Sesungguhnya krisis yang dialami Bangsa Indoensia saat ini, diakibatkan orang-orang Indonesia sudah kehilangan Visi, kehilangan mimpi dan harapan,kehilangan cita-cita untuk menjadikan Indonesia berubah kearah yang lebih baik, untuk menjadikan Indoensia menjadi pemimpin peradaban baru dunia. Kita dihalangi oleh kepentingan-kepentingan pragmatis, kepentingan Individu, elite, golongan tertentu, tanpa pernah kita memikirkan jalan dan langkah yang terbaik bagi bangsa dan rakyat Indonesia.
Sudah saatnya kita menjadi bagian dari agen-agen perubahan bangsa ini, apalagi setelah kita melihat kondisi krisis di negara-negara maju saat ini. Indonesia maju dan memimpin peradaban mustahil terlaksana, tanpa Iman (keyakinan) dan visi akan perubahan yang sangat kuat. Kita wajib dan penting untuk memahami jati diri, lingkungan, bangsa, wajib memahami apa-apa yang ada dimuka bumi ini, untuk cerdas dan mempunyai mimpi (visi) dalam hidup, serta sadar akan peran terbaik masing-masing dan menjadi unggulan.
Demikian dikatakan Budi Praptono,Ir.,MM, Ketua Forum Komunikasi Sosial Merah Putih Bersatu, disela-sela diskusi terbatas dan silaturahmi yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Damai Sejahtera Kota Bandung bersama Forum Komunikasi Sosial Merah Putih Bersatu, Di Kantor DPC PDS Kota Bandung Rajawali Plasa 10 Bandung, Rabu (4/3/09). Menurut Budi, Bangsa Indonesia harus keluar dari kemiskinan, baik kemiskinan struktural maupun kultural.
“Kemiskinan strukural adalah kemiskinan berupa hilangnya konsep dan implementasi pemerintah, elite bangsa dan rakyat banyak, untuk memperkecil kesenjangan sosial ekonomi(membuat variansi lebih kecil)” Kata Budi. Sedangkan kemiskinan kultural menurut Budi, adalah hilangnya pemahaman bahwa harta (promosi & aktualisasi diri) dan Jabatan adalah amanah.
“Saat ini kebanyakan orang, mempunyai pradigma kalau harta,rezeki, jabatan adalah berkah, padahal bukan, itu baru amanah yang harus dibuat berkah. Semua baru koma!” Kata Budi.
“ Manusia boleh berkreasi sehebat-hebatnya dalam urusan rezeki, harta dan jabatan, tapi harus konsumsi secukupnya” Tambahnya.
Koalisi Partai Politik
Menyinggung tentang Koalisi Partai Politik Pra Pemilihan Legislatif 2009, yang ramai saat ini, Budi mengatakan, kalau koalisi partai politik sebelum pra pileg 2009, adalah koalisi kosong!
“Sebab mereka yang berkoalisi ini sangat memungkinkan pelakunya untuk berkhianat, apabila yang menjadi rekan/bagian koalisi tidak memenuhi kuota /suara yang diharapkan. Bukankah setelah pileg 2009, sangat mungkin partai yang bersuara lebih kecil akan ditinggalkan oleh partai yang memiliki suara lebih besar. Partai dengan suara lebih kecil sangat sulit untuk memposisikan diri sebagai pengambil keputusan, dan seterusnya. Rasanya koalisi yang dibangun seperti ini tidak memiliki nilai-nilai ideologi, integritas, apalagi keujuran!” Kata Budi.
Menurut Budi, untuk membangun koalisi yang tangguh partai politik harus memenuhi beberapa indikator: Pertama, Sesuai dengan platform partai dan ideologi. Kedua, adanya kepentingan yang bersifat senasib dan sepenanggungan. Ketiga, dilihat dari sisi substansi sebuah koalisi hendaknya memiliki tujuan yang sangat krusial yang diwujudkan dalam programnya untuk mengatasi masalah-masalah yang ada, misalkan keadilan soial (fairnest), mempersempit ketimpangan baik ekonomi maupun sosial, dan penegakkan hukum tanpa “pandang bulu”, yang berujung pada kemakmuran rakyat.
“Rasanya koalisi yang dibangun tidak memiliki nilai-nilai ideologi, integritas, apalagi keujuran adalah koalisi kosong dan manipulatif” Kata Budi.
Senada dengan Budi Praptono,Wakil Sekretaris DPC PDS Kota Bandung Simon S Sanjaya mengatakan kalau dirinya bersama PDS mempunyai visi dan program kerja yang tajam dan realistis, dengan dilandasi Iman dan kejujuran. Simon juga menekankan sangat pentingnya membangun Iman, apapun agamanya.
“ Adalah kewajiban kami untuk membangun Iman, dengan menciptakan kerukunan antar umat beragama dan ajaran agama” Kata Simon, yang juga penulis buku.
“Kami mempunyai misi membangun Jawa Barat dengan INOVASI yaitu Iman, Nyaman, Oleh-oleh (Pariwisata unggulan), Visi, Aman, sehat dan Ilmu) untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan, guna kemajuan Jawa Barat ” Kata Simon.
Menurut Simon, acara pertemuan dan diskusi Partai Politik dengan Lembaga –lembaga Kajian Independen seperti Forum Komunikasi Sosial Merah Putih Bersatu, sangat bermanfaat dan mencerahkan.
