DISKUSI : PROSPEK KAUM MUDA DALAM KEPEMIMPINAN BANGSA Dan Sosialisasi Kongres Kaum Muda Jabar 28 Oktober 2008.
Tempat : Sekretariat Forum Komunikasi Sosial Masyarakat Merah Putih Bersatu Jl. Mekarsari Baleendah Bandung
Penyelenggara : FKSM MPB Kab. Bandung, dan Forum Aktivis Bandung.
Hari dan Tanggal: Selasa, 14 Oktober 2008 mulai Pukul 16.30 WIB
Nara Sumber :
- Budi Praptono,Ir.,MM (Ketua FKSM Merah Putih Bersatu, Pakar Manajemen IT Telkom)
- Radhar Tri Baskoro ( Ketua Forum Aktivis Bandung)
- Maman Abdurahman (Anggota DPRD JABAR)
Moderator : Asep Rohmandar
Budi Praptono :
Salam sejahtera bagi kita semua
Sesungguhnya, tidak bisa, saya ungkapkan dalam kata-kata, betapa bahagianya, betapa terharunya, perasaan hari ini, ternyata masih ada teman yang mau diajak, yang wakaupun tidak banyak, masih mau dan bersemangat memikirkan nasib negara dan bangsa tercinta ini.
Terimakasih, FAB sebagai penyelenggara acara hari ini!
Beberapa bulan lalu, kami diajak mas Radhar, senior saya! bersama-sama dengan elemen aktivis yang lain, untuk memikirkan nasib perkembangan negara dan bangsa ini, akhirnya sepakat membentuk Forum Aktivis Bandung (FAB), untuk mewadahi dan merajut pelita-pelita yang sudah mulai redup.
Sejak saat itu, semangat saya serasa ada doping baru, tambah menggelora kembali, inget seperti dulu masih mahasiswa yang kepalanya dibotaki habis OSPEK!
Sekali lagi selamat dan sukses kepada FAB!
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Beberapa waktu lalu saya mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Iran Ahmadinejad, lewat kedutaan besar Iran di Jakarta, dan dilansir beberapa media.
Kenapa saya berkirim surat kepada Dinejad? Terus terang itu adalah betuk apresiasi saya terhadap presiden Iran yang punya sikap luar biasa untuk saat ini.
Kekaguman saya, berjuta-juta masyarakat Iran dan Indonesia kepada Ahmadinejad Presiden Iran yang dikenal sederhana dan berani, lebih bersifat rindu-rindu tapi malu; Atau bahkan takut atau berat untuk mengikutinya.
Rindu artinya kita sangat rindu terhadap keberanian dan ketegasan Presiden Ahmadinejad menghadapi Amerika Serikat dan imprealis barat yang memang zalim. Rindu kita kepada Ahmadinejad karena kecerdasan Intelektual berdasarkan landasan buah Tauhid (keadilan, nilai-nilai kemanusiaan, dan kasih sayang), kesederhanaan dia, dan kemandiriannya.
Malu artinya kita masih sangat malu dan bahkan sangat takut atau berat untuk mencontoh berlaku hidup adil, menahan diri dari nafsu, bersikap bersahaja (sederhana) sebagaimana perilaku Presiden Ahmadinejad. Takut eksistensi kita di mata masyarakat jatuh dan terpuruk karena sesungguhnya perilaku kita masih suka menilai sebuah keberhasilan itu dari gemerlapnya perolehan duniawi. Sebuah keadaan peradaban di negeri kita yang kontradiksi dengan prinsip dan perilaku sang Presiden Iran.
Yang jadi pertanyaan kapan kita akan memulai perubahan peradaban dunia ini sebagaimana yang telah dimulai seorang anak tukang pandai besi di Iran?. Apa betul, yang dibenci atau dilawan seorang Ahmadinejad adalah Negara Amerikanya atau sekutunya? Apa bukan yang lainnya?
Kegaguman saya kepada Ahmadinejad bukan karena program nuklirnya yang membuat heboh dunia! Tetapi lebih kepada kepiawaiannya memilih pola hidup sederhana, keberpihakan terhadap kaum dhuafa, dan tegas terhadap pihak yang memaksakan kehendak terhadap bangsa dan negaranya, tegas memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kebersamaan, dan kesederajadan terhadap pihak lain. Sesungguhnya nilai-nilai inilah merupakan milik semua agama, termasuk mayoritas masyarakat dari negara-negara yang lagi berseberangan dengan Ahmadinejad.
