<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Indonesia “Nusantara”  Pemimpin Peradaban Baru Dunia!</title>
	<atom:link href="http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/</link>
	<description>Menuju Indonesia Menjadi Mercusuar Dunia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Sep 2009 01:57:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Kharisman Laia</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-136</link>
		<dc:creator>Kharisman Laia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 14:16:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-136</guid>
		<description>“Indonesia “Nusantara” Pemimpin Peradaban Baru Dunia!”

Why not...???

     Indonesia bisa menjadi peradaban di dunia, meskipun banyak orang menganggap hal itu tidak akan mungkin terjadi dan &quot;tidak akan terjadi&quot;.
     Kalau Indonesia menjadi peradaban dunia dengan konteks dari segi perekonomian, pertahanan keamanan dan politik...itu sangat sulit bagi Indonesia...Namun untuk konteks kebudayaan dan agama,mungkin Indonesia tidak bisa lagi ter-elakkan menjadi peradaban dunia. Indonesia di mata dunia merupakan negara yang konsisten terhadap Pancasila dalam hal Ketuhanan Yang Maha Esa, yang memiliki nilai-nilai dalam keTuhanan di setiap masyarakat Indonesia...
    Meskipun  negara kita sangat sulit untuk menjadi no.1 di dunia dan menjadi perhatian dunia, namun kita sebagai warga negara Indonesia tidak boleh menyerah begitu saja... kita masih bisa memberikan yang &quot;TERBAIK&quot; bagi bangsa kita. Bukankah itu sangat berarti untuk kelangsungan Indonesia, dengan kita bangga sebagai warga negaranya...itu sudah cukup membuktikan bahwa kita cinta pada bangsa ini...
    Kita tidak boleh lupa, &quot;apa yang dapat kita berikan pada bangsa dan negara ini???&quot;, Indonesia di tahun yang akan datang, hanya ada di dalam tangan kita(rakyat)...mau kemana Indonesia akan dibawa itu adalah keputusan kita(rakyat Indonesia). Kita harus tetap memegang amanah para pahlawan yang terdahulu. 
    Jangan MAU...negara kita dijual kepada negara-negara lain...Karena sekarang ini banyak para pemimpin lupa akan bangsa dan tanah airnya...Aset-aset negara dijual untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Oleh karena itu kita harus tanamkan nilai &quot;KEBANGGAAN&quot; pada diri kita, anak-anak kita, orang yang terdekat kita agar Indonesia tetap menjadi harapan dan impian kita bersama menuju peradaban dunia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>“Indonesia “Nusantara” Pemimpin Peradaban Baru Dunia!”</p>
<p>Why not&#8230;???</p>
<p>     Indonesia bisa menjadi peradaban di dunia, meskipun banyak orang menganggap hal itu tidak akan mungkin terjadi dan &#8220;tidak akan terjadi&#8221;.<br />
     Kalau Indonesia menjadi peradaban dunia dengan konteks dari segi perekonomian, pertahanan keamanan dan politik&#8230;itu sangat sulit bagi Indonesia&#8230;Namun untuk konteks kebudayaan dan agama,mungkin Indonesia tidak bisa lagi ter-elakkan menjadi peradaban dunia. Indonesia di mata dunia merupakan negara yang konsisten terhadap Pancasila dalam hal Ketuhanan Yang Maha Esa, yang memiliki nilai-nilai dalam keTuhanan di setiap masyarakat Indonesia&#8230;<br />
    Meskipun  negara kita sangat sulit untuk menjadi no.1 di dunia dan menjadi perhatian dunia, namun kita sebagai warga negara Indonesia tidak boleh menyerah begitu saja&#8230; kita masih bisa memberikan yang &#8220;TERBAIK&#8221; bagi bangsa kita. Bukankah itu sangat berarti untuk kelangsungan Indonesia, dengan kita bangga sebagai warga negaranya&#8230;itu sudah cukup membuktikan bahwa kita cinta pada bangsa ini&#8230;<br />
    Kita tidak boleh lupa, &#8220;apa yang dapat kita berikan pada bangsa dan negara ini???&#8221;, Indonesia di tahun yang akan datang, hanya ada di dalam tangan kita(rakyat)&#8230;mau kemana Indonesia akan dibawa itu adalah keputusan kita(rakyat Indonesia). Kita harus tetap memegang amanah para pahlawan yang terdahulu.<br />
