sosro ini namanya Sosro Jaya. Dalam bahasa Jawa, Sosro Jaya artinya seribu kejayaan,” ujar Pak Natsir.  Mereka yang terpenjara itu berani keluar lalu mengalir dalam diri manusia.  Menjadi seribu kejayaan.  Lebih dari sekedar teh yang menggenang diam-diam.</p>
<p>Sundea,Tobucil, Kamis 18 Juni 2009-</p>
<p>(tobucil.blogspot.com)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=274&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/27/diskusi-bedah-buku-di-tobucil-klabs-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh6.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8O0zI_eRI/AAAAAAAADio/Kx1mrmAgR7o/s1600/diskusinya4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">[diskusinya4.jpg]</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/ROOM10%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/23/270/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/23/270/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 14:17:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[






Judul buku : Membangung Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang (Revolusi Belum Selesai) 
Pengarang : Budi Praptono, dkk.
Penerbit : Padajaya Publishing
Harga buku : Rp. 25.000,00
Harga Tobucil : Rp. 22.500,00
Sebuah kegelisahan yang menarik untuk dibaca. Wayang adalah kisah pergumulan peran dalang dengan zamannya. Demikian ketika membaca tulisan Budi Praptono. Sebagai cucu dalang secara genealogis dan genetis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=270&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://lh4.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8PpToP4pI/AAAAAAAADjg/om7PDxiOR_A/s1600-h/coverbukuperadaban4.jpg"><img class="aligncenter" style="display:inline;margin-left:0;margin-right:0;border-width:0;" title="coverbukuperadaban" src="http://lh6.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8Pr6Tf3kI/AAAAAAAADjk/8Dt4IbzDLJU/coverbukuperadaban_thumb2.jpg?imgmax=800" border="0" alt="coverbukuperadaban" width="128" height="178" align="left" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p><strong>Judul buku : Membangung Peradaban Bangsa dari Kacamata Cucu Dalang (Revolusi Belum Selesai) </strong></p>
<p>Pengarang : Budi Praptono, dkk.</p>
<p>Penerbit : Padajaya Publishing</p>
<p>Harga buku : Rp. 25.000,00</p>
<p>Harga Tobucil : Rp. 22.500,00</p>
<p>Sebuah kegelisahan yang menarik untuk dibaca. Wayang adalah kisah pergumulan peran dalang dengan zamannya. Demikian ketika membaca tulisan Budi Praptono. Sebagai cucu dalang secara genealogis dan genetis tetntu ia paham bagaimana mendorong lahirnya sebanyak mungkin wayang berwatak utama. Tidak peduli apakah ia berwujud satriya, raksasa, brahmana maupun punakawan. Itulah yang diperlukan di masa depan.  -Achmad Natsir Budiman, Aktivis Senior Salman ITB-  &#8212;</p>
<p>&#8211;Tobucil.blogspot.com</p>
<p><strong>tobucil &amp; klabs jalan aceh 56  Bandung 40113 t/f. +62 22 4261548<br />
email: tobucil@yahoo.com</strong></p>
<p><strong>Buku tersedia di Tobucil dan Toko-Toko Buku Lainnya..<br />
</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=270&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/06/23/270/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh6.ggpht.com/_CkgaHPODGng/Sj8Pr6Tf3kI/AAAAAAAADjk/8Dt4IbzDLJU/coverbukuperadaban_thumb2.jpg?imgmax=800" medium="image">
			<media:title type="html">coverbukuperadaban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Kemenangan Partai Nasionalis</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/26/menyikapi-kemenangan-partai-nasionalis/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/26/menyikapi-kemenangan-partai-nasionalis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 11:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Budi Praptono
Pemilihan Umum Legislatif 2009  pada tangal 9 April 2009 telah selesai dilaksanakan, menurut hasil perhitungan cepat (quick Count) versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) sebagaimana dikutip media massa tanah air, Partai Demokrat yang berazaskan Pancasila berhasil mengumpulkan suara sekitar 20,41%. Angka tersebut sekaligus mengukuhkan Partai Demokrat yang mengusung figur Presiden SBY sebagai pemenang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=267&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh : Budi Praptono</strong></p>
<p class="MsoNormal">Pemilihan Umum Legislatif 2009  pada tangal 9 April 2009 telah selesai dilaksanakan, menurut hasil perhitungan cepat (quick Count) versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) sebagaimana dikutip media massa tanah air, Partai Demokrat yang berazaskan Pancasila berhasil mengumpulkan suara sekitar 20,41%. Angka tersebut sekaligus mengukuhkan Partai Demokrat yang mengusung figur Presiden SBY sebagai pemenang dalam Pileg 2009.</p>
<p>Di urutan kedua masih menurut LSI, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih suara 14,58% partai ini sama-sama partai Nasionalis. Diurutan ketiga Partai Golkar meraih suara 13,98%  partai ini pun sama-sama partai nasionalis  berdasarkan azas pancasila.</p>
<p>Satu-satunya Partai berazaskan Islam yang <span id="more-267"></span> dapat menembus lima besar adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menurut LSI, PKS bakal meraih suara 7,76% yang secara otomatis berada di urutan keempat, karena Partai Amanat Nasional (PAN) yang selama ini kerap berkompetisi secara ketat dengan PKS hanya dapat mendulang suara 5,77%. Partai PAN adalah partai yang memiliki basis masa religius Islam (Muhamadiyah) namun oleh para pendirinya didorong untuk menjadi partai nasionalis, dengan berdasarkan azas Pancasila.</p>
