Demam Barack Obama !

Oleh : Budi Praptono

Terpilihnya Barack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke 44, menjadi penomena tersendiri. Masyarakat AS khususnya dan sebagian besar masyarakat dunia sedang merasakan kepuasan tersendiri, hal tersebut tentunya menarik untuk dikaji, kenapa?

Pertama, Mayoritas publik AS sudah jenuh dengan pendekatan yang selama ini dipakai oleh kebijakan politik negaranya, yang cenderung mengedepankan konfrontasi, dari pada pendekatan yang lebih manusiawi. Apalagi masyarakat dunia, terutama yang memang dalam pihak yang sangat diperlakukan tidak manusiawi oleh kebijakan politik Negara AS.

Pertanyaannya, apa betul Barack Obama bisa menang, lantaran menentang pendekatan perang “kekerasan” dalam kebijakan politiknya? Saya kira tidak menjamin, apabila ekonomi AS tidak sedang amburadul (krisis). Jadi besar kemungkinan, kalau ekonomi AS, masih bagus (stabil), bisa jadi Mc Chain dari kubu Republik yang sealiran dengan Gorge Bush yang menang. Hal ini dapat diartikan dimata publik AS yang utama adalah kepentingan ekonomi rakyatnya, dibanding kepentingan masyarakat dunia yang lain. Hal ini terbukti Gorge Bush bisa terpilih sampai dua kali.

Kedua, Yang perlu digaris bawahi adalah rasa senang masyarakat dunia termasuk orang Indonesia terhadap terpilihnya Barack Obama sebagai presiden AS tidaklah salah, setidak-tidaknya dunia sudah tidak “membara” lagi seperti era sebelumnya. Tetapi yang perlu disadari adalah Barack Obama bukan presiden dunia, dia hanya presiden AS.

Saya mempunyai dua catatan, yang mempunyai makna sebagai berikut:

  1. Barack Obama dipilih oleh masyarakat AS, tentunya dia akan menjalankan pemerintahannya sebagaimana yang dimaui masyarakat AS, seandainya memikirkan dunia, karena kehendak masyarakat AS, untuk mengamankan kepentinganya, bukan atas kehendak masyarakat dunia.
  2. Masyarakat dunia, khususnya Indonesia, jangan sampai terlena, seolah-olah semua urusan akan beres, dengan terpilihnya Barack Obama. Selesai, tidaknya masalah Indonesia, bukan tergantung Obama, tetapi oleh bangsa Indonesia sendiri. Memang kemenagan Obama diakui atau tidak pasti menjadi inspirasi dan berdampak pada terhadap proses pembelajaran dan kedewasaan rakyat Indonesia dalam memilih presidennya. Dalam situasi bangsa Indonesia yang semakin berat dan tidak menentu seorang presiden, ya, harus presiden Indonesia, yang mirip-mirip Obama, Ahmadinejad, Hugo Chavez dll.

AS menjadi negara adidaya, bukan tanpa sebab, tetapi melalui proses yang panjang, diturunkan dari sebuah mimpi besar, yang dijalankan dengan sistemik dan sungguh-sungguh, termasuk kegeniusan mereka untuk mengkodisikan negaranya menjadi kiblat peradaban dunia, dan akhirnya berhasil membuat masyarakat dunia baik disadari atau tidak, akhirnya menganggap AS adalah panutan.

Apa betul harus demikian? Yang harus menjawab adalah keyakinan kita masing-masing yang hakiki! Bukankah manusia harus merdeka, mandiri? Hanya mau menggantungkan atau mengiblat kepada yang pantas di gantungi(dikibklati)? Siapa? Tentunya kepada Yang Maha Digantungi(Dikiblati).

Dari jiwa-jiwa bangsa Indonesia yang merdeka inilah, akan lahir keinginan yang sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia, dengan semangat kebersamaanlah keinginan tersebut dapat terwujud, bukan semangat yang mengedepankan perbedaan yang ada.

Sekali lagi, AS bisa menjadi besar karena mimpi yang sungguh-sungguh, pertanyaannya Apakah Indonesia juga mampu? Terus mimpi kita apa?

Jawabannya adalah Indonesia harus mampu menjadi Pusat Peradaban dunia!

Apakah seperti AS? Harus lebih lebih baik dan lebih manusiawi dari AS. Sebagai mana kita ketahui AS, membangun pusat peradaban yang berorientasi pada kemakmuran duniawi, yang sempat membuat dunia terkagum-kagum, walaupun akhirnya membuat dunia akhir-akhir ini menjadi ketar-ketir dengan pendekatan kemakmuran duniawi tersebut.

Terus Apa? Jadilah Indonesia menjadi Pusat Peradaban Dunia yang berorientasi tidak sekedar duniawi, tetapi yang utama adalah pada orientasi pada nilai-nilai spiritual Ilahiah (Ketuhanan).

Penulis, Ketua FKSM Merah Putih Bersatu, Anggota Badan Musyawah (Pendiri) Forum Aktivis Bandung (FAB)

(Opinimasyarakat.com)

3 Responses

  1. Saya sepakat terhadap pendapat Kang W. Budi P. bahwa orientasi pembentukan Indonesia menjadi pusat peradaban dunia bersumber pada nilai-nilai spiritual Ilahiah (Ketuhanan), sehingga kelak jika Indonesia menjadi negara adi daya baru tidak menjadikan bangsa lain merasa ketar-ketir , karena pedomannya adalah menjadi negara yang rahmatan lil alamin.

  2. Barack obama memang tokoh yang santun tapi bukanlah hal pantas bila kita terlalu berharap padanya. Sesantun-santunya perangai dari barrack obama ia aka tetap lebih memilih kepentingan bangsanya sendiri. Sudah seharusnyalah kita mengenali dan memimilih pemimpin kita yang bijak bukan presiden bangsa lain

  3. Saya merasa perlakuan orang Indonesia terhadap Obama seperti yang diberitakan di televisi menurut saya terlalu berlebihan..Okelah US adalah negara adikuasa..tapi meski demikian masa depan kita tetap di tangan kita..Mengapa orang Indonesia justru tidak berani buat bermimpi menjadi negara adikuasa melebihi US?? Apa karena mind set kita juga belum siap untuk diperintahkan bermimpi [sekedar bermimpi] seperti itu??

    Seluruh dunia pun tau, jika calon presiden US yg ingin terpilih nanti adalah calon-calon presiden yang memiliki kontrak yang paling bagus dengan Yahudi/Israel..Hal itu juga berlaku demikian dengan Obama..Malah dengan pongahnya menjanjikan bahwa tanah Yerusalem hanya milik orang Yahudi/Israel sehingga bangsa lain yang tidak mengakui keberadaan mereka [Yahudi/Israel] harus enyah..

    Apa ini yang kemudian dibangga2kan oleh orang Indonesia akan seorang presiden US??cuma karna dia Obama sempat sekolah di sini lalu kita ikut bangga karna dengan begitu nanti jika orang menilik sejarahnya nama Indonesia juga ikut disebut2??

    Oke kalo ke depannya prestasinya membanggakan dunia..Namun jika prestasinya ke depan malah lebih buruk dari presiden sebelumnya, masih kah bangsa ini bangga pernah ditinggalinya??

    Semoga Obama tidak seperti yang saya takutkan..saya harap Obama mampu menggunakan kekuatan yang dimilikinya sekarang untuk mengubah dunia ini menjadi lebih nyaman untuk ditempati..

Leave a Reply