    Jangan MAU&#8230;negara kita dijual kepada negara-negara lain&#8230;Karena sekarang ini banyak para pemimpin lupa akan bangsa dan tanah airnya&#8230;Aset-aset negara dijual untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Oleh karena itu kita harus tanamkan nilai &#8220;KEBANGGAAN&#8221; pada diri kita, anak-anak kita, orang yang terdekat kita agar Indonesia tetap menjadi harapan dan impian kita bersama menuju peradaban dunia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hesya T Marthian (111051094)</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-127</link>
		<dc:creator>Hesya T Marthian (111051094)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 05:38:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-127</guid>
		<description>Memang benar, dalam membangun segala macam hal atau apapun itu harus didasari dengan nilai-nilai spiritual yang luhur, tetapi untuk melakukannya tidak semudah membalikan telapak tangan. Disaat seperti ini kita haruslah memikirkan bagaimana cara-cara untuk memulainya. Langkah-langkah tepat untuk memulai dan berani berubah untuk maju. Orang Indonesia sudah terlanjur “alergi” terhadap orang-orang idealis dan orang-orang yang selalu berpikir kritis untuk maju. “Mereka” semua di paksa atau terpaksa menganut sistem yang sudah ada sehingga mereka mengesampingkan nilai – nilai luhur yang sudah tertanam pada diri mereka. “Kalo mau merangkak naik disini, harus ngikutin sistem dan prosedur kami!”. 
	Menurut saya, Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani dalam mengambil keputusan tanpa di pengaruhi pihak lain (Negara adidaya), pintar dan bertanggung jawab dalam menghadapi keputusan yang di ambil. Oleh sebab itu jiwa para pemimpin lah yang harus di perbaiki, secara tidak langsung jiwa kaum muda sebagai calon pemimpin seperti kita-kita ini lah yang sejak dini harus di tanamkan nilai-nilai luhur. Dengan begitu cita-cita bangsa Indonesia sebagai pemimpin peradaban dunia dapat terwujud. Saya sangat setuju dengan Bapak Budi, dalam kondisi seperti saat ini iman dan ketaqwaan menjadi modal utama dalam memimpin peradaban, dengan orientasi spiritual bukan material kita dapat memandang jernih langkah-langkah apa yang harus di lakukan tetapi sudah pasti langkah yang bersih tanpa ada niat-niat yang jauh dari nilai – nilai luhur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang benar, dalam membangun segala macam hal atau apapun itu harus didasari dengan nilai-nilai spiritual yang luhur, tetapi untuk melakukannya tidak semudah membalikan telapak tangan. Disaat seperti ini kita haruslah memikirkan bagaimana cara-cara untuk memulainya. Langkah-langkah tepat untuk memulai dan berani berubah untuk maju. Orang Indonesia sudah terlanjur “alergi” terhadap orang-orang idealis dan orang-orang yang selalu berpikir kritis untuk maju. “Mereka” semua di paksa atau terpaksa menganut sistem yang sudah ada sehingga mereka mengesampingkan nilai – nilai luhur yang sudah tertanam pada diri mereka. “Kalo mau merangkak naik disini, harus ngikutin sistem dan prosedur kami!”.<br />
	Menurut saya, Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani dalam mengambil keputusan tanpa di pengaruhi pihak lain (Negara adidaya), pintar dan bertanggung jawab dalam menghadapi keputusan yang di ambil. Oleh sebab itu jiwa para pemimpin lah yang harus di perbaiki, secara tidak langsung jiwa kaum muda sebagai calon pemimpin seperti kita-kita ini lah yang sejak dini harus di tanamkan nilai-nilai luhur. Dengan begitu cita-cita bangsa Indonesia sebagai pemimpin peradaban dunia dapat terwujud. Saya sangat setuju dengan Bapak Budi, dalam kondisi seperti saat ini iman dan ketaqwaan menjadi modal utama dalam memimpin peradaban, dengan orientasi spiritual bukan material kita dapat memandang jernih langkah-langkah apa yang harus di lakukan tetapi sudah pasti langkah yang bersih tanpa ada niat-niat yang jauh dari nilai – nilai luhur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: I Dewa Gede Pariana</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-118</link>