Sesungguhnya yang ditakuti musuh kita adalah kesederhanaan dan kemandirian. Musuh kita akan dengan mudah menguasai negara berkembang yang pola hidupnya konsumtif dan bermewah-mewahan. Akibat dari pola tersebut akhirnya muncul kebiasaan korupsi, kolusi, dan nepotisme sehingga sangat wajar kalau akhirnya negara dibebani hutang luar negeri yang besar. Ujung-ujungnya negara berkembang tersebut akan sangat bergantung kepada sang pemaksa atau neoimprealis.
Jangan harap Sebuah negara berkembang bisa keluar dari jerat sistem kapitalis atau imperialis. Selagi negara tersebut gemar berhutang, asyik dengan pola hidup mewah, mengedepankan budaya konsumerisme, konsumtivisme, yang akibatnya hidup jauh dari kesederhanaan dan keadilan .
Musuh kita lebih takut pada negara yang masyarakatnya pandai mengendalikan hawa nafsu, mandiri mempunyai landasan tauhid, dan ketaqwaannya yang Kuat. Menghadapi musuh atau Imperialis siapa pun harus selalu istiqomah, hidup bersahaja, mampu berdikari (meminjam istilah Bung Karno: berdiri di atas kaki sendiri). Karena dengan hidup sederhana yang dilakukan presiden, kabinet, parlemen, dan masyarakat kita, tidak akan ada celah bagi musuh untuk menguasai dan mengobok-obok bangsa kita.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Pertanyaannya Kapan Indonesia Bangkit?
Sebagai bangsa timur yang beradab, yang selayaknya memimpin peradaban dunia. Bukankah kita lebih senang hidup Mandiri merdeka, tidak dijajah, tidak bergantung kepada segelintir bangsa yang yang mempunyai kekuasaan modal (kapital)?
Bukankah kita adalah bangsa yang berdaulat dan berbhinneka. Bebas menentukan pikiran dan peradaban budaya kita sendiri tanpa harus menjadi bangsa lain dan menjadi sasaran Intervensi bangsa-bangsa lain tersebut.
Mandiri, bukan berarti harus mengisolasi diri. Tetapi kapan kerja sama atau tidak. Dengan siapa kita harus bekerja sama, adalah semata-mata karena atas dasar saling menghormati, saling memberikan manfaat, bukan atas dasar karena ketidaksadaran atau karena keterpaksaan.
Karena sejatinya, Ahmadinejad selalu menanti munculnya sahabatnya dari Bumi Pertiwi Indonesia yang tercinta ini. Yang mempunyai semangat juang untuk memujudkan tata peradaban dunia baru yang lebih adil, saling menghormati, berpikiran ke depan, dengan semangat hanya semata-mata karena menjalankan perintah Tuhan untuk mensejahterakan alam semesta tercinta ini.
Di samping itu sahabat yang juga masih jadi orang Indonesia, yang bukan sahabat yang ingin jadi orang Iran, Arab, India, Jepang, Amerika, China, India, dan sebagainya.
Kapan akan muncul tokoh hebat dari Bumi Pertiwi Indonesia tercinta? Jawabannya adalah ada yang mau memulai atau tidak. Mengenai kapannya biarlah sejarah yang akan menjawabnya, dan ini adalah tanggung jawab kita semua anak bangsa dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.
Bukan semangat mengedepankan perbedaan, bukan semangat yang pingin menang sendiri. Tetapi, semangat yang mengedepankan kesamaan, tidak peduli agamanya, warna kulitnya, bahasanya, yakni yang sama-sama membangun Indonesia tercinta, adil dan makmur, sebagaimana yang diamanahkan dalam dasar negara kita.
Mari kita akhiri mempermasalahkan perbedaan yang tidak prinsip. Biarlah perbedaan itu menjadi urusan masing-masing. Kita rajut sisi kesamaan untuk membangun Indonesia tercinta ini. Semangat saling bantu-membantu sebagaimana yang telah diikrarkan pada saat Sumpah Pemuda pada tahun 1928, dan terkristalisasi pada falsafah dasar negara kita yakni Pancasila.