<p>Diurutan ke enam diisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan perolehan suara 5,22%. Partai PPP adalah partai yang berazaskan Islam. Diurutan ke tujuh ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan raihan suara 5,17%. PKB adalah partai berbasis massa Islam dari golongan Nadhatul Ulama, yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia, namun berdiri berdasarkan azas Pancasila. PKB adalah partai yang dominan berbasis masa Islam yang kental, namun  berjalan sebagai partai nasionalis, dan menjungjung tinggi nilai-nilai pluralisme di tanah air.</p>
<p>Sementara itu urutan delapan dan sembilan dan sepuluh ditempati 3 partai nasionalis yang figurnya merupakan mantan elite orde baru, yaitu Partai Gerindra pimpinan  Prabowo Subianto, dengan perolehan suara 4,59%, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pimpinan Wiranto 3,37% dan  Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) pimpinan R Hartono dengan raihan suara 1,44%.</p>
<p>Hasil quick count lembaga survey lainnya seperti Lembaga Survey Indonesia pimpinan Syaiful Mujani dan LP3S menunjukan angka yang tidak terlalu jauh beda. Hanya menurut hitung cepat LP3S posisi kesepuluh dalam sepuluh besar ditempati Partai Kebangkitan Nadhatul Ulama (PKNU) dengan raihan suara 1,7 % bukan oleh PKPB.</p>
<p>Kalau melihat hasil quick count diatas, Pemilu Legislatif 2009 yang sudah berlalu memperlihatkan kepada kita bahwa kekuatan partai nasionalis masih berjaya ditanah air. Kehadiran PKS yang pada awalnya cukup membuat ketar ketir kubu kaum nasionalis karena dapat mencuri kemenangan atau meraih perolehan suara besar dalam Pemilu Legislatif 2009, ternyata tidak sesuai dengan yang dikhawatirkan.</p>
<p>Memang kalau menurut quick count PKS dapat naik peringkat dalam Pemilu Legislatif Tahun ini ke peringkat empat, setelah sebelumnya dalam Pemilu Tahun 2004 PKS berada di urutan keenam. Di DKI Jakarta sendiri pada Pemilu Legislatif Tahun 2009 ini suara PKS nampak sudah tidak solid lagi. Suara massa PKS terbagi kepada Partai Demokrat atau mungkin partai lainnya.</p>
<p>Demikian juga dengan partai Islam besar lainnya seperti PPP, yang diprediksi akan memperoleh suara besar akibat dari perpecahan di tubuh PKB ternyata tidak terbukti. PPP harus puas diurutan ke enam, lagi-lagi menurut versi quick count.</p>
<p><strong>Koalisi yang Berideologi?</strong><br />
Timbul pertanyaan, kenapa Partai berazaskan agama sulit memperoleh suara besar (signifikan) dalam pemilu? Perlu diingat dan disadari bahwa pemilih (voter) di Indonesia yang terbesar adalah pemilih yang melakukan pilihan (mencontreng) bukan karena dasar ideologi. Tapi mereka memilih lebih karena mengikuti tren atau uforia dan simpati semata. Pemilih seperti ini sangat rentan dan mudah goyah, mereka mengikuti issu dan realita yang terjadi, tanpa pernah menggenggam erat ideology dan platform. Begitu juga dengan elite dan pengurus partainya, mereka tidak pernah belajar untuk mempertahankan ideologi dan platform partai (terutama dalam hal berkoalisi), sehingga hal tersebut selamanya tidak akan pernah menjadikan pendidikan politik yang baik bagi para pengikutnya;  Demikian pula dengan partai-partai berlandaskan azas agama.</p>
<p>Paradigma masyarakat tentang pemisahan antara agama dengan politik, sangat mempengaruhi tidak melambungnya suara partai berazaskan agama. Masyarakat seperti ini tidak suka urusan agama yang seharusnya menyejukan harus bercampur aduk dengan urusan politik yang masih dipahami oleh masyarakat sesuatu yang “kotor”.</p>
<p>Seharusnya kalau kita melihat pilihan para pemilih berdasarkan ideologi, Partai berazas agama (yang berlandaskan azas Islam seperti PKS, PBB dan PPP) dan  tidak bagus berkoalisi untuk meraih kekuasaan dengan partai-partai Nasionalis seperti Partai Demokrat, Golkar, PDIP dan lainnya. Partai Islam idealnya berkoalisi dengan partai Islam lagi. Begitu juga dengan partai nasionalis sangat bagus kalau berkoalisi dengan partai nasionalis juga. Tidak peduli nasionalisnya seperti apa.Apakah nasionalis berbasis massa agama seperti PAN, PKB dan sejenisnya,sehingga dapat tercipta arah yang jelas dalam berdemokrasi, tidak oportunis seperti yang terlihat dari kebanyakan Partai Islam saat ini.</p>
<p>Atau seandainya partai yang berbeda azas berkoalisi, maka dalam koalisi tidak boleh tawar menawar azas, terutama mengorbankan semangat pluralisme ”nasionalis”, baik sebagai dasar negara menghendaki pluralisme ”nasionalis”, maupun dalam realita politik mayoritas pemilih secara mutlak menghendaki yang sama, maka yang harus  dilakukan adalah tawar menawar program yang terbaik bagi masyarakat banyak yang menjunjung tinggi semangat pluralisme ”nasionalisme”.</p>
<p>Semakin partai berpegang teguh pada program yang nyata dengan berdasarkan platform atau visi-misi serta tujuan yang jelas, maka semakin memudahkan dan mencerdaskan masyarakat pemilih. Bagaimana masyarakat pemilih mau cerdas dan tegas dalam bersikap, kalau yang diatasnya saja selalu remang-remang dan sangat condong pada nilai-nilai yang pragmatis dan kepentingan sesaat.</p>
<p>Bukankan sebuah koalisi dari berbagai partai apabila kalah dalam pemilihan presiden masih tetap dapat berperan untuk bangsa ini dengan menjadi oposisi? Menjadi oposisi juga adalah tugas mulia dalam berdemokrasi, yang mana dapat menghindari kekuasaan atau rezim yang absolut? Fakta membuktikan bahwa partai-partai yang berani mengambil tindakan sebagai oposisi dapat meraih simpati masyarakat, terlebih disaat pemerintahan yang berjalan tidak sesuai yang diharapkan konstitusi dan rakyat banyak, terutama dalam hal keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Dalam hal ideologi dan azas partai, penulis menyampaikan apresiasi  yang besar terhadap partai berbasis massa agama seperti PKB, PAN dan Partai Damai Sejahtera (PDS), yang telah menggiring/mengarahkan massa religiusnya menuju sikap langkah nasionalis, berdasarkan azas pancasila, menjunjung tinggi pluralisme dan menghormati kebhinekaan. Karena dengan salah satu cara inilah Indonesia akan tetap menjadi utuh menuju kejayaan!</p>