		<dc:creator>I Dewa Gede Pariana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 04:57:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-118</guid>
		<description>Indonesia akan menjadi pemimpin peradaban dunia yang baru apabila rakyatnya khususnya para pemimpin bangsa ini benar-benar mampu bekerja sesuai dengan semangat membangun dan disertai dg spiritualitas yang tinggi, ikhlas, jujur , NASIONALIS dan mampu mengutamakan kepentingan rakyat tanpa memikirkan kepentingan pribadi maupun golongannya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia akan menjadi pemimpin peradaban dunia yang baru apabila rakyatnya khususnya para pemimpin bangsa ini benar-benar mampu bekerja sesuai dengan semangat membangun dan disertai dg spiritualitas yang tinggi, ikhlas, jujur , NASIONALIS dan mampu mengutamakan kepentingan rakyat tanpa memikirkan kepentingan pribadi maupun golongannya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ekin Hagana (111060212)</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-103</link>
		<dc:creator>Ekin Hagana (111060212)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 02:47:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-103</guid>
		<description>Pada dasarnya saya setuju dengan dengan cita-cita bahwa Indonesia menjadi pemimpin peradaban dunia baru. menurut saya ini cita-cita yang luhur dan sangat mungkin diwujudkan. Indonesia memiliki potensi berupa spirit gotong royong dan tak kenal menyerah yang dapat dimanfaatkan. Tapi sayang, akhir-akhir ini banyak masyarakat Indonesia yang sudah hilang spirit tersebut sehingga visi dan misi membangun Indonesia ke arah yang lebih baik tidak tercapai. Memang ada beberapa orang yang berani mendobrak dengan visi membangun Indonesia tetapi bukan demi kepentingan luhur, melainkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Saya sangat setuju dengan pendapat bahwa visi merubah Indonesia harus dibarengi dengan iman dan kepercayaan kepada Tuhan YME. Dengan iman kepada Tuhan YME segala krisis dapat diatasi,dengan tindakan yang benar juga tentunya. Saya berharap banyak yang membaca tulisan beliau ini dan menyamakan visi dan menjadi agen perubahan Indonesia. Terima kasih..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pada dasarnya saya setuju dengan dengan cita-cita bahwa Indonesia menjadi pemimpin peradaban dunia baru. menurut saya ini cita-cita yang luhur dan sangat mungkin diwujudkan. Indonesia memiliki potensi berupa spirit gotong royong dan tak kenal menyerah yang dapat dimanfaatkan. Tapi sayang, akhir-akhir ini banyak masyarakat Indonesia yang sudah hilang spirit tersebut sehingga visi dan misi membangun Indonesia ke arah yang lebih baik tidak tercapai. Memang ada beberapa orang yang berani mendobrak dengan visi membangun Indonesia tetapi bukan demi kepentingan luhur, melainkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Saya sangat setuju dengan pendapat bahwa visi merubah Indonesia harus dibarengi dengan iman dan kepercayaan kepada Tuhan YME. Dengan iman kepada Tuhan YME segala krisis dapat diatasi,dengan tindakan yang benar juga tentunya. Saya berharap banyak yang membaca tulisan beliau ini dan menyamakan visi dan menjadi agen perubahan Indonesia. Terima kasih..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: y..kunto.s (111050093)</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-100</link>
		<dc:creator>y..kunto.s (111050093)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 02:13:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-100</guid>
		<description>Selamat pagi, Pak Budi.
Sungguh sebuah tulisan yang &#039;utuh&#039; dan menggugah. 