Kita harus berani bermimpi Indonesia akan menjadi pusat peradaban tata dunia baru, yang mengusung nilai-nilai luhur, yang mengedepankan nilai-nilai spiritual, yang bukan mengedepankan senjata. Inilah yang ditunggu-tunggu oleh bangsa beradab di seluruh jagat raya ini.
Spiritual yang seperti apa?
Dalam pandangan saya, sekarang ini orang kelihatan trend beragama itu kesannya masih mengarah kepada kegenitan beragama, tidak mengarah kepada peningkatan ruh, spiritual, yang masih malu atau takut berbicara sosialisme. Sesungguhnya, kalau kita merasa bergama tapi tidak sosialis sebenarnya diragukan keberagamaannya. Padahal Sosialisme itu inti pokok dari ajaran agama, tetapi sosialisme yang tidak pilih kasih terhadap kelompok atau golongan tertentu.
Kaum muda bukan hanya fisiknya saja, tapi memiliki semangat mencari jati diri, semangat kebebasan, kemerdekaan jiwa didalam berekspresi dalam memperjuangan nilai kebenaran, kebersamaan, keadilan, dan nilai-nilai lainnya untuk memujudkan kehidupan yang lebih beradab.
Apakah orang yang berusia tua bisa masuk kategori kaum muda? Jawabanya Ya. Orang yang berusia tua kalau mempunyai semangat yang dinamis menuju perubahan, itu sesungguhnya berjiwa muda!
Krisis Dunia (AS) dan Indonesia
Saudara-saudara sekalian
Krisis ekonomi dunia (AS) yang menimpa saat ini sungguh diluar akal sehat.Bagaimana bisa terjadi amerika yang banyak orang – orang pintar secara intelektual, orang-orang berkuasa, akhirnya menjelang ambruk. Begitu juga dengan Indonesia, keadaan semakin tidak menentu. Saya yakin peradaban yang dibangun hanya oleh kekuatan intelektual tanpa kekuatan spiritual yang kuat dipastikan mudah roboh dan keropos? Pertanyaannya akankah kita diam dan hanya menunggu, menunggu lahirnya tokoh-tokoh perubahan peradaban dunia? Menunggu yang namanya Ratu Adil?
Dari mana kita mulai dan siapa, kapan?
Dari diri kita dan sekarang! Bukan kerjanya hanya menunggu datangnya ratu adil, yang seolah-olah kita ini tanpa ada beban punya tanggung jawab untuk melakoni semangat ratu adil; padahal yang sesungguhnya tugas untuk menjadi ratu adil, adalah tugas seluruh umat manusia, dalam kapasitasnya masing-masing.
Jangan, kau tanyakan : Apa yang negara dan bangsa berikan kepada ku! Tapi tanyakan : Apa yang bisa kuberikan terhadap kemakmuran negara dan bangsaku!
Saudara-saudara sekalian,
Kami sadar, bahwa ini semua membutuhkan perjuangan yang tidak ringan dan panjang, perlu pengorbanan yang tidak sedikit, bahkan secara akal sehat terasa sangat tidak mungkin!
Sekali lagi, semua bisa terjadi! Selama masih ada manusia yang yakin seyakin-yakinnya. Yakin yang bukan sekedar ”lamis”, tetapi bener-bener tunduk patuh dalam rangka mencari semata-mata RidhoNYA saja! Amien!
Siapa? Adalah KITA! Sudah Saatnya yang muda yang menjadi pemimipin perubahan!
Semoga perjuangan kita selalui dalam RidhoNYA!
Dengan mengucap puji Syukur Alhamdulillah kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita masih diberikan kesadaran dan kesempatan untuk berbuat terbaik bagi bangsa dan negara tercinta.
Radhar Tri Baskoro :
Perjalanan reformasi yang melewati satu dasawarsa ini telah memberi kita banyak pelajaran. Pelajaran yang terpenting adalah adanya kesenjangan dalam kesiapan melakukan perubahan antara kaum intelektual dengan rakyat awam. Pada tahun 1998 lalu rakyat sangat siap mendorongkan perubahan. Kerusuhan sosial menyusul aksi penembakan mahasiswa di Universitas Trisakti dan gerakan massa yang meluas sampai menjelang kejatuhan Soeharto, menunjukkan hebatnya dukungan rakyat untuk mereformasi seluruh aspek kehidupan politik, sosial dan ekonomi kita. Rakyat menumbangkan kekuasaan yang telah bertahan lebih dari 32 tahun.