<p><strong>Manfaat Koalisi</strong><br />
Untuk membangun koalisi yang tangguh partai politik harus memenuhi beberapa indikator:  Pertama, Warna atau platform dan ideologi yang sama. Kedua, adanya kepentingan yang bersifat senasib dan sepenanggungan. Ketiga, dilihat dari sisi substansi sebuah koalisi hendaknya memiliki  tujuan yang sangat krusial yang diwujudkan dalam programnya untuk mengatasi masalah-masalah yang ada, misalkan  keadilan soial (fairnest), mempersempit ketimpangan baik ekonomi maupun sosial, dan penegakkan hukum tanpa “pandang bulu”, yang berujung pada kemakmuran rakyat. Tetapi sesungguhnya yang utama dibutuhkan oleh Negara dan bangsa adalah indikator ketiga.</p>
<p>Seandainya semua partai yang ada berazaskan yang sama kepada  dasar negara kita, maka masyarakat akan dibuat mudah dalam memilih hanya berdasarkan program yang terbaik dan konsistensi partai dalam mengusung dan menjalankan programnya.</p>
<p>Sudah saatnya rakyat harus cerdas memilih peserta pemilu yang tidak memanipulasi rakyat dan partai itu sendiri! Sudah saatnya koalisi menuju kebangkitan rakyat Indonesia tegak berdiri, menuju masyarakat adil dan makmur.</p>
<p>Semoga kita semua tidak menjadi lupa, bahwa apapun partainya, apapun ideologinya, dan seperti apapun demokrasinya cita-cita kita tetap untuk merdeka, yaitu berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya. Saatnya Indonesia “ Nusantara” menjadi  pemimpin peradaban baru dunia! Dengan menjujung semangat pluralisme.</p>
<p><strong><em>Budi Praptono,</em></strong> Ketua Forum Komunikasi Sosial Merah Putih Bersatu, anggota Pendiri Forum Aktivis Bandung (FAB).</p>
<p class="MsoNormal"><strong>(Suaramerdeka.com)</strong></p>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=267&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/26/menyikapi-kemenangan-partai-nasionalis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia “Nusantara”  Pemimpin Peradaban Baru Dunia!</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/</link>
		<comments>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 12:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipraptono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Budi Praptono
Dari berbagai belahan Nusantara telah lahir peradaban yang turut mewarnai peradaban dimuka bumi ini, sebut saja peradaban yang dibangun saat kebesaran Padjajaran ,Majapahit, Sriwijaya dll. Ya, peradaban tersebut nyaris tak menampakan sisa, kecuali ruh (jiwa) yang sampai saat ini mewarnai karakter bangsa timur yang terkenal dengan nilai-nilai luhurnya.
Sesungguhnya setiap peradaban dimuka bumi ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=266&subd=budipraptono&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh Budi Praptono</strong></p>
<p>Dari berbagai belahan Nusantara telah lahir peradaban yang turut mewarnai peradaban dimuka bumi ini, sebut saja peradaban yang dibangun saat kebesaran Padjajaran ,Majapahit, Sriwijaya dll. Ya, peradaban tersebut nyaris tak menampakan sisa, kecuali ruh (jiwa) yang sampai saat ini mewarnai karakter bangsa timur yang terkenal dengan nilai-nilai luhurnya.</p>
<p>Sesungguhnya setiap peradaban dimuka bumi ini, selalu  dibangun dengan semangat spiritualitas yang bersifat immaterial lalu setelah itu terbentuk barulah diikuti dengan semangat peradaban intelektualitas dan selanjutnya baru yang bersifat material. Sehingga  dari setiap peradaban yang mewarnai muka bumi adalah ruh/jiwa/spiritualitasnya saja yang mampu bertahan lama dan melegenda, dibandingkan dengan peradaban yang bersifat Intelektualitas  dan material semata, terlebih lagi hanya sekedar material saja, misalkan pembangunan istana, gedung dll.</p>
<p>Saya hendak mengatakan bahwa dalam membangun sebuah peradaban baru dimuka bumi ini, kita sebagai bangsa timur yang beradab hendaknya tidak menutup diri, bahkan suatu keharusan  untuk memulai dari membangun semangat spiritualitas. Sejatinya peraban  harus  lahir dan tumbuh dari jiwa, bukan dari<span id="more-266"></span> fisik (material) semata; Bukankah semangat dalam lagu kebangsaan “Indonesia Raya” adalah membangun “jiwanya” dulu setelah itu baru “badannya”.</p>
<p>Visi Peradaban Baru Dunia!<br />
Sesungguhnya krisis yang dialami Bangsa Indonesia saat ini, diakibatkan orang-orang Indonesia sudah kehilangan visi, kehilangan mimpi dan harapan. Kita harus mengakui kita kehilangan cita-cita untuk menjadikan Indonesia berubah kearah yang lebih baik, apalagi untuk menjadikan Indoensia menjadi pemimpin peradaban baru dunia. Kita dihalangi oleh kepentingan-kepentingan pragmatis, kepentingan individu, elite, golongan tertentu, tanpa pernah kita memikirkan jalan dan langkah yang terbaik bagi kepentingan yang lebih besar bagi bangsa ini, dalam segala aspek kehidupan ekonomi, politik, sosial, budaya “EPOLEKSOSBUD” yang lebih bernilai luhur.Pertanyaannya siapa yang harus memulai untuk mewujudkannya?Siapa lagi kalau bukan  kita!, masyarakat Bumi Nusantara yang harus  menjadi bagian dari agen-agen perubahan bangsa ini, apalagi setelah kita melihat kondisi peradaban yang dibangun  negara-negara maju saat ini yang berakhir dengan “krisis”.</p>