Dalam hemat saya pribadi, peradaban dan kebudayaan tidak semata-mata diperjuangkan, atau mungkin juga diperbaharui, demi menjadi &#039;pemimpin peradaban&#039; bagi bangsa-bangsa lain. Peradaban secara tidak sadar dihidupi oleh sebuah bangsa ketika semua elemen didalamnya dengan elegan mampu menghadapi tantangan jaman. Kalaupun efeknya menjadi bangsa berperadaban maju, yang harus dipikirkan pula bagaimana menjadi negara yang unggul tanpa mengungguli.

Tentang integritas partai politik, yang menarik tentu saja Pancasila yang sudah susah payah dikonsesikan beberapa puluh tahun lalu, saat ini oleh Parpol kembali dikhianati dengan ideologi-ideologi lain yang menghendaki penyeragaman yang mengancam kebhineekaan.Juga kasus-kasus hitam yang menimpa sebagian orang didalamnya.  Belum lagi tentang jor-joran dana kampanye yang nyatanya tidak mensejahterakan masyarakat secara riil. Kesejahteraan masyarakat mereka nilai secara makro, dan ditindaklanjuti secara makro. Negara penuh kebijakan-kebijakan top down, bukan bottom up yang kiranya cenderung lebih tepat, membumi pada rakyat. 

Bila negara kehilangan martabat dihadapan rakyatnya, lalu kemudian apa artinya kita merdeka?! Dan akhirnya peradaban yang maju hanya menjadi mimpi yang dijual calon penguasa (yang itu-itu lagi) lebih-lebih saat pemilu nanti</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi, Pak Budi.<br />
Sungguh sebuah tulisan yang &#8216;utuh&#8217; dan menggugah. </p>
<p>Dalam hemat saya pribadi, peradaban dan kebudayaan tidak semata-mata diperjuangkan, atau mungkin juga diperbaharui, demi menjadi &#8216;pemimpin peradaban&#8217; bagi bangsa-bangsa lain. Peradaban secara tidak sadar dihidupi oleh sebuah bangsa ketika semua elemen didalamnya dengan elegan mampu menghadapi tantangan jaman. Kalaupun efeknya menjadi bangsa berperadaban maju, yang harus dipikirkan pula bagaimana menjadi negara yang unggul tanpa mengungguli.</p>
<p>Tentang integritas partai politik, yang menarik tentu saja Pancasila yang sudah susah payah dikonsesikan beberapa puluh tahun lalu, saat ini oleh Parpol kembali dikhianati dengan ideologi-ideologi lain yang menghendaki penyeragaman yang mengancam kebhineekaan.Juga kasus-kasus hitam yang menimpa sebagian orang didalamnya.  Belum lagi tentang jor-joran dana kampanye yang nyatanya tidak mensejahterakan masyarakat secara riil. Kesejahteraan masyarakat mereka nilai secara makro, dan ditindaklanjuti secara makro. Negara penuh kebijakan-kebijakan top down, bukan bottom up yang kiranya cenderung lebih tepat, membumi pada rakyat. </p>
<p>Bila negara kehilangan martabat dihadapan rakyatnya, lalu kemudian apa artinya kita merdeka?! Dan akhirnya peradaban yang maju hanya menjadi mimpi yang dijual calon penguasa (yang itu-itu lagi) lebih-lebih saat pemilu nanti</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Risny Raranti (111060124)</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-99</link>
		<dc:creator>Risny Raranti (111060124)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 02:03:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-99</guid>
		<description>Saya setuju dengan keseluruhan isi tulisan di atas.
Satu hal yang perlu ditanamkan dalam diri masing-masing masyarakat Indonesia saat ini adalah bagaimana mengembalikan dan menanamkan kembali identitas diri kita sebagai bangsa Indonesia.
Lalu, kemudian perlu dipupuk kembali nilai-nilai luhur bangsa dalam diri masing-masing masyarakat Indonesia, terutama dalam diri pemimpin dan calon pemimpin bangsa.
Dengan demikian, kita dapat membenahi permasalahan-permasalahan dalam negara kita, sekaligus merupakan proses awal dari &quot;pengkaderan&quot; negara kita sebagai pusat peradaban dunia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju dengan keseluruhan isi tulisan di atas.<br />
Satu hal yang perlu ditanamkan dalam diri masing-masing masyarakat Indonesia saat ini adalah bagaimana mengembalikan dan menanamkan kembali identitas diri kita sebagai bangsa Indonesia.<br />
Lalu, kemudian perlu dipupuk kembali nilai-nilai luhur bangsa dalam diri masing-masing masyarakat Indonesia, terutama dalam diri pemimpin dan calon pemimpin bangsa.<br />
Dengan demikian, kita dapat membenahi permasalahan-permasalahan dalam negara kita, sekaligus merupakan proses awal dari &#8220;pengkaderan&#8221; negara kita sebagai pusat peradaban dunia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mika</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-95</link>
		<dc:creator>mika</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 19:42:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-95</guid>
		<description>sebelumnya maaf OOT..