Sayangnya, dukungan rakyat yang demikian besar tidak diimbangi oleh kesiapan yang memadai dari kaum intelektual. Kaum intelektual tidak siap dan tidak memiliki blue print rencana perubahan yang dibutuhkan. Mereka dapat dikatakan gagal memahami kegawatan, keluasan dan kedalaman penyakit KKN yang ditinggalkan oleh rejim Soeharto. Hal itu menyebabkan kurang-efektifnya kebijaksanaan pembaruan dan mengancam gagalnya reformasi.
Gerakan reformasi perlu memikirkan jalan baru untuk mempercepat perubahan. Perjuangan melalui perubahan struktural terbukti sangat sulit diwujudkan. Apapun perubahan dilakukan kepada kebijakan dan perundang-undangan, implementasinya terbukti mudah dilumpuhkan di tengah lalu lintas pengaruh yang saling gencat-sumbat, halang-hadang, macet dan tersendat. Sementara itu kita pun sangat mengerti bahwa tanpa perubahan struktural (perubahan dalam cara bekerja) sangatlah sulit meyelenggarakan perubahan kultural (perubahan dalam cara berpikir).
Gerakan reformasi menemukan jalan baru itu dalam kampanye “Saatnya Kaum Muda Memimpin”. Melalui kampanye itu kita akan mengajak seluruh rakyat untuk mempercepat alih-generasi kepemimpinan nasional. Agenda utamanya bukan hanya mengganti satu-dua orang pemimpin, gerakan ini ingin mengganti seluruh generasi kepemimpinan bangsa dalam jangka waktu kurang dari sepuluh tahun.
Arena perjuangan gerakan ini adalah pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah. Artinya, perjuangan untuk mempercepat alih-generasi kepemimpinan nasional bukanlah jalan raya (demonstrasi) melainkan jalan pemilihan. Pemimpin terbaik harus lahir dari ajang kompetisi yang paling panas.
Gerakan reformasi melalui politik pemilihan ini niscaya akan mendapat dukungan dari rakyat. Kita telah menyaksikan tidak sedikit kandidat senior yang matang oleh pengalaman tersungkur dihadapan pesaingnya yang jauh lebih muda. Semua pilkada provinsi di Jawa, terkecuali DKI Jakarta, telah dimenangkan oleh kandidat muda. Ratu Atut di Banten terpilih pada usia 45 tahun, Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf di Jawa Barat berusia 42 tahun, Khofifah kalau terpilih di Jawa Timur, juga berusia 43 tahun, dan yang termuda adalah Wagub Jateng Rustriningsih dilantik pada usia sedikit lebih dari 41 tahun.
Tetapi sekali ini para aktivis, mahasiswa dan intelektual tidak boleh mengulangi kesalahan sebelumnya. Pemilihan pemimpin muda baru langkah pertama, gerakan reformasi harus siap dengan peta jalan dan program aksi untuk perubahan yang dikehendaki.
Perlu dicatat, mendesaknya kepemimpinan kaum muda Indonesia bukanlah prinsip yang berlaku umum, melainkan prinsip darurat. Kaum muda terdorong untuk maju mengambil alih kepemimpinan karena kaum tua diliputi kebingungan dan keraguan di dalam mengadopsi nilai-nilai baru yang dikedepankan oleh reformasi.
Atas dasar itulah, kepemimpinan kaum muda saat ini menjadi satu hal yang tak bisa ditawar lagi. Lanskap persoalan kita sebagai bangsa membutuhkan energi muda yang murni, kreatif dan siap bekerja keras meletakkan kebangsaan kita di tempat terhormat dalam era globalisasi sekarang ini.
Untuk itulah, dalam momentum Pemilu ’09 ini, kami kaum muda Indonesia yang tergabung dalam Forum Aktivis Bandung (FAB) mengajak, mendorong dan meneguhkan siapa pun yang memiliki gagasan dan integritas untuk Indonesia Raya yang demokratis, makmur dan berkeadilan
Kampanye “Pilih Pemimpin Muda”
Kampanye ini bermaksud mempromosikan seorang calon pemimpin kepada publik agar ia memperoleh jabatan politik tertentu. Jabatan publik yang diperebutkan itu antara lain, jabatan presiden/wakil presiden, kepala daerah (gubernur, bupati, walikota), Dewan Perwakilan Daerah, anggota legislatif di DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota, Menteri maupun Direktur BUMN terkemuka.
