HIKMAH PUASA

Hikmah singkat puasa, dalam pandangan orang yang dalam pencarian Tuhan

1.Surat Al Baqoroh 183

    “Ya ayyuhal-lazina amanu kutiba ‘alaikumus-siyamu kama kutiba ‘alal-lazina min qublikum la’allakum tattaqun”

    Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.

    Kata kunci : Iman dan Taqwa, tanpa Iman maka tidak akan menghasilkan taqwa.

    2. Taqwa : tunduk patuh, mentaati yang diperintahkan Tuhan menjauhi yang dilarangNya. sempurnanya adalah mirip seperti “robotnya” Tuhan

      Al Ahqaf 15 :”…do’a untuk orang yang umurnya sampai 40 tahun: Ya Tuhanku, tunjukanlah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri

      3. Puasa adalah latihan mengendalikan hawa nafsu, “bukan menghilangkan hawa nafsu”, baik nafsu Amarah, Aluamah, Sufiah, Mutmainah; sesungguhnya nafsu tidak bisa dihilangkan, karena merupakan perangkat hidup.

        Yang perlu menjadi catatan, hidup harus selalu mengendalikan nafsu, bukan dikendalikan nafsu. Memang hidup dipenuhi “pembelajaran” tetapi seyogianya pengendalian hawa nafsu “selama hidup” jangan hanya “latihan terus” atau hanya selama bulan Ramadhan saja. Bukankah pengendalian hawa nafsu itu yang baik adalah seumur hidup?

        4. Semakin tinggi derajad taqwa, latihannya juga semakin berat. Maka jangan sampai puasa ingin dimanja, steril, gila hormat; masalah orang lain tidak puasa, bukan urusan kita, mereka yang tidak berpuasa, bukan untuk dimusuhi, apalagi disakiti.

        5. Apakah betul, bulan puasa, setan dikrangkeng? Bukan bulan puasanya, tetapi iman kitalah yang membuat setan terkrangkeng. Buktinya, bulan puasa, banyak orang malah makin kesetanan, lupa siapa diri dan lupa Tuhannya.

        6. Beruntung , tahun ini jadwal puasa di Tanah Air Kita bareng, sehingga tidak membuat pusing dalam menetapkan malam lailatul qodar. Kesempuranaan Ramadhan bukan hanya karena malamnya, tetapi karena sempurnanya Iman dan taqwa kitalah, adanya lailatul qodar.

              Bukannya istilah ganjil, adalah suatu makna yang tersirat? Yaitu ditujukan orang yang ganjil, tidak umum atau ektrim kanan, yang menuhankan Tuhan, bukan tuhan yang lain, termasuk agama itu sendiri.

              7. Dengan semangat laku mengendalikan hawa nafsu, maka kita akan menjadi manusia yang fitri-suci, yaitu manusia yang dalam qolbunya tidak yang lain selain Tuhan, yang pada akhirnya kita akan mendapatkan berkah atau lebih dari sekedar nikmat.

                Balendah, 8 September 2008

                Ditulis Oleh : Budi Praptono

                ****

                Leave a Reply