<p>Indonesia yang maju dan memimpin peradaban mustahil terlaksana, tanpa Iman (keyakinan) kepada Tuhan Yang Maha Esa dan visi akan perubahan yang sangat kuat. Kita wajib dan penting untuk memahami jati diri, lingkungan, bangsa, dan wajib memahami apa-apa yang ada dimuka bumi ini, untuk cerdas dan mempunyai mimpi (visi) dalam hidup dalam menjalankan amanah dari Tuhan YME, serta sadar akan peran terbaik masing-masing dan menjadi unggulan.</p>
<p>Peradaban Amerika Yang Keropos</p>
<p>AS menjadi negara adidaya dan pemimpin peradaban intelektual/matarial  bukan tanpa sebab, tetapi melalui proses yang panjang, diturunkan dari sebuah mimpi besar, yang dijalankan dengan sistemik dan sungguh-sungguh, termasuk kegeniusan mereka untuk mengkodisikan negaranya menjadi kiblat peradaban dunia, dan akhirnya berhasil membuat masyarakat dunia baik disadari atau tidak, akhirnya menganggap AS adalah panutan.</p>
<p>Coba kita tengok peradaban yang dibangun oleh AS dan Negara-negara maju yang mengedepankan intelektual/material, akhirnya mengalami kerapuhan juga. Dunia saat ini  sedang berubah, raut muka wajah –wajah Negara maju seperti AS dan sekutunya yang lebih mewakili kaum  “kapitalis” sedang bermuram durja, “terkoyak”, bahkan lukanya terlihat dan terasa kemana-mana. Dipenghujung Tahun 2008, terjadi Krisis Finansial Global. Amerika Serikat  mengalami kerugian triliunan US dolar, dan negara-negara yang didikte oleh  International Moneter Found(IMF) dan Bank Dunia –(World Bank), kebagian jatah krisis yang mengenaskan dan  diperkirakan para ahli ekonomi  tidak akan selesai dalam dua tahun. Ya dunia saat ini  sedang berubah, dan yang terjadi saat ini  terlihat dan terasa begitu gersang. Di Tanah Air Krisis Finansial Global berdampak pada “tsunami” Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan masalah-masalah lainya.</p>
<p>Kalau kita cermati, terpilihnya Barack Obama dari Kaum minoritas AS, membuktikan bahwa mayoritas publik AS sendiri sudah jenuh dengan peradaban dan pendekatan  yang selama ini dipakai oleh kebijakan politik negaranya, yang cenderung mengedepankan nilai-nilai spekulatif dan  konfrontasi, dari pada pendekatan yang lebih manusiawi. Terlebih banyaknya  masyarakat dunia, terutama yang memang dalam pihak yang sangat diperlakukan tidak manusiawi oleh kebijakan politik negara AS.</p>
<p>Setelah kekuatan bipolar(Amerika dan Rusia) nyaris berlalu, dan  sekarang  hadir kekuatan  multi polar , dengan adanya China dan Jepang  sebagai kekuatan independent, realitas krisis finansial global tidak dapat terelakan. Dan sepertinya peradaban baru dunia dengan hanya mengedepankan nilai material dan intelektual  akhirnya keropos juga.Namun setidaknya AS bisa menjadi besar dengan peradabannya karena mimpi yang sungguh-sungguh? Lalu  mimpi kita apa?</p>
<p>Membangun Visi (Mimpi) Peradaban Baru Dunia! Secara Sistemik!</p>
<p>Indonesia harus mampu menjadi Pusat Peradaban dunia!, Apakah seperti AS? Harus lebih lebih baik dan lebih manusiawi dari AS. Sebagai mana kita ketahui AS, membangun pusat peradaban yang berorientasi pada kemakmuran duniawi, yang sempat membuat dunia terkagum-kagum, walaupun akhirnya membuat dunia akhir-akhir ini menjadi ketar-ketir dengan pendekatan kemakmuran duniawi tersebut.Terus Apa? Jadilah Indonesia menjadi Pusat Peradaban Dunia yang berorientasi tidak sekedar duniawi, tetapi yang utama adalah pada orientasi pada nilai-nilai spiritual Ilahiah (Ketuhanan).</p>
<p>Semua tentu dapat dijawab hanya oleh  keyakinan kita masing-masing yang hakiki! Oleh  manusia yang “merdeka” dan “mandiri”? Hanya mau menggantungkan atau mengiblat kepada yang pantas digantungi? Siapa? Tentunya kepada Yang Maha Digantungi (Dikiblati).Dari jiwa-jiwa bangsa Indonesia yang merdeka inilah, akan lahir keinginan yang sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia, dengan semangat kebersamaanlah keinginan tersebut dapat terwujud, bukan semangat yang mengedepankan perbedaan yang ada.</p>
<p>Sebagai bangsa timur yang beradab, yang selayaknya memimpin peradaban dunia?!. Bukankah kita lebih senang hidup Mandiri merdeka, tidak dijajah, tidak bergantung kepada segelintir bangsa  yang mempunyai kekuasaan modal (kapital)?Bukankah kita adalah bangsa yang berdaulat dan berbhinneka. Bebas menentukan pikiran dan peradaban budaya kita sendiri tanpa harus menjadi bangsa lain dan akhirnya menjadi sasaran Intervensi bangsa-bangsa lain tersebut?</p>
<p>Mandiri, bukan berarti harus mengisolasi diri. Tetapi kapan kerja sama atau tidak, dengan siapa kita harus bekerja sama, adalah semata-mata karena atas dasar pertimbangan kebutuhan dan dengan semangat saling menghormati, saling memberikan manfaat, bukan atas dasar karena ketidaksadaran atau karena keterpaksaan.</p>
<p>Kita harus berani bermimpi Indonesia akan menjadi pusat peradaban tata dunia baru, yang mengusung nilai-nilai luhur, yang mengedepankan nilai-nilai spiritual, yang bukan mengedepankan senjata. Inilah yang ditunggu-tunggu oleh bangsa beradab di seluruh jagat raya ini.Spiritual yang seperti apa?</p>
<p>Semangat spiritualitas yang ditekankan dalam Pancasila, saat ini sedang mengalami keretakan bahkan nyaris hancur. Oleh karenanya dalam hal solidaritas antar umat beragama, kita diharapkan menjalankannya dengan ikhlas dan jujur, demi utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut “kacamata” penulis implementasi terbaik adalah dengan semangat “beda agama tetapi satu iman, yakni Tuhan Yang Maha Esa”,  namun tidak dipungkiri  kadang-kadang dalam satu agama saja banyak yang beda iman.</p>