Nampak hadir dalam acara tersebut beberapa Wakil Ketua DPC PDS Kota Bandung, Wakil Sekretaris DPC PDS Kota Bandung Simon S Sanjaya, Ketua DPD FKS Merah Putih Bersatu Kab. Bandung Asep Rohmandar, Ketua Forum Diskusi Pekerja Buruh (Forsi PB) Ari Mulyana dan Sekretaris Eksekutif FKS MPB Nurdin S Drajat. (Opinimasyarakat.com)
Filed under: Kegiatan



Saya sangat tertarik sekali dengan tema ini, menurut saya Indonesia dapat menjadi pemimpin peradaban dunia yang baru, jika Indonesia dapat memanfaatkan peluang yang terjadi pada saat ini, terlebih lagi Negara-negara maju telah mengalami krisis global. Saya sangat tertarik dengan salah satu kutipan pada isi tema ini,yaitu”Bahwa Indonesia telah kehilangan iman dan visi untuk memahami jati diri dan kemana arah bangsa ini akan dituju”.Menurut kutipan ini saya sangat setuju karena saya sendiri belum mengetahui visi dan iman kemana bangsa ini akan diarahkan untuk menjadi yang lebih baik, saya pernah berdiskusi dengan teman saya,”Bagaimana cara memajukan bangsa ini?”,saya dan teman saya pun tidak dapat menjawab pertanyaan ini.Bahkan teman saya hanya menjawab”Untuk apa memikirkan bangsa ini lebih baik kita memikirkan diri kita sendiri”,dari jawaban teman saya tersebut,saya mengambil kesimpulan bahwa masyarakat kita pada umumnya telah kehilangan visi disebabkan oleh kinerja pemerintah dalam menjalankan tugasnya kurang memuaskan dan hanya memirkan diri sendiri(KORUPSI).Sehingga masyarakat kita kurang percaya terhadap pemerintah, menurut saya hal ini harus dicegah sedini mungkin agar adanya jalinan teamwork yang baik antara rakyat dan pemerintah untuk mencapai tema ini, harus dimulai dari pemerintah yang sadar pentingnya memajukan Negara ini.
setuju pak! sebagian besar masyarakat indonesia masih belum sadar bahwa jabatan itu amanah. Bahkan ada sampai dibela-belain pergi ke dukun agar caleg tersebut terpilih. Selain itu, saya juga setuju bahwa koalisi itu tetap merugikan partai kecil. Kalo menurut seharusnya bagaimana? Adakah solusi lain selain koalisi agar menghasilkan win-win solution?
menurut saya, sebenarnya Indonesia sudah bisa menjadi peradaban dunia. jika dilihat, Indonesia punya kebudayaan yang lebih banyak dibanding negara-negara lain.
permasalahannya adalah mental bangsa…
contohnya pemilu legislatif kemarin, beberapa partai yang perolehan suaranya “mengecewakan” sibuk menyalahkan kpu atau panwaslu..
mungkin memang penyelenggaraan pemilu tidak sempurna, tapi bukankah sebelum menyalahkan orang lain seharusnya melihat faktor dalam diri bahwa mungkin partai2 tersebut memang “tidak populer”.
jadi agar Indonesia bisa menjadi pemimpin peradaban dunia, caranya adalah dengan mengubah cara pandang. kembali pada nilai-nilai budaya. hal yang membingungkan saya adalah, semakin tinggi pendidikan seorang pejabat atau capres atau caleg, ternyata makin sulit untuk menerima kekalahan…ck ck ck
by dela arundina-113051005
Tidak dapat dipungkiri bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk. Dari Sabang sampai Merauke, dari Utara sampai Pulau Rote dihuni oleh berbagai macam suku berbeda. Bahkan masing-masing suku pun memiliki keragaman dialek bahasa, adat, dan budaya. Tidak dapat dipungkiri tanah, laut, dan udara Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa yang melimpah. Pulau Bangka-Belitong yang kaya akan timah, tanah Jawa yang subur, perairan Maluku yang melimpah, hutan-hutan Papua yang perawan, semua memiliki potensi sumber daya yang sungguh luar biasa banyaknya.
Sumber daya manusia Indonesia pun sungguh tidak dapat dipandang sebelah mata. Banyak hasil penelitian yang diakui di dunia internasiona, banyak pula produk-produk lokal yang diimpor oleh dunia luar. Tapi kita mungkin kurang mengetahuinya karena ditenggelamkan oleh sifat bangsa Indonesia yang kurang suka menonjolkan diri. Sudah menjadi sifat orang Indonesia ketika mampu berprestasi lalu cepat puas. Tentu saja hal ini kurang baik jika ingin Indonesia menjadi pusat peradaban dunia.
Dengan segala hal diatas yaitu sumber daya kita yang sanga potensial dari segi sumber daya alam dan manusianya sudah sepatutnya dibutuhkan pemimipin yang mampu mengatur itu semua. Kita perlu pemimpin otoriter positif. Ya, otoriter, mengapa?Pengalaman telah membuktikan sejak zaman Majapahit, Sriwijaya, Presiden Soekarno, kita dipimpin oleh para otoriter positif. Positif dalam artian para pemimpin tersebut memiliki visi untuk memajukan Nusantara. Dengan kemajemukan tidak mungkin kita menggunakan sistem yang demokratis karena sistem itu terlalu bertele-tele dan kebanyakan orang belum siap akan hal itu. Dengan sistem demokrasi setiap orang seharusnya bisa menerima kekalahan dan kemenangan dengan kewajaran. Dan kita belum bisa. Kita harus dipimpin oleh pemimpin yang otoriter positif. Pemimpin yang memandang jabatannya sebagai amanah dan menjadikan dirinya pelayan bagi masyarakat, bukan sebaliknya. Jika kita punya pemimpin yang seperti itu, saya yakin indonesia yang mewujudkan diri sebagai pusat peradaban dunia.
Insan Luthfi Habibi