15 Tokoh Kaum Muda Nasional,Budayawan dan Politisi Berorasi dalam Kongres Kaum Muda Jawa Barat

Bandung- Kaum muda yang tergabung dalam Forum Aktivis Bandung (FAB) menggelar Kongres Kaum Muda Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008,Selasa (28/10/08) bertempat di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House) Bandung. Acara yang mengambil tema Kepemimpinan “Kaum Muda Dalam Menjawab Krisis Kebangsaan” dan “Saatnya Kaum Muda Memimpin” tersebut dihadiri Tokoh Kaum Muda Nasional, Politisi, Budayawan dan seniman, serta sekitar 800 an lebih   peserta kongres dari berbagai organisasi pemuda,mahasiswa,pelajar, pekerja/buruh se Jawa Barat.

Acara yang dipandu Aat Suratin (Budyawan), dan diawali Monolog Indonesia Menggugat Oleh Wawan Sofwan (Aktor, Sutradara Teater) dilanjutkan dengan orasi politik para tokoh kaum muda, politikus, dan Budayawan. Para Tokoh muda yang menyampaikan orasi politik diantaranya Fadjroel Rahman (Aktivis, Pelopor Capres Independen 2009), Dede Yusuf (Wagub Jabar, Tokoh Muda), Yudi Crisnandi ( Politisi/Anggota DPRRI), Radhar Panca Dahana (Sastrawan, Budayawan), Yudi Latif (Pengamat Politik, Pengasuh Pesantren Ilmu Kemanusiaan dan Kenegaraan), Budi Praptono (Ketua FKSM Merah Putih Bersatu, Pendiri FAB), Khalid Muhammad ( Direktur Eksekutif Sarekat Hijau Indonesia, Aktivis Senior WALHI), Usman Hamid (Koordinator Kontras), Boni Triana ( Sejarawan, Wartawan), Ipong Witono (Budayawan, Pengusaha Muda), Hetifah Sj Sumarto ( Intelektual, Direktur Eksekutif Bandung Trust Advisory Group), selain tokoh kaum muda tersebut diatas, Abah Iwan Abdurahman hadir memberi pencerahan jiwa kepada peserta kongres lewat lagu dan narasinya, sementara itu Sana (Mahasiswi ITB) tampil menyampaikan orasi mewakili kalangan mahasiswa, sedangkan dari Kalangan Pelajar orasi diwakili oleh Regia Jafar (Siswa SMAN 11 Bandung).

Selain orasi acara juga diselingi dengan pentas seni dan budaya, menghadirkan tim Lentera Nusantara, Mukti Mukti (Penyanyi Balada Bandung), Musikalisasi Puisi oleh Grup Kapak Ibrahim, Pentas Seni Perkusi oleh Percutwo ( Siswa/siswi SMU N 2 Bandung) dan Ali Santika ( Siswa SD Pelita 2 Bandung) menyanyikan lagu “Ibu Pertiwi” tanpa diiringi alat musik. Saat Ali menyanyikan lagu “Ibu Pertiwi” tidak sedikit peserta kongres yang menitikan air mata tanda haru.

Acara diakhiri dengan pembacaan Ikrar kaum muda Indonesia. Berikut adalah Ikrar Kaum Muda Indonesia yang dicetuskan di Bandung, 28 Oktober 2008 :

Indonesia lahir dari rahim perjuangan melawan ketidakadilan. Kalimat pertama Pembukaan Undang-Undang Dasar1945 dengan tegas menyatakan, bahwasannya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan keadilan. Dari jaman kejaman kaum muda meyumbang tenaga pikiran dan jiwa mereka, untuk menegaskan cita-cita itu. Bebas dari segala bentuk penjajahan oleh asing pun oleh bangsa sendiri. Saat ini kita semakin jauh dari cita-cita, yaitu sistem ekonomi yang dipakai sekarang bertumpu pada rumus sederhana kekayaan yang satu hanya mungkin didapat dari kesengsaraan yang lain. Kesetaraan dan keadilan yang pernah digariskan oleh para pendiri bangsa sebagai landasan hidup bersama, dianggap sebagai nyanyian usang dari masa lalau. Kakayaan alam habis dikuras meninggalkan kehancuran lingkungan yang tidak terbayang. Manusia Indonesia seperti dihantui kutuk sejarah menjadi bangsa kuli dan kuli bagi bangsa-bangsa. Reformasi politik 1998 yang mengganti kediktatoran Soeharto berjanji bahwa perubahan akan segera datang. Presiden demi presiden berganti, Kabinet bongkar pasang namun tiada beranjak membaik, justru krisis semakin membelit, kemiskinan, pengangguran merajalela, komunalisme mati. Kebencian etnik agama dikobarkan, dipusat dan didaerah orang memperebutkan kekuatan Negara dan menjadikan sumber akumulasi kekayaan. Korupsi memporak porandakaan tatanan politik, tak ada lagi adab dan nilai. Indoensia terancam hilang dari pergaulan dunia. Didunia ini ini bergema slogan kekuasaan lama.

Dalam keadaan ini kaum muda kembali tampil untuk bangkit. Republik ini berada untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban duni berdarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Inilah arah dan jalan keluar dari krisis kita sekarang. Dan menjadi tugas sejarah bagi kaum muda untuk mewujudkannya.

Didunia ini bergema slogan kekuasan lama lama, sejarah sudah berkahir. kaum muda Indonesia menolak jalan buntu ini. Jaman ini bukan akhir dari sejarah tetapi awal dari sejarah baru saatnya kaum muda dengan visi pembaharuan berhimpun dalam pergerkan menghapus penjajahan dan menegakkan Negara kesejahteraan. Saatnya Kaum Muda Memimpin!”

(Berpolitik.com)

Leave a Reply