<p>Di muka bumi ini, jalan spiritual diwadahi oleh agama. Kewajiban dalam beragama  adalah mengantarkan kita ”umat”, kedalam spiritual yang sempurna (Kepada Tuhan), bukan sebaliknya malah menjadikan agama, yang menjadi Tuhannya.Buah dari spiritual yang sempurna adalah ketakwaan (kebaikan) dan amal saleh (sosial). Hakekat tugas  agama adalah membebaskan umat dari belenggu dunia, agar selanjutnya bergantung, pasrah  dan selalu meminta petunjuk dan kekuatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk menjalankan amanahNYA dalam mengurus dunia ini. Orang yang beragama dan memiliki spiritual kepada Tuhan, harus memiliki output yang semakin lama semakin  “Hade tekad,hade ucap,hade lampah (baik hati/tekad, baik ucapan dan baik-konsisten- dalam perbuatan/langkah).</p>
<p>Revolusi Jiwa yang Merdeka</p>
<p>Jiwa adalah fitroh, suci, sehingga sesungguhnya hanya mau dengan yang suci. Dan, hanya mau tunduk patuh kepada Yang Maha Suci. Bung Karno mengamanahkan bahwa “revolusi belum selesai”, yang mengestafetkan kepada generasi penerusnya untuk melanjutkan revolusi, yakni memerdekakan jiwa-jiwa Bangsa Indonesia agar tidak terjajah oleh penjajah-penjajah jiwa. Hal ini dapat kita maklumi, bahwa kemerdekaan 17 Agustus 1945, baru sebatas kemerdakaan fisik dalam arti yang hakiki, yang baru sebatas pintu gerbang untuk merdeka yang sesungguhnya, yakni sebagai bangsa yang merdeka jiwanya, tidak tergantung oleh yang lain, dengan berbagai bentuknya, semua yang bukan Tuhan, termasuk agama itu sendiri.</p>
<p>Dengan Jiwa yang merdeka maka kita akan dapat mengisi kemerdekaan. Berdasarkan maunya Jiwa, yang otomatis maunya Tuhan, Kalau meminjam istilah Steven Covey, dalam bukunya 7 Habits, manusia yang efektif adalah manusia yang dapat membangun kesadaran dan bertanggung jawab pada mental agar tidak dikuasai orang lain atau lingkungan. Pertanyaannya sudahkan kita merdeka dalam kategori ini?</p>
<p>Keyakinan Tidak Bisa Dipaksakan</p>
<p>Dari manakah datangnya keyakinan. Kalau mau jujur, kita tidak dapat menjawabnya, seandainya bisa, hanyalah pendekatan ilmiah. Mungkin dari lingkungan, keturunan, atau dari baca buku, perjalanan hidup, yang semuanya serba tidak tuntas. Padahal yang sesungguhnya yang membuat adalah Sang Maha Pembuat. Ya Tuhan itu sendiri.  </p>
<p>Dengan demikian pantaskah kita mempermasalahkannya dan memaksakannya harus seperti kita. Berarti sama saja kita memaksa Tuhan.Dalam hal ini, kenapa para Nabi atau orang-orang suci hanya mengajak atau menyampaikan pesan saja. Bukan memaksanya. Karena untuk berubah adalah urusan dia sendiri dengan Tuhannya; Sehingga beliau-beliau disebut “para pembebas”!.Hubungan kita masing-masing dengan Tuhan adalah unik. Dan, Tuhan sendiri adalah tidak bisa dimodelkan dengan apa saja. Maka hubungan dengan Tuhan tidak dapat dimodelkan secara baku. Artinya unik sesuai dengan keyakinan masing-masing dan ini selalu tumbuh dan berproses menuju kesempurnaan yang unik pula.</p>
<p>Jiwa Merdeka Dan Hukum Positif</p>
<p>Hubungan antar sesama adalah ibarat peralatan telekomunikasi agar dapat saling berkomunikasi dengan baik, dengan noise yang rendah, maka perlu standardisasi, aturan main yang disepakati. Tentunya aturan main yang tidak melanggar asas keadilan, kerelaan atau keikhlasan; tidak ada semangat mendolimi kepada yang lemah atau minoritas.</p>
<p>Sesungguhnya hukum atau fikih adalah hanya dipakai untuk mengatur orang-orang yang masih belum atau sedang menuju ketemu Tuhan, yang ditujukan pula agar hubungan anatar sesame menjadi lebih baik. Atau dengan kata lain kalau orang jiwanya sudah merdeka maka sudah tertata dengan sendirinya oleh Yang Maha Pengatur.</p>
<p>Jadi seandainya hukum positif tidak melarang orang itu mencuri maka orang tersebut tidak akan mencuri. Tidak akan mencurinya bukan takut sama hukum buatan manusia tetapi karena jiwanya tidak menghendaki untuk mencuri. Karena tahu Tuhan tidak berkenan kita mencuri.Karena mayoritas manusia adalah belum merdeka jiwanya maka hukum positif menjadi perlu dan agar menjadi hubungan antar sesame menjadi lebih baik. Coba kita renungkan, zaman dulu, orang yang mayoritasnya jiwanya sudah merdeka maka cukup dengan norma atau hukum adat yang bahkan tidak tertulis sudah cukup, sekarang?</p>
<p>Dengan manusia yang mayoritas sudah kehilangan jiwanya atau jiwanya terpasung maka hukum harus semakin mengikuti model program  computer; Harus terinci dan operasional, supaya tidak ada interpretasi.</p>
<p>Akan Lahir Pemimpin Hebat</p>
<p>Manusia yang jiwanya tidak merdeka akan mudah diintervensi atau dijajah oleh pihak lain. Atau dengan kata lain rakyatlah yang menciptakan produk penjajah karena wujud penjajah tidak akan berhasil kalau berhadapan dengan rakyat yang jiwanya merdeka.</p>
<p>Maka, lahirnya pemimpin yang otoriter, diktator, tidak adil, atau dengan sebutan sejenis lainnya, muncul dari rakyat yang jiwanya terjajah, terpasung oleh apa saja yang bukan Tuhan.Dengan semangat, pembebasan jiwa, maka tidak akan terbentuk kelompok-kelompok semu, apa karena keluarga, asal daerah, sekolahan, perguruan spiritual, agama, dll. Maka tidak akan terjadi pihak-pihak yang dapat memanipulasi atau memanfaatkan dari terbentuknya kelompok tersebut. Apa salahnya SARA, tidak ada yang salah, yang salah adalah dari SARA untuk SARA, yang benar adalah dari SARA untuk semua SARA atau dengan kata lain dari diri atau kita untuk semuanya, bukan sebaliknya dari semua untuk kita dan bahkan untuk diri kita saja!.Apakah untuk kepentingan partai, bisnis, kekuasaan, dll., yang semuanya adalah untuk kepentingan duniawi semata, yang cenderung tidak adil. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa para elitlah yang tergoda untuk memanfaatkannya, yang cenderung pada kepentingan pribadinya atau kelompok eksklusif.</p>