@Yakob
salah besar! runtuhnya WTC pada 9 september bukan diakukan &quot;teroris&quot;! silakan anda cari sendiri artikel yang membahas berbagai fakta mengenai kebohongan tersebut!
semua bukti mengatakan WTC sengaja diruntuhkan! juga serangan ke Pentagon!
salah satunya silakan baca halaman ini: 
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=45196760

itu tipu muslihat AS untuk mendapatkan legalitas melakukan invasi ke negara lain. Runtuhnya WTC memang merugikan AS secara finansial, namun kompensasinya mereka mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar yaitu secara politik dan ideologi di dunia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebelumnya maaf OOT..</p>
<p>@Yakob<br />
salah besar! runtuhnya WTC pada 9 september bukan diakukan &#8220;teroris&#8221;! silakan anda cari sendiri artikel yang membahas berbagai fakta mengenai kebohongan tersebut!<br />
semua bukti mengatakan WTC sengaja diruntuhkan! juga serangan ke Pentagon!<br />
salah satunya silakan baca halaman ini:<br />
<a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?p=45196760" rel="nofollow">http://www.kaskus.us/showthread.php?p=45196760</a></p>
<p>itu tipu muslihat AS untuk mendapatkan legalitas melakukan invasi ke negara lain. Runtuhnya WTC memang merugikan AS secara finansial, namun kompensasinya mereka mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar yaitu secara politik dan ideologi di dunia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yakob (113050208)</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-75</link>
		<dc:creator>Yakob (113050208)</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 04:15:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-75</guid>
		<description>Sebenarnya kekacauan yang terjadi di dunia tak lepas dari peristiwa 9 september 2001 atau yang lebih tepatnya hancurnya 2 menara WTC di new york karena terrorisme. Setelah kejadian ini dunia sudah berubah, dan hal ini dibuktikan dengan krisis ekonomi yang terjadi didunia saat ini. Dengan terjadinya perang melawan terrorisme memaksa pemerintah AS untuk berperang melawan irak dan taliban afganistan. Sehingga menimbulkan deficit dalam finansial AS. Tapi dalam setiap hal buruk yang terjadi pasti akan ada hal yang baik yang akan terjadi. Seperti harga minyak yang turun. Yang ingin saya tekankan disini adalah kemajuan ekonomi indonesia sangatlah fantastis pada tahun ini, tak heran indonesia bisa masuk dalam negara-negara G20. Negara-negara seperti Indonesia, Cina, dan India yang mana mempunyai penduduk yang sangat besar dan pertumbuhan ekonomi yang masih positif akan bisa membawa dunia ini lepas dari resesi ekonomi dan akan munculnya blok kekuatan baru setelah AS.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya kekacauan yang terjadi di dunia tak lepas dari peristiwa 9 september 2001 atau yang lebih tepatnya hancurnya 2 menara WTC di new york karena terrorisme. Setelah kejadian ini dunia sudah berubah, dan hal ini dibuktikan dengan krisis ekonomi yang terjadi didunia saat ini. Dengan terjadinya perang melawan terrorisme memaksa pemerintah AS untuk berperang melawan irak dan taliban afganistan. Sehingga menimbulkan deficit dalam finansial AS. Tapi dalam setiap hal buruk yang terjadi pasti akan ada hal yang baik yang akan terjadi. Seperti harga minyak yang turun. Yang ingin saya tekankan disini adalah kemajuan ekonomi indonesia sangatlah fantastis pada tahun ini, tak heran indonesia bisa masuk dalam negara-negara G20. Negara-negara seperti Indonesia, Cina, dan India yang mana mempunyai penduduk yang sangat besar dan pertumbuhan ekonomi yang masih positif akan bisa membawa dunia ini lepas dari resesi ekonomi dan akan munculnya blok kekuatan baru setelah AS.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: David</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-68</link>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 06:55:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-68</guid>
		<description>INI BUKTINYA : PUTUSAN SESAT PERADILAN INDONESIA