Kampanye dilakukan secara terbuka maupun tertutup dengan memanfaatkan semua sarana dan media yang dimungkinkan.
Kandidat yang akan diusung oleh jaringan ini akan diseleksi oleh suatu Majelis yang terdiri dari para pakar dan pemimpin organisasi atau asosiasi sosial. Seleksi akan dilakukan terhadap integritas dan wawasan kandidat.
Selanjutnya JJBPPM akan berkampanye untuk mendukung kandidat yang lolos seleksi untuk mendapatkan mandat dari rakyat pemilih.
Kongres Kaum Muda Jawa Barat
Bentuk kegiatan ini adalah Kongres atau pertemuan terbuka. Komponen pesertanya adalah organisasi-organisasi tani dan buruh se-Jawa Barat, pemuda dan mahasiswa se-Jawa Barat, kalangan akademisi, budayawan, LSM/NGO, partai politik, tokoh-tokoh muda Jawa Barat dan Nasional, media massa, organisasi-organisasi profesi dan organisasi masyarakat lainnya.
Acara akan dilaksanakan pada hari Selasa , 28 Oktober 2008. Tempat Penyelenggaraan akan dilaksanakan di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa barat ( Dago Tea House) Bandung.
Tujuan acara ini adalah untuk membulatkan tekad seluruh peserta kongres, khususnya kaum muda untuk mendukung dan mempromosikan pemimpin muda.
Maman Abdurahman :
Saya, sangat mendukung langkah FAB dan Merah Putih Bersatu 100 % bahkan 1000 %. Perubahan akan terjadi manakala oleh kita semua. Kita harus juga merubah paradigma. Kalau kita masih ewuh pakewuh dalam tatanan birokrasi monoton tanpa memperhitungkan kapabilitas, kulaitas dan kapasitas kalau istilah di militer ada “urut kacang” kita akan hancur.
Kaum muda harus bersatu memilih pemimpin muda berkualitas, kapabilitas dan berkapasitas saya yakin perubahan akan terjadi. Gerakan FAB dan MPB memilih pemimpin mudasatu-satunya jalan, lakukan itu, gerkan itu kita sambut bersama menuju perubahan yang kita inginkan.
Saya masih melihat Caleg2 yang terpampang di KPU saat ini masih 4 L yaitu elu lagi, elu lagi….
Sejarah kita membuktikan 28 Oktober kaum muda bersatu melakukan perubahan. Selanjutnya Soekarno berani bergerak membawa yang muda dan yang tua2 membangun Negara kita.Setelah itu selama 32 tahun kita terkungkung.
Bandung 14 Oktober 2008
Forum Aktivis Bandung
Jl.Batik Kumeli No. 3 Sukaluyu Bandung
Telp. 022-2504201 Telp. 022-91310695 (Asep ROhmandar).
website:
www.forumaktivisbandung.com
(Nurdin S Drajat/Media Center FAB dan MPB)
Filed under: Kegiatan | Tagged: budi praptono, Maman Abdurahman, Radhar Tri Baskoro



Salam NUSANTARA -
Dalam penantian Capres (MUDA) Independen 2009 mohon dukungan atas usulan REFERENDUM: Capres Independen 2009, FKJN kpd MK putusan dicantumkan didalam Surat Suara Pemilu Caleg 9 April 2009,
“CAPRES INDEPENDEN 2009 = SETUJU # TIDAK SETUJU”, dalam memenuhi ketentuan min. 25% suara sesuai UU Pilpres 2009 dari para sktr. 171 juta DPT.
Bila persetujuan dari MK diperoleh, maka langka lanjut yakni desakan “PERPU” oleh Pemerintah, persoalan adanya alternatif pilihan Capres dlm Pemilu Capres 2009.
Momentum Kaum Muda Bangkit dengan : “INDONESIA MENGGUGAT” Serahkan Indonesia kepada Kaum Muda !!
Saya sangat mendukung langkah positip demi Indonesia Jaya! selamat berjuang.
Mari bersama-sama membangun Indonesia menuju arah yang semakin lebih baik melalui bidang yang kita geluti…SEMANGAT BANGSA INDONESIA
Kalau bukan KITA, siapa lagi??