<p>Dengan semangat jiwa-jiwa yang merdeka, maka ikatannya adalah langsung pada nilai-nilai Ketuhanan itu sendiri. Dengan demikian seandainya akan memilih pemimpin maka pertimbangannya adalah nilai-nilai ilahiah itu sendiri sehingga akan lahir pemimpin yang sesuai dengan nilai-nilai ilahiah.</p>
<p>Format Kebijakan Pembangunan</p>
<p>Seperti diungkap diatas,  arah kebijakan pembangunan adalah harus dimulai dari pembangunan diri ‘jiwa’ bangsa Indonesia. Kemudian dikembangkan pembangunan yang lain yang disesuaikan dengan kebutuhan khas bangsa dan Negara Indonesia. Dengan semangat saling kerja sama yang adil di antara komponen bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia.</p>
<p>Dengan demikian jangan sampai mengubah bangsa kita ingin jadi bangsa Arab, Eropa, Amerika, Jepang, India, China, dll.. Atau jangan sampai kita meniru strategi pembangunan dari bangsa lain tanpa disesuaikan dengan format yang pas dengan kondisi bangsa kita.</p>
<p>Atau dengan kata lain globalisasi dengan segala modelnya termasuk persaingan bebas adalah bukan menjadi tujuan. Tetapi, hanya merupakan salah satu sarana atau tantangan zaman yang harus diupayakan untuk mensejahterakan bangsa Indonesia khususnya dan bangsa-bangsa lain pada umumnya. Dengan demikian apa saja “termasuk persaingan bebas” yang menjadikan bangsa kita khususnya dan bangsa-bangsa lainnya terpuruk harus kita minimalkan untuk dikendalikan.</p>
<p>Jangan Pobia Terhadap “Sosialisme”</p>
<p>Sosialisme di awal abad ke-19 hingga awal abad ke-20, digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian  dengan system ekonomi  menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak dari pada hanya segelintir elite.</p>
<p>Banyak pemikiran yang berkembang dari semngat sosialisme tersebut yang akhirnya menjadi sebuah ideologi (misalkan : Marxisme, Sosialisme libertarian, Anarko-Sindikalisme, Marhaenisme, Sindikalisme, Sosialisme Utopia, Sosialisme International, dll) dan Sosialisme sebagai dasar sebuah tatanan Negara dengan berbagai variansinya (Misalkan : Rusia, Eropa Timur, Kuba, Korea Utara, RRC, dll); bahkan Negara-negara yang menyatakan diri sebagai paham kapitalis, juga mengadobsi semangat sosialisme, yakni konsepnya yang popular dengan istilah  “welfare state” (Eropa barat, AS, Jepang, dll). Apakah Indonesia sendiri bukan Negara sosialis?</p>
<p>Kalau kita renungkan, jauh sebelum abad 19, yakni hakekat dari semangat ajaran/teologi agama diturunkan, apakah bukan semangat sosialisme?</p>
<p>Seperti Sistem Zakat “Islam” dan Program Cinta Kasih “Kristen”, termasuk program-program  sejenisnya dari agama lain , yang diciptakan dalam rangka untuk mengurangi sejauh mungkin kesenjangan di masyarakat. Bahkan tidak sekedar mengurangi kesenjangan dari sisi materi, tetapi yang lebih mendasar dari sekedar materi yakni memuliakan kebutuhan yang bersifat batiniah “ruh” atau “jiwa” manusia, agar kehidupannya lebih humanis, toleran, beradab, berkeadilan sosial, dll.</p>
<p>Dalam pandangan saya, sekarang ini orang kelihatan trend beragama itu kesannya masih mengarah kepada kegenitan beragama, tidak mengarah kepada peningkatan ruh, spiritual, yang masih malu atau takut berbicara sosialisme. Sesungguhnya, kalau kita merasa bergama tapi tidak sosialis sebenarnya diragukan keberagamaannya.</p>
<p>Sudah jelaslah bahwa sosialisme adalah sangat proporsional dipasangkan berlawanan terhadap kesenjangan atau ketidak-adilan, bukan terhadap kapitalisme, dan bahkan lebih dari itu, dan memang kapitalisme berdampak terjadinya kesenjangan, tetapi kesenjangan tidak hanya ditimbulkan kapitalisme semata, dan  sosialisme adalah inti mutiara dari semua ajaran agama. </p>
<p>Keluar Dari Jerat Kemiskinan</p>
<p>Bangsa Indonesia harus keluar dari kemiskinan, baik kemiskinan struktural maupun kultural. Kemiskinan strukural adalah kemiskinan berupa hilangnya konsep dan implementasi pemerintah, elite bangsa dan rakyat banyak, untuk memperkecil kesenjangan sosial ekonomi(membuat variansi lebih kecil). Sedangkan kemiskinan kultural adalah hilangnya pemahaman bahwa harta (promosi &amp; aktualisasi diri) dan Jabatan adalah amanah.</p>
<p>Saat ini kebanyakan orang, mempunyai pradigma kalau harta,rezeki, jabatan adalah berkah, padahal bukan, itu baru amanah yang harus dibuat berkah. Semua baru koma! Manusia boleh berkreasi sehebat-hebatnya dalam urusan rezeki, harta dan jabatan, tapi harus dikonsumsi secukupnya, selebihnya adalah untuk yang lainnya. Jadi semangat “tidak terlalu penting milik siapa, tetapi yang jauh lebih penting adalah bermanfaat buat siapa, yakni orang banyak”.</p>
<p>Dengan demikian, berdasarkan pendekatan teologi, pemikiran maupun empiris kehidupan, kita tidak bisa lepas dari semangat sosialisme itu sendiri, kalau kita menginginkan keberlangsungan dan keberkahan dalam kehidupan bersama.  </p>
<p>Kemakmuran, dan Kemakmuran Jiwa </p>
<p>Makmur, itu binatang apa? Banyak konsep yang telah kita ketahui tetapi ternyata yang kita ikuti adalah konsep hedonisme. Kenapa ini bisa terjadi? Ternyata, pendidikan yang kita terima sampai di perguruan tinggi, bahkan sering semangat beragama adalah diturunkan dari nilai-nilai semangat hedonisme, semangat duniawi, begitu juga strategi pembangunan ekonomi, manajemen perusahaan, pemasaran, konsep kesejahteraan, dll..  </p>
<p>Penjelasannya, bisa sangat panjang, tetapi ringkasnya sebagai contoh dalam strategi ekonomi, konsumsi didorong naik, agar perusahaan ada pasarnya. Dengan pasar naik maka perusahaan produksinya naik sehingga kesempatan kerja naik. Dengan demikian ada daya beli. Dengan daya beli naik maka konsumsi naik. Apa lama-lama daya dukung alam, masih mampu memenuhi keinginan manusia tersebut, yang makin lama, makin meningkat, akibatnya alam berontak.</p>