Putusan PN. Jkt. Pst  No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan demi hukum atas Klausula Baku yang 

digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi. 
Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku 

untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku 

Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak &#039;bodoh&#039;, lalu seenaknya 

membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah &#039;dokumen dan rahasia negara&#039;. 
Statemen &quot;Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap&quot; (KAI) dan &quot;Ratusan rekening liar 

terbanyak dimiliki oknum-oknum MA&quot; (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini 

sudah terlampau sesat dan bejat. 
Permasalahan, kondisi seperti ini akan dibiarkan sampai kapan?? 
Sistem pemerintahan jelas tidak berdaya mengatasi sistem peradilan seperti ini. 
Lalu siapa yang mau perduli? 

David  
HP. (0274)9345675</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>INI BUKTINYA : PUTUSAN SESAT PERADILAN INDONESIA</p>
<p>Putusan PN. Jkt. Pst  No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan demi hukum atas Klausula Baku yang </p>
<p>digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.<br />
Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku </p>
<p>untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku </p>
<p>Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.<br />
Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak &#8216;bodoh&#8217;, lalu seenaknya </p>
<p>membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah &#8216;dokumen dan rahasia negara&#8217;.<br />
Statemen &#8220;Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap&#8221; (KAI) dan &#8220;Ratusan rekening liar </p>
<p>terbanyak dimiliki oknum-oknum MA&#8221; (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini </p>
<p>sudah terlampau sesat dan bejat.<br />
Permasalahan, kondisi seperti ini akan dibiarkan sampai kapan??<br />
Sistem pemerintahan jelas tidak berdaya mengatasi sistem peradilan seperti ini.<br />
Lalu siapa yang mau perduli? </p>
<p>David<br />
HP. (0274)9345675</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Trisia</title>
		<link>http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-65</link>
		<dc:creator>Trisia</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 14:53:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budipraptono.wordpress.com/2009/04/10/indonesia-%e2%80%9cnusantara%e2%80%9d-pemimpin-peradaban-baru-dunia/#comment-65</guid>
		<description>Ada pertanyaan yang menggelitik benak saya saat membaca artikel ini : Siapakah yang dapat menjadi Orang Besar di bangsa kita?

Tentu yang dimaksud disini bukan orang yang berbadan besar tetapi Manusia yang memiliki Jiwa Pemimpin menuju Peradaban Dunia yang lebih baik dari wakrtu ke waktu.

Bicara Indonesia pasti tidak lain membicarakan komponen manusia yang membentuk negara ini...............

