Pengurus DPD MPB Kab.Bandung Dikukuhkan
Bandung- Bandung Selatan adalah daerah yang penuh sejarah perjuangan para pahlawan, di kawasan ini dahulu para pejuang mengorbankan harta dan nyawa demi terwujudnya kemerdekaan Republik Indonesia salah satu diantaranya Mochamad Toha. Tapi Sayang, sampai saat ini Pemerintah Indonesia belum juga memberikan status pahlawan nasional bagi Mochamad Toha, sesungguhnya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Oleh sebab itu sudah sewajarnya masyarakat Bandung Selatan mendesak pemerintah agar segera menetapkan Mochamad Toha sebagai Pahlawan Nasional.
Demikian diungkapkan Asep Rohmandar (Ketua DPD Merah Putih Bersatu(MPB) Kab. Bandung) dalam siaran persnya, disela-sela pengukuhan Pengurus DPD MPB Kab. Bandung oleh Ketua Umum Forum Komunikasi Sosial Masyarakat (FKSM) Merah Putih Bersatu(MPB) Budi Praptono, Ir.,MM, Rabu (10/9/08) di Mekarsari Baleendah. Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa aktivis Jawa Barat seperti Mintoro Hadi (Bendahara Forum Aktivis Bandung –FAB), Zeni (Koordinator Media Center FAB), Nurdin S Drajat (Sekretaris Umum FKSM MPB), Ayi Furqon, Dadang Jamhur (BKM Daya Mekar –Baleendah), Ujang (Kader PAN Sukapura), Sumarwata, Dadang Sobanas (SPSI Komisariat Kab. Bandung) dan para pengurus DPD MPB Kab. Bandung.
Lebih lanjut Asep mengatakan, nama besar Bandung Selatan terukir dengan lahirnya lagu Halo-Halo Bandung yang terkenal keseluruh dunia. Selain Halo-Halo Bandung ciptaan para pejuang Bandung Selatan dari berbagai suku bangsa, Bandung Selatan juga diabadikan oleh Ismail Marzuki dalam lagu Bandung Selatan Diwaktu Malam.
“ Kami mohon kepada pemerintah agar segera menetapkan status pahlawan nasional untuk Mochamad Toha” Kata Asep.
Mengenai agenda MPB sendiri, Asep dan jajarannya bertekad untuk mendukung sikap sebuah organisasi yang baru-baru ini meresmikan keberadaanya, yaitu Forum Aktivis Bandung, dalam mensosialisasikan pentingnya memilih pemimpin kaum muda.
“ Kami mendukung sikap FAB dalam sosialisasi pentingnya memilih pemimpin pilihan kaum muda.Pemimpin muda adalah pemimpin yang dipilih oleh kaum muda. Rencananya MPB akan bersatu dengan FAB dan organisasi lainnya untuk melakukan deklarasi bersama masyrakat Jabar ” Kata Asep.
“Organisasi kami non partisan, bebas bertanggungjawab,lintas agama, lintas suku dan lintas organisasi.Kegiatan utma MPB adalah wadah forum silautrahmi dan bertukar pikiran masyarakat luas” kata Asep.
Mewarnai Masyarakat Dengan Kemandirian dan Kejujuran
Sementara itu Budi Praptono dalam arahannya menyampaikan bahwa perubahan kearah yang lebih baik harus dimulai diri sendiri.
“ MPB harus mendorong dan memberikan roh atau mewarnai terciptanya masyarakat yang adil & makmur, dengan dilandasi dasar kejujuran dan kemandirian. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri” Kata Budi yang juga salah seorang anggota Badan Musyawarah FAB (pendiri FAB).
Menurut Budi, secara tekstual adil adalah berusaha menekan kesenjangan antara kaum atas dengan kaum bawah agar tidak terlalu lebar, secara kontekstual adil adalah mendorong orang untuk mandiri, merasa cukup dan peduli sosial.
Lebih lanjut menurut Budi kemakmuran berarti sampainya penyaluran kekayaan Negara kepada semua lapisan masyarakat, baik secara struktural maupun kultural. Menurut Budi, substansinya adalah perasaan dimana kita merasa cukup dan qonaah(berpuas diri).
Pengurus DPD MPB Kab. Bandung yang dikukuhkan adalah Budi Praptono (Pembina, Ketua Umum MPB), Asep Rohmandar (Ketua DPD), Wawa Wikusna,ST(Sekretaris), Safari Indra, SE (Bendahara), Ari Mulyana ( Koordinator Antar Lembaga), Suryana (Koordinator Bandung Selatan I Dayeh Kolot, Bojong Soang), Jajang Djarot (Koordinator Bandung Selatan II Bale Endah, Ciparay dan Majalaya), Dadang Syariefudin ( Koordinator Bandung Selatan III Banjaran, Pameungpeuk dan Arjasari).
(ND/Opinimasyarakat.com)
Filed under: Kegiatan, Seni & Budaya