<p>Berarti, konsepnya salah. Kenapa salah. Sesuatu yang sudah benar kalau dilaksanakan alam semesta akan mendukung. Apa, yang dimaksud makmur yang sesungguhnya? Apa, bukannya kenikmatan batin atau kemakmuran jiwa?  </p>
<p>Untuk menjawab ini tentunya dengan jiwa yang tenang. Tidak dengan nafsu. Pasti seragam menjawab &#8220;setuju&#8221;.  </p>
<p>Bukannya tukang becak, banyak yang dapat merasakan kebahagiaan, sebaliknya banyak pejabat tinggi, pengusaha sukses, banyak yang tidak nikmat hidupnya? Ini semua untuk meyakinkan kepada kita, bukan materi yang membuat bahagia, tetapi rasa syukur kita, kepatuhan kita sebagai umat manusia dalam menjalankan perintah Tuhan. Apakah, kita tidak perlu duniawi? Kita tidak akan bisa lepas dengan urusan duniawi, tetapi bukan menjadi tujuan. Tujuan kita adalah membangun kepatuhan jiwa terhadap tugas mulia dari Tuhan, dengan sarana dunia agar kehidupan kita bersama mendapatkan berkah.  </p>
<p>Sehingga semangat yang dibangun adalah tidak sekedar mencari nikmat tetapi mencari berkah; karena nikmat belum tentu berkah, tetapi kalau berkah pasti nikmat &#8220;secara batin&#8221;. Sebagai contoh, orang korupsi bisa-bisa merasa nikmat, namun tidak berkah. Tetapi, menolong orang yang kesusahan adalah berkah dan nikmat secara &#8220;batin&#8221;.</p>
<p>Harta, penampilan yang berkilau  dan kekuasaan yang melimpah adalah ujian yang memungkinkan kita untuk lulus atau tidak lulus melewatinya, semua baru koma! Lalu keberhasilan itu apa? Keberhasilan itu adalah kepatuhan menjalankan perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh dalam segala hal, dan mengkonsumsi hasil secukupnya, sisanya untuk apa? kembali lagi kepembahasan semula disinilah ruang- ruang untuk kita menjadi orang sosialis!</p>
<p>Integritas Partai Politik Pada Platform dan Ideologi</p>
<p>Kehidupan berbangsa dan bernegara tidak akan lepas dari urusan politik. Sarana yang faktual adalah kehadiran partai politik (parpol). Parpol  yang dibangun tentu harus sesuai dengan kebutuhan rakyat. Apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh rakyat? Ini pertanyaan yang gampang-gampang susah untuk dijawab, karena belum tentu rakyat secara cerdas dapat merumuskan kebutuhannya, atau seandainya tahu, belum tentu dapat mengekspresikan kebutuhannya secara pas, atau tidak tahu menentukan pilihannya yang pas pada pilihan yang ada.</p>
<p>Apa bukan sandang pangan dan papan, pendidikan, status sosial (termasuk pekerjaan), rasa aman, pengakuan dan kesempatan berekspresi; bahkan termasuk kebutuhan yang hakiki yakni kepasrahan kepada Tuhan berdasarkan keyakinan masing-masing. Nah, begitu rakyat menyadari kebutuhannya seperti itu, lantas siapa yang harus dipilih untuk diberi amanah agar dapat menjamin terpenuhi kebutuhan tersebut? Disinilah perlunya Parpol yang  memiliki warna dan ideologi, konsistensi, jujur  dalam bersikap, dalam mewadahi aspirasi politik seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Partai politik dalam menjalankan roda aktivitas politik hendaknya : Pertama, Sesuai  dengan platform partai  dan  ideologi. Kedua, menjungjung tinggi nilai  kepentingan bersama seluruh rakyat Indonesia, dimanapun ia berada, apapun suku dan agamanya,  dengan semangat yang bersifat “senasib dan sepenanggungan”, bukankah semua sudah terwadahi oleh azas negera kita yaitu  Pancasila dan UUD 1945. Ketiga, dilihat dari sisi substansi Parpol  hendaknya memiliki  tujuan yang sangat krusial yang diwujudkan dalam programnya untuk mengatasi masalah-masalah yang ada, misalkan  keadilan soial (fairnest), mempersempit ketimpangan baik ekonomi maupun sosial, dan mendorong terciptanya penegakkan hukum tanpa “pandang bulu”, yang berujung pada kemakmuran rakyat.</p>
<p>Nyamankan Dunia Dengan Sektor Riil</p>
<p>Sebuah catatan dalam Kongres Kaum Muda Jawa Barat 28 Oktober 2008 lalu yang mana Penulis juga berkesempatan menjadi Orator, Radhar Panca Dahana (Budayawan,Sastrawan yang juga Dosen Universitas Indonesia) mengatakan kapitalisme dan materialisme saat ini adalah sebuah sistim yng mengijinkan  sekelompok kecil manusia  didunia ini tidak lebih dari 0,0001% dari masyarakat didunia ini untuk  meiliki kekayaan  515 Triliun Dolar,  itu sama dengan  60 kali lipat PDB Amerika Serikat yang tertinggi di dunia, sama dengan 10 kali lipat dari PDB dunia, sama dengan 1000 kali lipat PDB Indonesia. Dan kekuatan kapital itu yang telah menentukan jalannya hidup kita, jalannya di dunia, tidak hnya menentukan apa isi lemari kita, apa isi dompet kita, apa isi pikiran kita,juga menentukan siapa yg menjadi menteri keuangan kita bahkan barangkali menentukan siapa yang akan  menjadi presiden kita!</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Sudah saatnya kita juga berani meninggalkan dominasi kapitalisme tersebut. Mari kita kembali ke sektor riil, kita tinggalkan dominasi model ekonomi spekulatif yang bersifat “diatas kertas”, virtual dan “imaterial” yang oleh Tom Wolfe (1987) ditakdirkan akan hancur! Bukankah dalam sistem ekonomi riil,dimana ada pihak memproduksi dan berdagang dengan jujur dengan tujuan untuk berkontribusi bagi kekayaan masyarakat (rakyat) secara keseluruhan. Dan secara sederhana sektor riil melakukan perputaran kekayaan yang dihasilkan dan diperdagangkan secara nyata, barang-barang dan layananan adalah nyata, dan dijual di pasar-pasar nyata dengan menggunakan mata uang nyata. </p>
<p>Dalam hal ini, semua pihak  terutama pemerintah tentu sangat bertanggungjawab dan wajib, untuk lebih memfokuskan  kepada  pergerakan ekonomi masyarakat  lewat sektor riil, agar dunia tidak terus menerus menjadi gersang!</p>