Kembali ke pertanyaan awal : Siapakah Orang Besar itu ?
Mungkin kita akan sibuk melihat kesana kemari untuk menunjuk orang lain. Tapi pernahkah terpikir Orang Besar itu adalah Diri Anda sendiri ? Bolehkan bila diri kita yang kita bentuk jadi pribadi Orang Besar....................Bayangkan dampaknya bagi bangsa ini karena kumpulan Orang Besar ini akan berkumpul untuk membangun Indonesia lebih dahulu menjadi lebih baik. Setiap orang menjadi Orang Besar sesuai dengan perannya atau profesi apapun yang dimilikinya. 

Polisi Lalu Lintas belajar menjadi Orang Besar dengan mengatur lalu lintas tanpa ada pungli. PNS belajar memimpin dirinya untuk melayani masyarakat tanpa mengharapkan imbalan yang bukan menjadi haknya. Dosen memimpin dirinya untuk memberi ilmu semaksimal mungkin dan memberi nilai sesuai dengan kemampuan mahasiswa, bukan dengan berapa banyak mahasiswa membeli diktat sebagai penentu standar nilai. Mahasiswa memimpin dirinya membaca, berdiskusi untuk mengerti ilmu yang dipelajarinya dan memiliki budaya malu dalam mencontek karena mencontek itu tidak benar. Dokter memimpin dirinya untuk memberi resep obat sesuai dengan penyakit yang diderita pasien, tidak dengan memberikan obat berdasarkan isi kantong pasien................dan masih banyak contoh lainnya yang mungkin teman-teman dapat tambahkan dalam opini ini.

Memimpin diri sendiri lebih dahulu merupakan langkah awal Orang Besar sesuai dengan peran dan profesi yang masing-masing Manusia Indonesia sandang.

Maka pertanyaannya maukah Anda menjadi Salah Satu dari Orang Besar Indonesia?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada pertanyaan yang menggelitik benak saya saat membaca artikel ini : Siapakah yang dapat menjadi Orang Besar di bangsa kita?</p>
<p>Tentu yang dimaksud disini bukan orang yang berbadan besar tetapi Manusia yang memiliki Jiwa Pemimpin menuju Peradaban Dunia yang lebih baik dari wakrtu ke waktu.</p>
<p>Bicara Indonesia pasti tidak lain membicarakan komponen manusia yang membentuk negara ini&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Kembali ke pertanyaan awal : Siapakah Orang Besar itu ?<br />
Mungkin kita akan sibuk melihat kesana kemari untuk menunjuk orang lain. Tapi pernahkah terpikir Orang Besar itu adalah Diri Anda sendiri ? Bolehkan bila diri kita yang kita bentuk jadi pribadi Orang Besar&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..Bayangkan dampaknya bagi bangsa ini karena kumpulan Orang Besar ini akan berkumpul untuk membangun Indonesia lebih dahulu menjadi lebih baik. Setiap orang menjadi Orang Besar sesuai dengan perannya atau profesi apapun yang dimilikinya. </p>
<p>Polisi Lalu Lintas belajar menjadi Orang Besar dengan mengatur lalu lintas tanpa ada pungli. PNS belajar memimpin dirinya untuk melayani masyarakat tanpa mengharapkan imbalan yang bukan menjadi haknya. Dosen memimpin dirinya untuk memberi ilmu semaksimal mungkin dan memberi nilai sesuai dengan kemampuan mahasiswa, bukan dengan berapa banyak mahasiswa membeli diktat sebagai penentu standar nilai. Mahasiswa memimpin dirinya membaca, berdiskusi untuk mengerti ilmu yang dipelajarinya dan memiliki budaya malu dalam mencontek karena mencontek itu tidak benar. Dokter memimpin dirinya untuk memberi resep obat sesuai dengan penyakit yang diderita pasien, tidak dengan memberikan obat berdasarkan isi kantong pasien&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.dan masih banyak contoh lainnya yang mungkin teman-teman dapat tambahkan dalam opini ini.</p>
<p>Memimpin diri sendiri lebih dahulu merupakan langkah awal Orang Besar sesuai dengan peran dan profesi yang masing-masing Manusia Indonesia sandang.</p>
<p>Maka pertanyaannya maukah Anda menjadi Salah Satu dari Orang Besar Indonesia?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