<p>Adil dan Makmur</p>
<p>Kenapa, koq bukan Makmur dan Adil? Tentunya, ini punya makna di balik Tujuan Negara tercinta ini. Bukankah, Negara kita selama ini masih dikelola dengan semangat Makmur dan Adil, yakni dengan konsep “trickle down effect“, membuat pertumbuhan-pertumbuhan dulu, baru hasil pertumbuhan tersebut dibagi-bagi supaya adil.</p>
<p>Konsep ini, kelihatannya sangat bagus, sistematis, dan menjanjikan. Tetapi, sebenarnya baik secara konsep maupun secara pengalaman terbukti menjadikan hasil yang semakin lama semakin tidak adil. Hal ini dikarenakan masyarakat yang mendapatkan lebih, selalu kurang dan kurang, sehingga tidak ada dalam pikirannya untuk berbagi, sehingga yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin hari semakin besar.</p>
<p>Adil, konkritnya apa? Jawabannya adalah bisa panjang lebar, tetapi saya punya model yang sederhana, tentunya namanya model tidak dapat mewakili secara utuh. Tetapi kira-kira adalah bahwa kue pembangunan yang dinikamti oleh masyarakat tidak boleh terlalu besar perbedaannya. Atau dalam bahasa statistik variansinya tidak boleh besar. Tetapi, tidak mungkin dibuat sama dengan nol baik secara filosofi maupun secara praxis. Perbedaanlah yang membuat sistem menjadi hidup maupun secara proses, pasti terjadi variansi.</p>
<p>Fakta membuktikan, Negara mana pun di dunia yang masyarakatnya dianggap lebih maju dari Indonesia variansinya diusahakan kecil. Sebagai contoh gaji tertinggi dan gaji terendah perbandingannya maksimal sekitar 20 : 1, dan pajak kekayaan dan pajak keuntungan, semakin tinggi nilai kekayaan dan keuntungan. Pajaknya semakin besar. Bahkan di Negara-negara Skandinavia malah bisa mencapai 50%.</p>
<p>Indonesia? Sudah sangat jelas yang atas menyesuaikan sendiri “naik dengan pasti”, yang bawah yang sekedar menuntut UMR (Upah Minimum Regional) saja, harus demo yang bertele-tele. Bahkan sampai ada yang berdarah-darah yang belum tentu berhasil.</p>
<p>Dengan didorong menuju variansi yang tidak besar maka hasil “perasan” tadi dipakai untuk membangun fasilitas umum, jaminan, pendidikan, kesehatan, kebutuhan pokok yang lain, yang tujuannya untuk mengurangi kesenjangan yang ada.Baik skala dunia, maupun di Indonesia, ketimpangan semakin melebar, sekarang ini di tingkat dunia, di Indonesia tidak jauh berbeda, bahwa: 10% penduduk, menikmati sekitar 90% hasil pembangunan. 90% penduduk, hanya menikmati sekitar 10% hasil pembangunan.</p>
<p>Apa sih dampak dari ketimpangan yang sangat besar? Pertama, ternyata dengan variansi yang sangat lebar mendorong orang semakin terkonsentrasi pada materi yang dia terima; Bukan pada usaha meningkatkan prestasinya. Dan ini tidak hanya berlaku yang di bawah. Tetapi terjadi di semua level. Maka yang di bawah wajar menuntut tetapi yang di atas gajinya dibuat terus meningkat bisa sampai 250 juta per bulan, yang selalu kurang dan kurang.</p>
<p>Kenapa ini bisa terjadi. Ya tadi, orang tidak bangga terhadap prestasi. Tetapi bangga dengan penampilan yang berorentasi selalu pingin naik dan naik terus, pingin seperti yang di atasnya. Kalau di Indonesia tidak ada, ya cari benchmark penampilan dari luar negeri. Tidak sadar negeri kita ini bukan Singapura, Jepang, AS. Standar kita beda tetapi kalau pingin meniru kerja kerasnya, ya bagus, bahkan wajib.</p>
<p>Kedua, Kondisi yang timpang tersebut berdampak selain ketidakharmonisan di antara umat manusia dengan kerakusannya, berdampak pada kerusakan alam yang semakin parah, banjir di mana-mana, angin ribut, es kutub mencair, pemanasan global, pencemaran lingkungan, dll.. Inilah yang merupakan satu dari lima ketakutan PBB yakni masalah kondisi lingkungan yang menurun.</p>
<p>“Peran Kaum Muda”</p>
<p>Semangat perubahan bangsa menuju arah lebih baik, tentu memerlukan agen-agen perubahan dalam hal ini adalah kaum muda. Kaum muda bukan hanya fisiknya saja, tapi memiliki semangat mencari jati diri, semangat kebebasan, kemerdekaan jiwa didalam berekspresi dalam memperjuangan nilai kebenaran, kebersamaan, keadilan, dan nilai-nilai lainnya untuk memujudkan kehidupan yang lebih beradab.</p>
<p>Apakah orang yang berusia tua bisa masuk kategori kaum muda? Jawabanya Ya. Orang yang berusia tua kalau mempunyai semangat yang dinamis menuju perubahan kehidupan bersama yang lebih baik, itu sesungguhnya berjiwa muda!; “sehingga bukan fisiknya tapi jiwanya yang harus muda”; Sekali lagi kita haris berani bermimpi Indonesia menjadi pemimpin peradaban baru dunia! Salam Perubahan!</p>
<p>Mari kita tumbuhkan JIWA MUDA untuk mewujudkan Indonesia menjadi pemimpin peradaban baru dunia! Semoga Tuhan merindhoinya, Amien!</p>
<p>-Suara Merdeka Cyber News,23 Maret 2009- </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budipraptono.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budipraptono.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budipraptono.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budipraptono.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budipraptono.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budipraptono.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budipraptono.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budipraptono.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budipraptono.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budipraptono.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budipraptono.wordpress.com&blog=4495415&post=266&subd=budipraptono&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4175bdb4126c98fbe613a28d608577ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budipraptono</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>